
setelah perang bantal selesai gavin dan arinda merapikan seluruh kamar yang berantakan. mereka bekerja sama dan tidak butuh waktu yang lama untuk membersihkan kamar. gavin yang selesai terlebih dahulu menangkan diri sebentar dan masuk ke dalam kamar mandi.
"yang aku mandi duluan ya"
"ya kak"
tidak lama hanya lima belas menit gavin selesai membersihkan diri. gavin menuju walk in closet dan mengenakan pakaian santai. arinda terperangah menatap kagum ciptaan Tuhan yang berdiri dihadapannya. gavin tersenyum dan melambaikan tangannya di depan mata arinda. arinda tersadar dari lambannya dan merasa sangat malu, mau taruh dimana wajahnya tang saat ini merah merona.
arinda berlari ke dalam kamar mandi dengan cepat, ia sudah tidak bisa menahan degup jantungnya yang berpacu sangat cepat. di dalam kamar mandi arinda berusaha menetralkan degup jantungnya dengan menenangkan hatinya. tidak terlalu lama akhirnya degup jantungnya kembali normal. arinda melepaskan seluruh pakaian yang melekat dan membersihkan tubuh yang sudah banyak mengeluarkan keringat. sama seperti gavin, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk membersihkan tubuh arinda keluar hanya memakai Bathrobe dan gavin menelan salivanya. dihadapannya sekarang berdiri bidadari cantik yang sangat menggodanya. gavin harus akui dihadapannya adalah gadis yang sudah sangat ia cintai dan menjadi candu untuknya. berusaha untuk bersikap biasa dan mengalihkan ke arah yang lain. arinda menahan tawa karena ia tahu gavin berusaha untuk tidak menyentuhnya. kalo pun gavin ingin melakukannya arinda juga sangat menerimanya. karena semua yang ada di dalam dirinya hanya milik gavin.
...****************...
di lantai bawah bima sedang menunggu bos sekaligus sahabatnya. sudah cukup lama ia menunggu, tapi yang di tunggu tidak menampakkan batang hidungnya.
bima kembali melihat hp dan membuat agenda baru untuk bosnya dan mengatur ulang jadwal rapat yang harus dihadiri sang bos yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
semua file sudah ia kirim ke email sang bos dan hanya perlu dibubuhi tanda tangan saja. simple sekarang ada tanda tangan elektronik dan semua menjadi lebih cepat. sudah lebih dari sejam akhirnya si empu akhirnya turun juga.
"ngapain aja sih loe lama amat???"
biasalah kayak loe ngga tahu gue aja"
"dasar bucin"
"syirik loe"
"kita ngga ribut koq sayang"
"besok kita harus kembali ke kota j" kata bima mengingatkan.
"iya gue tahu" balas gavin malas
__ADS_1
jadi besok kita pulang nih kak???" tanya arinda yang terkejut
"iya sayang"
"tapi besok sore baru kita pulangnya ok" lajut gavin
"ya udah gue pulang dan selamat menikmati liburannya"
gavin mengangguk dan membiarkan sang asisten sekaligus sahabatnya pulang terlebih dahulu. arinda kembali merasa resah dadanya krmbalibsesak seperti ada baru besar yang menghimpitnya. tapi aja tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. tidak ingin terlihat sedih arinda berusaha untuk senyum walaupun itu sedikit terpaksa.
berusaha untuk mengalihkan keresahan hatinya dan meminta kekasihnya untuk berjalan-jalan ke mall yang tidak mau dari villa mereka. akhirnya mereka berdua keluar dari villa dan pergi ke mall terdekat. tidak butuh lama untuk menempuh jalan ke mall dan akhirnya mereka sampai di basement mall.
gavin keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu dan arinda keluar dari mobil dan melangkah bersama dengan gavin sambil menautkan jemari mereka.
Maaf ya readers baru update.
__ADS_1
jangan lupa ya like, comment, vote dan gift ya 😘😘😘🙏🙏🙏