Ceo Jatuh Cinta

Ceo Jatuh Cinta
chapter 25


__ADS_3

Kota h


kelvin, tak bisa tidur padahal hari sudah mau menjelang pagi. Pria itu bangkit dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang chris. Pria itu memang sering tidur dikamar chris jika menginap dirumah Haruno dan chris sendiri akan dengan setengah hati mengalah dan pindah kekamar tamu.


kelvin mendesah pelan, ia terus memikirkan hubungannya dengan Ina dan juga ayahnya. Merry memang bilang jika ini akan baik baik saja. Namun kelvin sangat mengenal baik ayahnya, ayahnya tak mungkin langsung menerima Ina yang hanya dari keluarga biasa saja, apalagi gadis itu seorang yatim piatu. Apapun yang terjadi kelvin akan selalu mempertahankan Ina,gadis itu hanya memiliki dirinya saat ini.


"Maafkan aku, Ayah" Gumam kelvin. Pria itu lalu melihat bingkai foto yang ada diatas nakas dekat ranjang. Senyum simpul terukir dibibir pria itu. "Gadis musim semiku, Kapan kau pulang?" kelvin mengambil bingkai foto dimana ia dan chris tersenyum bahagia didalam foto tersebut semasa sekolah. "Aku harap, kau baik baik saja disana. Dan maaf jika kepergianmu saat ini karna diriku" Tukasnya sendu.


kelvin mengembalikan bingkai foto itu pada tempatnya. Ia lalu melirik ponselnya yang ada diatas nakas. kelvin mengecek ponselnya dan ternyata baterai ponsel tinggal 25 persen. Ia lalu mencari charger guna mengisi baterai ponselnya, saat ia mencari charger dilaci dimana chris sering menyimpan charger cadangannya dilaci, kelvin menemukan sebuah botol obat yang isinya sudah kosong. Pria Shimurai itu mengerut dan mengambil botol obat tersebut.


"Pasti ini obat sakit kepala chris" Gumamnya sambil membolak balikkan botol obat tersebut. "Aku heran, kenapa akhir akhir ini dia sering sakit kepala,apa anemianya separah itu?". kelvin mendesah dan mulai melangkah menuju tempat sampah yang ada didekat meja rias gadis itu,namun saat ia hendak membuang botol obat itu kedalam tempat sampah gerakan tangan pria itu terhenti. Mata kelamnya membulat melihat isi tempat sampah tersebut.

__ADS_1


"Banyak sekali botol obatnya. A-apa chris ketergantungan pada obat ini?" kelvin heran."Sebenarnya obat apa ini?" Dan kelvin memutuskan untuk menyimpan kembali botol obat kosong yang masih ada ditangannya, Besok ia akan bertanya pada suna, dokter keluarga Haruno untuk mempertanyakan obat tersebut.


Dan kelvin,Mempunyai firasat buruk akan hal ini dan berharap sahabat baiknya yang sudah ia anggap adiknya itu baik baik saja.


Chicago - Amerika Serikat.


Hari dimana chris harus bertemu hendrik untuk melakukan pemeriksaan pun tiba. chris pergi kerumah sakit seorang diri setelah beralasan pada hendru bahwa ia pergi kekampus untuk bertemu teman lama. Gadis itu tidak tau saja bahwa pria raven itu sudah tau bahwa ia pergi kerumah sakit untuk menjalani pengobatan. hendru nampak biasa saja dan terkekeh saat gadis itu sedikit gugup saat ijin padanya. Satu hal lagi yang hendru tau bahwa gadisnya itu tak pandai berbohong. Gadisnya, eh?


"Duduklah, chris" chris pun duduk dikursi yang ada didepan meja kerja hendrik setelah pria itu mempersilahkannya duduk. "Apa kau sudah siap?" Tanya hendrik.


chris mengangguk dan sedikit meremas jemari tangannya, ia merasa gugup. hendrik dapat melihat kegugupan diwajah pasiennya itu. "Jangan khawatir. Santai saja, aku hanya akan melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) terlebih dahulu sebelum aku melakukan pengobatan padamu."Ujar hendrik.

__ADS_1


chris tau itu karena dia juga dulu seorang calon dokter bedah. Tahap tahap apa saja yang harus ia lakukan sebagai seorang pasien pengidap kanker otak pun ia tau. Setelah melakukan MRI ia pasti akan melakukan Radioterapi atau Radiosurgery. chris menghela nafas panjang, ini akan jauh lebih mudah bila ia setuju melakukan operasi pembedahan. Namun apa boleh buat jika ia operasi pemulihan kondisi tubuhnya pasti lama dan itu akan membuat ibunya khawatir, apalagi kemungkinan berhasilnya hanya 60 persen.


"Ayo, kita lakukan sekarang. dokter hendrik"


Disisi lain, hendru ternyata juga berada dirumah sakit. Pria itu berada lobi rumah sakit. Jemarinya sibuk mengetik layar ponselnya. Setelah ia mendapat balasan dari orang yang ia kirim pesan, pria itu nampak sedikit gugup. hendru pun berdiri dan beranjak dari tempat itu menuju ruangan pemeriksaan MRI.


Aku akan selalu berada disisimu, chris".


.


.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2