
.
.
"Kenapa?." hendru diam sesaat. "Kenapa kau tidak mau melakukan operasi atau kemoterapi,hn?" Tanya hendru pada chris yang masih tak sadarkan diri. Pria itu tau bahwa gadis itu tak kan mampu mendengar suaranya. Pria itu terus memandangi chris. "Gadis bodoh, menyebalkan. Kau membuatku-..."
"Enghhhh" Ucapan hendru terpotong saat pria itu mendengar suara lenguhan Sakura yang mulai sadarkan diri.
"chris?"
Gadis itu mulai membuka kedua matanya yang sejak semalam terpejam itu. Dahi gadis itu mengerut dan menatap bingung keadaan sekeliling. "Dimana ini?" Tanyanya seraya bangkit untuk duduk. hendru membantunya.
"Kau pingsan. Dan ini adalah kamarku." Jawab hendru.
"Apa?!" Pekik chris. "K-kenapa aku bisa ada dikamarmu?" Tanya chris heran dan curiga.
hendru memutar bola matanya. "Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kau pingsan semalam, apa kau tak ingat,hn?"
"Aku ingat tapi kenapa kau membawaku kerumahmu?" Sungut chris. Kemudian ia memeriksa keadaan tubuhnya. Gadis itu merasa lega karena gaun yang ia pakai masih melekat ditubuhnya. hendru mendengus melihat tingkah chris yang seakan tak mempercayainya.
"Jika tau begini, lebih baik aku menidurinya saja tadi malam" Gerutu hendru pelan yang terdengar berbisik.
"Kau bicara sesuatu,hendru?" Tanya Gadis merah muda itu.
"Tidak" Elak hendru. Pria itu lalu berdiri. "Jika kau sudah baikkan bersihkan tubuhmu. Aku akan mengambil makanan untukmu." Sambungnya.
hendru berbalik dan hendak pergi. "Tidak perlu." Tolak chris. Pria itu pun berbalik lagi menatap chris. "Aku akan langsung pergi saja." Sambung chris.
Wajah pria itu berubah dingin dan menatap tajam gadis yang kini berdiri dari duduknya diatas ranjang. "Hn. Kau tidak akan kemana mana sebelum kau makan" chris hendak memprotes namun hendru kembali berbicara. "Dan aku tak menerima penolakan, chris." Pria itu pun pergi dari kamar itu setelahnya. Sakura mendengus kesal.
"Dasar pria pemaksa" Umpat chris. Gadis itu pun segera pergi kekamar mandi yang ada dikamar tersebut.
Setelah beberapa menit chris keluar dari kamar mandi setelah mencuci wajahnya. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar itu. Tak banyak foto didinding berwarna biru tersebut. Hanya satu foto yang ada dimeja kerja dikamar itu. Foto hendru bersama seorang pria. chris mendekat kemeja tersebut dan tangannya menyentuh bingkai foto tersebut.
"Bukankah ini... Dokter hendrik?" Gumamnya memperhatikan foto hendru bersama seorang pria yang hampir mirip dengan hendru.
CEKLEK
Pintu kamar itu pun terbuka. hendru masuk dengan membawa nampan yang berisi makanan. "Makanlah" Perintah hendru yang kini menaruh makanan itu diatas meja kerjanya dimana chris berdiri sekarang. Gadis itu meletakkan kembali foto itu ke meja kerja hendru. "Terima kasih" Ucap chris. Lalu ia duduk dikursi kerja hendru dan mulai memakan sarapannya dengan lahap.
__ADS_1
hendru terkekeh geli melihat cara makan gadis didepannya saat ini. "Makan pelan-pelan nanti kau-..."
"Uhuk...Uhuk" chris tersedak makannya sebelum hendru menyelesaikan ucapannya.
"Bukankah sudah ku bilang, makanlah pelan-pelan. Kau jadi tersedakkan?" hendru memarahi chris seraya menyodorkan minuman pada chris. chris segera meminumnya. Pria raven itu memandang khawatir gadis merah muda yang tengah meneguk minumannya.
