
sinar mentari menyapa gavin dan arinda, 2 insan yang kelelahan karena kegiatan panas madih meringkuk dindalam selimut. gavin dan arinda enggan untuk membuka matanya. tapi mau gimana lagi waktu untuk liburan mereka sudah habis.
gavin mengerjabkan matanya pelan-pelan. gavin tersenyum mrlihat gadis yang sangat ia cintai sudah menjafi miliknya. sebentar lagi tali pengikat akan terpasang. gavin sudah ga sabar menanti pertungannya dengan arinda. gavin sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna. pulang dari villa ke kota J terkesan cepat karena gavin sudah ga sabar.
gavin mengusap wajah arinda yang lembut dengan tangan kekarnya. arinda pun terbangun karena merasa ada yang membelai wajahnya. arinda tersenyum melihat siapa pelakunya.
"kaka udah bangun dari tadi?" tanya arinda
"ya sayang" jawab gavin tersenyum sambil menoel hidung arinda.
"ihh kaka nyebelin iseng mulu bisanya"
"maaf"
arinda bangun dan menurunkan kakinya dari ranjang. arinda berjalan ke arah pintu kamar mandi dengan tubuh polosnya. hasrat gavin meningkat karena kabut gairah.
s*hit umpat gavin menahan hasrat terpaksa bermain solo kalo ga ingat untuk pulang ke kota J.
"ekhem"
"ekhem" panggil gavin lagi
"kenapa sih ka?" tanya arinda
"kamu mau menggoda aku sayang pagi-pagi gini?"
"what does it mean? i don't understand"
"look at in the under my **** turn on"
"ha... ha... ups sorry"
__ADS_1
"kamu meledek kaka ya"
"ga koq" sahut arinda berlari masuk ke dalam kamar mandi.
arinda sudah di dalam kamar mandi dan mengunci pintunya agar gavin ga bisa masuk. kalo gavin masuk bukan mandi tapi making love yang terjadi nanti.
arinda menyalakan shower mengatur suhu air hangat. air turun mengguyur seluruh tubuh arinda. 15 menit arinda membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi menggunakan batrobe dan handuk di kepalanya.
arinda keluar dari kamar mandi dan membuka lemari. arinda mengambil gaun biru laut selutut dan slim bag senada dengan gaunnya. serta flat shoes berwarna putih.
arinda tengah bersiap-siap untuk pulang. tapi melihat gavin yang masih bersantai arinda kesal.
"kaka mandi gih sana"
"sebentar sayang"
"mandi cepetan kapan mau pulang coba, kalo kaka masih santai sendiri aja"
gavin melangkah masuk ke dalam kamar mandi. menyalakan shower mrngatur ke mode air hangat. air mengguyur ke seluruh tubuh gavin. 15 menit gavin membersihkan tubuhnya
gavin melilitkan handuk sebatas perut hingga lutut. terlihat roti sobek yang membuat arinda tersipu. gavin hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya. padahal sudah biasa mereka berhubungan intim. tapi arinda masih saja malu. pipinya merona merah kala mengingat kegiatan panasnya dengan gavin.
arinda tersadar darti lamunannya karena gavin menepuk bahu arinda pelan.
"kamu kenapa sayang?" tanya gavin
"aku ga apa-apa koq" jawab arinda gugup
"beneran ga apa-apa?"
"ya ka bener koq"
__ADS_1
gavin pun ga bertanya lagi ke arinda, gabin pun ke lemari dan mengambil kaos lengan panjang v neck warna putih dan celana jeans navy serta sneaker putih. gavin pun memakai semua yang sudah ia ambil. selesai berpakaian gavin menarik tangan arinda keluar dari kamar.
gavin dan arinda turun ke ruang makan. disana sudah ada bibi yang menyiapkan sarapan pagi untuk arinda dan gavin.
gavin menarik kursi untuk kekasihnya atinda pun duduk dan di ikuti gavin yang duduk di sebelah arinda. arinda mulai menyiapkan nasi goreng untuk gavin ke dalam piring.
"segini cukup ka" tanya arinda
"udah cukup sayang" jawab gavin.
gabin dan arinda mulai menyantap sarapan pagi mereka dengan berbagai ocehan recehnya. 10 menit gabin dan arinda selesai menyantap sarapan paginya.
gavin kembali naik ke atas mengambil koper milik arinda yang masih di atas. gavin turun ke bawah setelah menyeret koper arinda. arinda pun sudah beranjak dari kursi dan melangkah ke.arah pintu utama.
belum melangkah jauh arinda berhenti karena bibi memanggilnya
"non, den hati-hati di jalan. kapan-kapan non main kesini lagi" ucap bi iroh sambil mrmeluk nona mudanya.
"ya bi, aku pasti kesini lagi koq" sahut arinda membalas pelukan bi iroh.
arinda dan bi iroh saling melepaskan pelukannya. bi iroh sudah menganggap nona muda seperti anaknya karena gavin juga ia yang merawat sedari kecil. makanya bi iroh sangat sedih walaupun baru beberapa hari mengenal nona muda calon istri tuan mudanya.
**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU
like
comment
votte
rate
__ADS_1
happy reading**