
kelvin duduk dimeja kerjanya, tangannya meremas koran baru yang terbit hari ini, dimana halaman depannya terdapat berita tentang pengumuman tentang rencana pernikahannya dengan chris karena ulah ayahnya. Ditempat lain , Ina pun juga sama saat ini gadis itu pun kini sedang membaca berita itu dikoran namun sepertinya gadis itu tak terkejut lagi tapi sorot matanya nampak terlihat sendu dan kecewa. Gadis cantik pemilik toko bunga itu pun tersenyum kecut. "Aku percaya padamu, kelvin" Gumamnya. Gadis itu tak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya dari luar tokonya. Orang itu menatap iba Ina dan tersenyum miris. Seseorang yang mempunyai mata teduh itu kini berjalan mendekat dan masuk kedalam toko bunga milik Yamanaka tersebut.
"Pagi, Ina" Sapanya dengan nada ceria.
Ina pun menoleh. Raut wajahnya nampak sedikit terkejut melihat kedatangannya. "nona Haruno?".
"Hei! bukankah terakhir aku kesini aku menyuruhmu memanggilku chris." chris berkacak pinggang. Ina terkekeh. "Maaf, Baiklah chris, ada apa ya datang kesini?" Tanya Ina.
chris menghela nafas. "Aku ingin berteman denganmu, bolehkan?"
Ina mengerutkan dahinya. "Berteman?".
chris mengangguk. "Temannya kelvin adalah temanku juga. Aku ingin berteman denganmu. Aku akan membantumu agar bisa bersatu dengan kelvin." Ungkapnya.
Ina tersentak. "Apa maksudmu. chris jika kau ingin berteman denganku baiklah aku terima pertemanan ini, tapi untuk membantu ku dengan kelvin sepertinya itu tidak mungkin. Ayah kelvin dia..." Gadis itu menunduk. "Lagi pula kalian kan..." Tangan gadis itu meremas koran yang sedari tadi ia pegang.
"Bukankah sudahku bilang sebelumnya. Apapun yang ada disurat kabar nanti itu semua bohong. Aku dan kelvin tak memilki hubungan apapun kecuali persahabatan. Dan aku akan menolak pernikahan ini, kau tenang saja. Ina" chris mengatakan itu dengan senyum.
Ina mendongak menatapnya. "chris, Apa kau menolak pernikahanmu karena kau juga memiliki orang yang kau cintai?" Tanya Ina. chris tersenyum kecut dan menggeleng. "Aku tidak punya seseorang yang ku cintai dan tak akan" Jawabnya.
"Karena orang yang akan ku cintai, nantinya hanya akan menderita jika bersama ku" Sambungnya dalam hati.
DRTTT ... DRRRT...
Ponsel chris tiba-tiba bergetar, Ia segera mengangkat panggilan itu setelah meminta ijin pada Ina. "Ya. Paman wiram, apa ada masalah dikantor?" Tanyanya pada seseorang diseberang sana.
"... "
Matanya gadis itu terbelalak. Ina bisa melihat raut wajah chris yang berubah. "Hn, Baiklah paman. Aku akan segera kesana." Setelah mengatakan itu chris lantas memutuskan sambungan telephonenya.
"Ada apa? apa ada masalah dikantormu, chris?"
__ADS_1
"Sepertinya iya, Ina. Maaf ya aku harus segera pergi." chris memeluk Ina sebentar, gadis pirang itu mengangguk.
"Hati-hati dijalan , chris." Katanya.
"Terima kasih, Ina.Sampai jumpa" chris pun pergi meninggalkan toko bunga tersebut.
Ina memandang kepergian gadis merah muda itu. Lalu ia tersenyum.
"Dia gadis yang baik. kelvin sangat beruntung memiliki sahabat sepertinya. Siapapun lelaki yang bersamanya pasti akan sangat beruntung." Ujarnya seraya menatap koran yang ia pegang dimana halaman koran itu terdapat foto kelvin dan chris. Gadis pirang itu tersenyim miris untuk kesekian kalinya melihat koran tersebut.
.
.
Kaki jenjang chris,melangkah cepat dilorong kantornya. Ia berjalan menuju ruangan salah satu dewan direksi yang hari ini membuatnya marah setelah mendengar dari sekertarisnya,wiram.
