
Matahari sudah mulai meninggi, panas sangat dirasakan oleh hendru saat ini yang masih duduk sendirian dibangku taman. Beberapa menit kemudian Sakura datang.
"hendru" Panggilnya. Pria itu pun menoleh dan berdiri setelah melihat gadis yang ia tunggu sudah datang.
"Kau lama sekali" Ucap hendru. Wajah pria itu nampak kesal karena lama menunggu, namun saat ia melihat raut wajah chris yang berbeda,ekspresi wajahnya pun berubah menjadi khawatir.
chris tersenyum simpul, raut wajahnya tak seperti tadi pagi yang nampak segar, saat ini wajahnya sedikit pucat dan terlihat gelisah. hendru berjalan mendekati gadis itu dan membawa tubuh gadis musim itu kedalam dekapannya. hendru tau jika gadis yang ia rengkuh saat ini sedang bimbang,pria itu ingin memberi dukungan buatnya.
Dengan lembut hendru mengelus belakang kepala chris yang dipeluknya,membuat chris menjadi nyaman dan tenang atas perlakuan hendru saat ini. Tanpa sadar chris membalas pelukan hendru dan menyamankan diri dalam dada bidang pria itu tersebut.
"Aku akan selalu disisimu,chris" Batin hendru. Pria wijaya tersebut lalu mencium pucuk kepala gadis itu.
"hendru"
"Hn?"
"Ayo kita kepantai"
hendru menatap heran gadis yang duduk disamping ia mengemudi. Ya,setelah berpelukan mereka memutuskan untuk pergi dari taman itu dan sekarang mereka ada didalam mobil yang hendru sewa sebelumnya.
"Nanti sore saja,chris." chris nampak kecewa dengan jawaban hendru,membuat pria itu menghela nafas."Cuaca siang ini panas,itu tidak baik. Lihatlah wajahmu,kau terlihat pucat." Sambung hendru.
"Aku baik baik saja"
"Hn"
"Lalu kita akan kemana sekarang?"
"Aku akan mengantarmu kembali ke apartemenmu"
"Lalu kau?" chris bertanya dengan raut ingin tau.
"Tentu saja bertemu kak hendrik. Kau lupa tujuanku datang kesini?"
"Aa,begitu ya. Baiklah" chris membuang muka menatap pemandang diluar."Sendirian lagi diapartemen,membosankan" Beonya dan hendru terkekeh mendengarnya. Satu hal yang pria itu tau dari chris, bahwa gadis itu tak suka sendirian dan hendru berjanji pada dirinya bahwa ia akan selalu mendampingi gadis itu disaat gadis itu berjuang melawan kanker otaknya.
Northwestern ,Chicago - Amerika
__ADS_1
"Bagaimana? " Tanya hendru pada hendrik. Saat ini mereka duduk ditaman rumah sakit. hendrik mengenakan baju bebasnya karena memang tugas kerjanya dirumah sakit baru nanti jam 3 sore.
"Dia setuju" hendrik tersenyum.
hendru tersentak. "Benarkah?" raut wajah hendru nampak tak percaya. hendrik mengangguk, membuat adiknya lega. "Syukurlah"
"Lusa,aku akan mulai memeriksanya. Semoga berjalan lancar"
"Hn, makasih,kak"
"hendru"
"Hn?"
hendrik memandang adik lelakinya dengan tatapan tenang dan lembut. "Bagaimana, kabar ibu dan ayah?". hendru sedikit terkejut, pria itu pun tersenyum simpul didepan kakak yang sangat ia rindukan itu.
"Mereka baik. Pulanglah jika kau merindukan mereka"
hendrik menunduk sejenak dan terkekeh. "Mungkin lain kali." Ia pun mendongak dan tersenyum lembut. "Sampaikan maafku pada mereka,hendru".
hendrik mendengus mendengarnya. "Dasar". Mereka pun sama sama terkekeh.
chris menunggu hendru pulang diapartemenya. Gadis itu nampak jenuh diapartemennya sendirian. Entah kenapa dirinya kini mulai membutuhkan pria itu berada disisinya. Pria itu bagaikan candu buatnya sekarang. Ada ruang kosong saat hendru tak ada disisinya saat ini. chris menjadi binggung dengan perasaanya sekarang. Apa karena ciuman dan pelukan pria itu, pikirnya.
chris memerah mengingat kejadian itu dan menggeleng. "Tidak mungkin aku jatuh cinta padanya". Gadis itu mengusap kasar wajahnya.
