
"Mika, Apa yang kau lakukan, heh?" henzo memarahi istrinya karna bertingkah tidak sopan pada keluarga Trawira.
"Aku tidak menyukai gadis itu. Coba lihat cara berpakaiannya.".
"Apa salahnya. Ia memang seorang model jadi wajar. Kau kan belum mengenalnya."
"Tapi insthing ku berkata, gadis itu tidak cocok dengan putraku. Dan yang terpenting kau harus bertanya dulu pada hendru, Dia setuju dengan pertunangan ini atau tidak. Jangan mengulangi kesalahan yang sama, Anata." Tukas Mika. henzo terdiam. Ya , dia tau apa maksud istrinya itu. hanzo sadar dialah yang membuat istrinya jauh dari putra sulungnya. Karna keegoisannya putra sulungnya, hendrik wijaya pergi dari rumah dan tak pernah kembali sampai sekarang.
"Aku tak mau kehilangan hendru, Suamiku." Tambah mika dengan tatapan memohon pada suaminya. Mika yakin putranya tidak akan setuju dengan perjodohan ini. Buktinya putranya tidak datang keacara makan malam hari ini. Mika tau alasan hendru yang bilang sibuk dan ada meeting penting yang tak bisa ditinggal itu hanyalah omong kosong belaka, Karna sebelumnya Mika sudah bertanya pada wira dan sekertarisnya itu bilang hendru sudah pulang dari kantor bersama Naro dan tidak ada meeting malam ini.
Seorang gadis berdiri disekeliling tanaman yang sedang berbunga indah. Gadis bersurai pirang itu tersenyum saat melihat bunga mawar hijau yang sedikit langka itu berbunga indah. Gadis yang diketahui seorang pemilik toko bunga itu lalu menyirami bunga itu. Ia tak menyadari bahwa diluar jendela toko bunganya, berdiri seorang pria bermata obsidian tengah memperhatikannya. kelvin, Pria itu tersenyum miris saat memperhatikan gadis itu. "ina." Gumamnya lirih.
Ina, Gadis itu menoleh kearah luar jendela. Ia seperti merasakan ada seseorang yang sejak tadi memperhatikannya, namun saat ia menoleh tidak ada siapa pun diluar sana. Rupanya kelvin sudah pergi sebelum gadis itu menoleh ketempat ia berdiri tadi.
.
.
.
.
.
chris dan Naro berlomba makan ramen tercepat. chris hampir menghabiskan ramen jumbonya begitu juga dengan Naro yang tak mau kalah. hendru memandangi mereka dan ponselnya bergantian.
"chris ayo... Naro... semangat" Kakek menyemangati keduanya.
"5, 4,3.." hendru mulai menghitung. "2..1" hendru menekan tombol stop dilayar stopwatch diponselnya. chris berhasil menghabiskan ramennya tepat pada waktunya.
"Yeaah... Aku menang" Pekik chris senang.
Naro menyusul kemudian. Pria itu tertunduk lesu karna telah kalah dari seorang gadis. "Aku kalah...hiks..". Lirihnya.
"Cih! Kau memalukan. naro." Komentar hendru.
"Diam kau, hen!" Naro menatap tajam hendru.
"Tidak ku sangka, badan mu kecil tapi makanmu sungguh mengagumkan, chris " Puji Kakek tak percaya dengan kemampuan makan Sakura.
Gadis musim semi itu menyengir lebar namun tiba tiba ia merasa mual. "Huekkk." Segera chris menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Semuanya menatap chris. "Kau, baik baik saja?" Tanya Kakek.
"Aku ingin muntah"chris berlalu pergi keluar kedai, Ia ingin segera memuntahkan makanannya.
"chris!" Seru Naro terlihat khawatir. Ia pun menyusul gadis itu keluar.
hendru mendesah. "Bodoh." Ia pun ikut keluar, Namun sebelum itu ia mengambil botol mineral yang sedari tadi ia bawa dari mobilnya dan ditaruh dimeja kedai itu. Kakek pun ikut keluar setelah membayar semua makanannya.
"Hueeekkk...Hueeekkk." chris memuntahkan semua makannya. Naro membantu gadis itu dengan memegangi rambut gadis itu dan mengusap tengkuknya.
"chris, kau tidak apa apa?"
"Maaf ya, Naro. Aku jadi merepotkanmu." Sesal chris.
"Ini" hendru tiba tiba menyodorkan botol mineral pada chris. chris dan Naro menoleh bersamaan kearah pria raven itu. Tatapan tidak percaya terlihat jelas diwajah Naro pada sahabatnya itu. "Seorang hendru, Peduli pada orang lain? menakutkan" Batinnya.
"Terima kasih." Ujar chris seraya menerima botol pemberian hendru dan langsung meneguknya.
"Hn." Respon singkat pria raven itu.