TAP
"Cih!" chris berdecak kesal hanya karena melihat pria tua yang seperti ular tersebut."maru !" Panggilnya dan berjalan mendekati pria itu.
maru menoleh dan mendengus saat melihat chris. "Kau,sudah datang rupanya" Komentar pria tua itu datar.
chris berdiri didepan pria itu, matanya menatap geram maru. "Apa yang kau lakukan,heh" CEO Haruno Corp. itu jelas menahan amarahnya saat bertanya pada maru.
"Memangnya,apa yang ku lakukan?" Tanya balik pria tua tersebut dengan santai.
chris mendengus. "Kau pikir kau siapa,heh!" Habis sudah kesabaran gadis itu."Dengar maru , Kau memang penanam saham cukup besar disini,tapi bukan berarti kau dapat mempengaruhi dewan yang lain untuk menggantikanku, Ini adalah perusahaan ayahku. Tak kan ku biarkan, orang sepertimu mengambil alih perusahan ini, Apa kau mengerti!" Bentak chris lantang.
maru tersenyum licik."Gadis kemarin sore sepertimu tau apa tentang bisnis. Kau bahkan tak bisa merangkul hendru wijaya untuk bergabung dengan perusahaan ini,apalagi memimpin Haruno Corp. hn?" Sindir maru.
Kedua tangan chris mengepal erat, ingin rasanya ia memukul keras pria tua licik didepannya saat ini.
__ADS_1
"Siapa bilang dia tidak bisa" Sahut suara baritone menginterupsi pembicaraan mereka. chris dan maru pun menoleh kearah sumber suara.
"hendru" Gumam chris tak percaya. Pria tampan yang kelihatan keren dengan setelan jas hitam itu berjalan tegap mendekati chris dan maru yang menatapnya.
"Oh, hendru wijaya rupanya. Senang akhirnya bisa melihatmu di Haruno Corp. ,tuan wijaya" Ujar maru. chris melirik tajam pria tua itu dan mendengus.
"Hn. Tentu saja" hendru tepat berdiri didepan chris. Gadis itu menatap pria raven itu dengan tatapan bertanya. "chris,tidak hanya berhasil merangkulku, tapi dia sudah berhasil menyenyuh hati dan perusahanku" Sambungnya seraya menyodorkan sebuah map biru pada maru yang berdiri disamping chris.
"Apa ini?" maru segera mengambil map itu.
"Hn,Kau baca saja. Kau tidak buta huruf kan?" Ejek hendru tersenyum meremehkan.
maru mendengus sedangkan chris terkekeh mendengar ejekan CEO wijaya tersebut. Dengan segera pria tua itu membuka map tersebut,kedua klorofilnya membaca dengan seksama tiap huruf di berkas itu. Bibir pria tua itu menyeringai senang saat membaca isi berkas tersebut. chris jadi heran melihatnya.
"Bagaimana,Apa kau senang?" Tanya hendru angkuh. maru mengangguk. "Tentu saja, Akhirnya kau mau juga berkerja sama dengan Haruno Corp.tuan wijaya" Ucap maru. Kini gadis merah muda itu tau,apa isi berkas dimap tersebut.
"Tapi hendru,bukankah kau bilang akan menandatanganinya nanti siang" chris mulai angkat bicara. Pasalnya berkas aslinya masih ada ditangannya dan akan diberikan pada hendru nanti siang saat mereka bertemu. hendru mengalihkan perhatiannya pada chris. " aku ingin bertemu denganmu sekarang jadi ku putuskan untuk melakukannya sekalian." Ungkap hendru.
Dahi chris mengerut."Ada apa?" Tanyanya.
"Sepertinya kalian sudah cukup akrab ya." maru menimpali.
chris memutar bola matanya jengah."Itu bukan urusanmu, tuan maru." Ketusnya.
"Ya. Baiklah kalau begitu. Aku tak ada urusan lagi dengan kalian." maru menatap hendru. "Sekali lagi,selamat bergabung di Haruno Corp.hendru wijaya." Sambungnya dan pintu lift pun terbuka. maru masuk kedalam lift tersebut,namun sebelum pintu lift itu kembali tertutup pria itu berujar. "Aa, tuan wijaya" hendru menoleh kearah maru dan menunggu kalimat berikutnya yang diucap pria itu,begitu juga chris. "Aku hanya memperingatkan. CEO kami, sudah memiliki tunangan. Tapi kau masih bisa mendapatkannya jika kau mau, Aku mendukungmu" Lanjutnya seraya mengedipkan sebelah matanya. Pintu lift pun tertutup. hendru mendengus mendengarnya begitu juga chris. Gadis itu bahkan tadi ingin sekali menjambak rambut panjang pria ular tersebut..
.
.
bersambung...
__ADS_1