Clekk
Terdengar suara pintu depan yang terbuka dan kembali tertutup. hendru muncul dihadapannya saat ini. chris menyambut kepulangan pria itu dengan wajah cemberut. "Kau lama sekali.".
hendru mendekat dan duduk disamping gadis itu. "Kau menungguku? ".
"Tentu saja, bodoh" Kesalnya, chris melanjutkan. "Aku ingin kepantai sekarang."
"Hn, Baiklah. Tapi aku mau mandi dulu" Pria itu lantas berdiri dan menuju kamarnya. chris tersenyum menatap kepergian hendru. Perasaanya kini senang bisa melihat pria itu. Perlahan tangannya meremas dadanya yang nampak sesak. Raut wajahnya berubah sendu.
"Dia tak boleh tau tentang perasaanku. Itu hanya membuatnya menderita." Gumamnya lirih.
__ADS_1
Saat kau diberi cobaan hidup, disitu kami-sama akan mengirim seseorang untuk membantumu, bukankah begitu?.
Avenue Beach, Chicago - Amerika Serikat.
Waktu menunjukkan jam 5 sore. chris dan hendru menikmati segarnya udara sore ditepi pantai Avenue Beach, salah satu pantai terbaik dichicago Mereka berdua duduk beralasan pasir saat ini sambil memandangi ombak yang bergerak indah dengan pantulan cahaya matahari sore. hendru menoleh kesamping dimana gadis musim seminya menutup mata sambil tersenyum. hendru lalu merogoh ponselnya. Pria itu lantas mengambil obyek fotonya yang menurutnya lebih cantik daripada pemandangan pantai.
Saat chris mendengar suara jepretan kamera ia langsung membuka mata dan menoleh. "Apa yang kau lakukan?" chris tau hendru mengambil fotonya.
"Ayo kita foto bersama" hendru lantas langsung merangkul bahu chris dan selfie berdua. Di foto itu nampak chris yang menatap hendru dengan ekspresi tertegun sedangkan hendru tersenyum tipis menatap kamera. Lucu sekali.
"Hapus fotonya, aku tidak suka" chris mencoba merebut ponsel hendru namun pria itu dapat mengelak.
"Kita foto lagi" Ajak hendru lagi. Dan kali ini membuat chris shock dengan tindakan tiba tiba hendru. Pria itu mencium pipinya saat foto. Lagi lagi hasil foto itu menampilkan wajah chris yang tertegun. siallll!.
Hari sudah mulai malam, chris dan hendru masih ada di tepi pantai. Gadis itu masih ingin ditempat ini katanya. Udara mulai dingin dan itu membuat hendru khawatir pada kondisi kesehatan chris. hendru memberikan jaket yang ia gunakan pada chris.
"Pakailah, udara semakin dingin"
chris tersenyum simpul. "Terima kasih" chris tertegun saat hendru membawa tubuhnya dalam rengkuhannya. "A-apa yang kau lakukan?" Wajahnya seketika tersipu.
"Membuatmu hangat" Jawab hendru datar.
"Tidak perlu. Aku tau,kau hanya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. "chris berusaha melepaskan diri namun hendru semakin mempererat. "Lepaskan, hen! ".
"Hn, Aku juga kedinginan, chris."Wajah hendru nampak menikmati pelukanya. chris tak lagi meronta, gadis itu sekarang sadar hendru pasti kedinginan karena jaketnya ia berikan padanya.
"Kalau begitu, ayo kita pulang" Ajak chris pada akhirnya.
"Hn. Sebentar saja. Aku ingin seperti ini denganmu". chris nampak diam. hendru melepas pelukannya, wajahnya sangat dekat dengan chris, Tangannya membela wajah gadis itu lembut membuat chris tanpa sadar memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut hendru. Perlahan hendru mencium bibir ranum chris. Dengan lembut bibir pria itu memangut bibir chris membuat gadis itu mendesah.
"Ngh... "
chris bisa gila hanya dengan ciuman pria itu. "Lama lama aku benar benar jatuh cinta padanya" Batin chris. hendru tersenyum tipis didalam ciumanya saat gadis itu mulai membalas ciumannya.
Bolehkah ia berharap, jika chris sudah mulai membuka hati untuknya?.
bersambung
__ADS_1