
kelvin akhirnya melepas duluan pelukannya pada gadis yang ia rengkuh, ya.. meski sebenarnya gadis itu duluan yang awalnya merengkuhnya. Kedua tangan kelvin menyeka sisa air mata yang ada dipipi Ina. Pria Shimura itu sempat tertegun saat melihat gadis yang selama ini ia cintai menangis karenanya. Lagi.
"Bagaimana kabarmu,Ina" kelvin tersenyum lembut pada gadis didepannya. Begitu juga dengan Ina, ia juga membalas senyuman pria itu. "Sudah lama aku tak mendengar panggilan itu darimu,kelvin" Bukannya menjawab Ina malah berkata seperti itu,membuat kelvin terkekeh.
"Aku pun sama, sudah lama aku tak mendengar kau memanggil ku dengan shuffix sayang ". kelvin berucap seraya mengelus pucuk rambut pirang Ina penuh kasih sayang.
Sesaat suasana menjadi hening. Mereka hanya saling memandang satu sama lain. Mereka seakan terbuai dengan perasaan rindu satu sama lain. Hingga Ina memecahkan keheningan itu dengan pertanyaan yang membuat kelvin tertegun.
"Apa berita dikoran itu benar?"
"Apa kau tak percaya padaku?" Tanya balik kelvin.
Ina menunduk sedih. "Sejujurnya aku percaya pada mu, sangat percaya. Tapi...".
"Tapi apa?" Potong kelvin.
"Tapi aku takut jika keadaan akan memisahkanku denganmu." Lanjut Ina. Gadis itu tetap menunduk dan meremas ujung dressnya. "chris, Gadis yang baik. Aku percaya pada kalian. Tapi orang tuamu bisa saja..." Ina tak dapat melanjutkan kalimatnya saat pria itu tiba-tiba saja memeluknya. Ina tersentak.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, percayalah padaku."kelvinmempererat pelukanya dan mencium pucuk rambut pirang Ina. "Aku mencintaimu, Ina ".Sambungnya.
Mata nya gadis itu kembali berkaca-kaca."Aku percaya padamu, kelvin" Lirihnya seraya menyandarkan kepalanya kedada bidang kelvin. "Dan aku,juga mencintaimu" Sambungnya.
Mereka saling berpelukan,menyalurkan rasa rindu,cinta dan sedih mereka masing-masing. Tanpa menyadari bahwa saat ini, Akan ada badai untuk kedua kalinya yang akan menguji cinta mereka lagi.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Narita Airport, kota B. 22:05.
.
chris berjalan menghentak-hentakkan kakinya seraya menyeret kopernya yang berwarna merah. hendru yang berjalan disampingnya pun hanya bisa menghela nafas dan mengeleng melihat tingkah gadis disampingnya saat ini. Mereka berjalan menuju pesawat mereka yang akan segera lepas landas.
hendru masuk terlebih dahulu kedalam pesawat dan segera mencari tempat duduknya. chris menyusul kemudian setelah pria raven itu sudah duduk manis dikursi pesawat dekat jendela. Pria itu bahkan kini tengah asyik membaca buku ,entah buku apa itu. Yang jelas Chria kesal saat ini. Ia menyesal telah setuju ikut ke Amerika dengan pria itu tapi disisi lain ia juga senang karena ini satu-satunya cara untuk memoloskan diri dari rencana Dano dan ibunya yang ingin mempercepat pernikahannya dengan kelvin.
[ FlashBack ]
.
"Ibu juga terkejut saat memdengar permintaan ini dari Dano. Tapi setelah ayah kelvin itu menjelaskan niat baiknya itu,ibu menyetujuinya. Lagi pula kau dan kelvin kan sudah lama bertunangan dan mengenal baik kelvin. Jadi apa salahnya jika rencana pernikahan kalian dipercepat." Jelas Merry.
"Lagi-lagi pria tua itu." Batin chris menggerutu.
"Aku tidak bisa menikah dengan kelvin minggu depan,bu" Tolaknya.
"Kenapa?" Tanya Merry heran.
"Karena 3 hari lagi, Aku akan kembali ke Amerika"
"Apa? kenapa kau ingin kembali kesana,chris? Lalu bagaimana dengan perusahaan ayahmu?". Tanya Merry menggebu-gebu.
__ADS_1
"Tenang saja bu, Aku ke Amerika hanya beberapa hari saja. Ada seseorang yang ingin ku temui" Dustanya.
"Siapa? apa dia sangat penting untukmu?"
"Tidak juga. Tapi dia sangat penting bagi seseorang." Saat mengatakan itu chris tiba-tiba teringat hendru. Dia memutuskan akan ikut hendru ke Amerika. Ini satu-satunya cara untuk menghindari pernikahannya. Ia tak mungkin menikah dengan kelvin. Ia sama sekali tak memiliki perasaan dengan pria yang sudah ia anggap kakaknya tersebut. Lagi pula ia juga akan membuat hati seorang gadis hancur nanti,jika ia menikah dengan kelvin. Jadi akan lebih baik jika chris memanfaatkan ajakan hendru,untuk pergi bersamanya ke Amerika untuk bertemu hendrik.
Merry menggenggam tangan putrinya. "Apa kepergianmu ke Amerika karena pernikahan ini? Ibu mengenal baik putri ibu,chris." Ujarnya. "Dulu kau ke Amerika karena ayahmu. Dan sekarang karena ibu. Maafkan ibu chris" Sambungnya.
chris tau, ini adalah kelemahannya. Selalu tak tega jika melihat ibunya bersedih dan meminta maaf. Tapi jika ia mengalah, akan ada dua orang yang tersakiti nantinya dengan pernikahan ini,dan chris tak mau membuat kedua orang saling mencintai itu tersakiti.
chris memeluk ibunya. "Ibu, Jangan meminta maaf padaku. Aku pergi kali ini bukan karna mu. Aku pergi karena ada sesuatu yang harus ku urus disana. Dan aku akan pulang secepatnya." Ujar chris penuh kasih sayang.
Lalu Merry melepas pelukan putrinya penuh selidik putrinya."Janji kau akan pulang secepatnya?". chris mengangguk mantap. "Baiklah,kau boleh pergi. Aku akan bicara lagi pada ayah kelvin. Mungkin pernikahan kalian akan ditunda sampai kau kembli nanti."
chris memutar bola matanyanya bosan."Bu, Lebih baik ibu bilang pada pria tua itu. Aku tidak ingin menikah terburu buru. Aku masih muda,bu. Jika ia tak sabar menimang cucu, suruh saja kelvin menikah dengan perempuan lain. Ina misalnya." Celetuk Sakura.
Merry mengerutkan dahinya saat mendengar nama tak asing yang disebut putrinya tadi. "Ina?". chris mengangguk. "Kenapa harus Ina?" Tanya Merry.
"Karena Ina gadia baik dan cantik" Jawab chris seadanya seraya mengidikan kedua bahunya.
"Anak bodoh!" merry menyentil dahi chris. "Mana ada seorang gadis yang mencarikan gadis lain untuk tunangannya." Sambung Merry.
.
.
.
bersambung....
__ADS_1