"Kau cerewet sekali pagi ini" Komentar chris seraya meletakkan gelas minuman itu di atas meja.
"Hn. Dan itu karna mu, Koneko" Sahut hendru.
"Kenapa kau memanggilku seperti itu? Kau pikir aku anak kucing!" chris tak terima.
"Hn. Karna itu cocok untukmu." hendru menyeringai.
chris mendengus seraya mengerutu tidak jelas.
Keheningan terjadi sesaat.
"hendru." Panggil chris kemudian.
"Hn?"
Pria itu nampak terkejut. "Kau mengenal kakak ku? Bagaimana bisa?" Tanya balik hendru.
"Jadi benar kalian saudara ya. Hm... sebenarnya dia senpai ku dirumah sakit, dimana aku magang. Dia dokter hebat di rumah sakit disana."
"Disana? Apa maksudmu disana itu di amerika?" Dahi hendru mengerut saat bertanya. chris mengangguk sebagai jawaban. "Dan dia sekarang jadi seorang dokter?" Tanyanya lagi.
chris berdecak kesal dan berkacak pinggang. "Hei, Bukankah kau adiknya? kenapa kau seolah tak tau apa-apa tentangnya?" Omelnya.
hendru terdiam tak menjawab. Gadis itu semakin curiga dan heran. "Apa tebakan ku benar. Aa, aku jadi sadar sekarang. Dokter hendrik menyembunyikan nama marganya. Beliau tidak mau memberitau siapa pun marganya kecuali pimpinan rumah sakit pastinya." Ujar chris.
"Aku merindukannya" Ungkap hendru pelan.
"Temui saja" Sahut chris enteng.
PLETAK
hendru menyentil dahi lebar chris, menyebabkan gadis itu meringis kesakitan. "Hei! Sakit bodoh. Apa yang kau lakukan" Bentaknya seraya mengelus elus dahinya.
__ADS_1
"Kau pikir Amerika itu dekat,hn?"
chris memutar bola matanya bosan. "Kalau dekat aku sudah naik mobil untuk kesana. Bodoh" Jawab chris sekenaknya. hendru berdecak kesal dan ingin menyentil dahi gadis itu lagi namun dicekah oleh chris. Gadis itu menggenggam pergelangan tangan pria itu. Mata mereka saling beradu pandang lama.
TOK TOK TOK
Suara ketukan itu membuat mereka berdua tersentak. "Tuan. Nyonya ingin anda segera turun. Beliau ingin bicara pada anda." Seru pelayan dibalik pintu yang masih tertutup.
"Hn. Baiklah" Sahutnya dari dalam. Kemudian pria itu kembali menatap chris. "Ada apa denganmu?" Tanya hendru yang melihat raut wajah gadis itu yang berubah cemas.
"A-apa, orang tuamu tau. Aku menginap dikamarmu?" hendru menyeringai tipis saat chris bertanya dengan wajah seperti itu.
"Hn" hendru mengangkat bahunya acuh.
"Astaga" chris menepuk dahinya cukup keras dan itu membuat pria didepannya terkekeh geli.
"Gadis ini benar-benar membuatku gila". Batin hendru.
.......
...•...
...•...
...•...
...•...
.
kelvin, mondar mandir tidak jelas diruang tamu kediaman Haruno dengan menempelkan ponsel ditelinganya.
"Bagaimana, Apa chris sudah bisa dihubungi?" Tanya Merry yang terlihat cemas. Bagaimana tidak. Putri satu-satunya sejak semalam tiba-tiba menghilang entah kemana. "Ini semua salahku. Dia pasti marah karena aku tidak memberitahunya tentang pernikahan kalian terlebih dahulu." Sambung Merry.
"Tenanglah bibi, chris pasti baik-baik saja sekarang."
.
.
__ADS_1
bersambung....