"Kau, sudah baikkan, chris?" Tanya Naro lagi. chris mengangguk dan tersenyum. Wajah gadis itu semakin memucat dari sebelumnya. Kakek tua yang menyadari hal itu pun menatap khawatir chris.
"Ayo, Kakek antar pulang. Wajahmu semakin pucat dari sebelumnya."
"Kau pulang naik apa, chris ? mana mobilmu?" Tanya Naro.
"Aku naik bus, Naro." Jawabnya.
"Eh? naik bus?" Pekik Naro tak percaya. Pantaslah jika pria blonde itu terkejut, Pria itu kenal betul siapa chris, Putri tunggal dari Haruno Corp. yang sekarang menjabat sebagai CEO diperusahaan itu. Pria itu heran. Mana ada seorang CEO dan Anak dari orang kaya naik bus pulang pergi kekantor.
Bukan hanya Naro, hendru pun juga heran. Namun pria itu tak terkejut seperti sahabat bodohnya itu. Karna sebelumnya hendru juga sudah pernah lihat chris dihalte bus.
"chris, kau sepertinya masih sama seperti dulu. Suka merakyat." Komentar Naro.
chris mendegus geli. "Aku tidak merakyat, Naro." Sanggahnya.
"Lalu? Apa kau tak bisa menyetir? kau kan bisa memakai jasa sopir, aku yakin mobilmu pasti banyak digarasi rumahmu.".
"Aku bisa menyetir, dan aku hanya ingin naik bus saja. Aku menyukai itu." Ungkap chrid. Naro mendesah, chris memang gadis kaya yang aneh sejak dulu.
"Aku jadi teringat saat dulu waktu kita masih sekolah, Kau kesekolah naik sepeda butut yang jelek. Semua teman menghindarimu karna dikiranya kau anak orang miskin yang dapat bersekolah disitu karna beasiswa. Hanya aku dan Karin yang tau bahwa kau anak orang kaya dan pendonor dana tetap disekolah itu." Ungkap Naro.
__ADS_1
Kakek tersenyum dan menatap kagum chris. Sedangkan gadis merah muda itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
hendru yang dari tadi hanya diam dan terus memperhatikan gadis itu dan mendengus. "Hn. naro ayo pulang." . Naro menoleh sebentar kearah hendru lalu kembali menatap chris. "chris, Kau ikut denganku. Akan ku antar kau pulang. Ini sudah malam dan tak ada bus." Ujar Naro.
"Tapi... Naro." Naro langsung menarik tangan chris. "Kakek, Sampai jumpa" Teriak Naro sambil menyeret chris kemobil hendru.
"Jaa ne, kakek" Teriak chris.
"Hati hati" Sahut Kakek tua itu seraya melambaikan tangannya.
hendru yang sudah duluan pergi menunggu didalam mobil. Ia menoleh kebelakang saat chris sudah masuk kedalam mobilnya dan duduk dikursi tengah. Naro ikut duduk disamping chris ,membuat hendru berdecak kesal.
"naro, kau duduk didepan. Kau pikir aku sopir."
Naro mendesah dan akhirnya duduk didepan disamping hendru. "Kau, tak peka. hen" Sindir Naro melirik tajam hendru.
"Cih".
chris terkekeh. Gadis itu lantas menyadarkan punggung dan kepalanya kesandaran kursi mobil. Matanya chris ia pejamkan.chris kembali teringat akan kata kata dari maru. Pria tua itu menyuruhnya agar bisa mengajak wijaya Corp. berkerja sama dengan Haruno Corp., Suara desahan terdengar dari mulut chris. hendru yang fokus mengemudi sesekali memperhatikan gadis itu dari kaca spion tengah.
"chris, Apa kau tidur?" "Tidak, Naro.".
"Apa kau sakit?"
"Tidak"
"Apa-.."
"Berisik!" Potong hendru. "Kau ini cerewet sekali, naro" Omelnya pada Naro.
Naro mendengus kesal. hendru melakukan itu karna ia sempat melihat chris yang memijat pelipisnya. hendru tau, gadis itu sedang pusing sedangkan Naro terus saja menganggunya dengan pertanyaan tidak pentingnya. Tapi kenapa ia peduli pada gadis itu? hendru pun tak tau, kenapa ia melakukan itu untuk gadis yang bahkan tidak begitu mengenalnya.
"Terima kasih, sudah mengantarku pulang, Naro, tuan wijaya" Ujar chris. Mereka telah sampai didepan pagar rumah mewah keluarga Haruno saat ini. hendru mengangguk sebagai jawaban.
"Sampai jumpa, chris" Jawab Naro. chris hendak membuka pintu mobil, Namun ia urungkan niatnya.
"tuan wijaya, bisakah kita bertemu besok?" Tanya chris tiba tiba. Naro dan hendru menoleh bersamaan kearah chris yang duduk dikursi tengah. Naro menatap tak percaya padanya sedangkan chris, pria itu menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
.
.
__ADS_1
bersambung....