
Kanker otak, stadium 2?" hendrik mengulangi perkataan hendru. Sepertinya pria itu sedikit tidak percaya.
hendru mengangguk lemah. Mata nya terlihat sendu menatap meja didepannya saat ini. hendrik yang melihatnya menjadi kasihan pada adiknya. Ia kenal sifat adik bungsunya itu, sekali adiknya menyukai sesuatu, ia akan menyayanginya sepenuh hati.
Adiknya memang bersifat dingin dan cuek akan suatu hal, namun hendrik tau adiknya itu sebenarnya orang penyayang, contohnya saat adik bungsunya itu dulu yang masih berumur 14 tahun, saat itu melihat seekor anak kucing hitam yang kelaparan duduk dipinggir jalan yang sepi dekat rumah mereka,adiknya yang mempunyai sifat tak perduli akan sekitar ,tiba tiba berjongkok didepan anak kucing hitam itu dan memberikan susu kotak yang ia pegang pada anak kucing tersebut,tak hanya itu. hendru bahkan membawa anak kucing hitam itu pulang ke rumah.
Adiknya sangat menyukai anak kucing tersebut bahkan menganggap anak kucing itu sahabatnya. Hingga suatu ketika,hendru menemukan anak kucing hitam itu tewas karena tak sengaja tertabrak mobil yang lewat dekat rumah mereka.
Meski saat itu hendru tak menangis melihat anak kucing itu tewas tapi hendrik bisa melihatnya waktu itu,bahwa adiknya sangat sedih dan rasa kesedihannya itu dipendam didalam lubuk hatinya dan tak pernah ia tampakkan pada orang lain,tapi sekali lagi hendrik tau akan hal itu, karena ia kakak kandungnya.
Kakak yang sejak kecil selalu menemani adiknya sebelum ia pergi meninggalkannya dan kedua orang tuanya.
hendrik sedih melihat raut wajah adiknya saat ini. Ia berjanji akan menyembuhkan chris, agar adiknya tak kehilangan lagi yang adiknya itu sayangi. Gadis musim semi itu harus ia sembuhkan. Demi adiknya.
"Aku akan berusaha menyembuhkannya, hendru"
hendru tersentak mendengarnya dan mendongak menatap kakaknya penuh harapn. "Jangan menatapku seperti itu,adikku" Tegur hendrik. Dokter yang masih single itu pun melanjutkan. "Besok, pertemukan aku dengannya. Ya, setidaknya aku harus melakukan pemeriksaan dulu terhadapnya. Agar lebih tau lagi, virus kankernya itu sudah menyebar kemana saja. ".
"Hn,besok aku akan membawanya kesini".
"Jam 3 sore." hendrik berucap."Karena aku bekerja dijam itu." Sambungnya.
__ADS_1
"Baiklah." hendru pun berdiri. "Terima kasih,kak".
hendrik terkekeh,adiknya itu benar benar berubah banyak karena mantan juniornya tersebut rupanya."Hn. Kau sudah mau pergi?" Tanyanya.
"Hn"
hendrik ikut berdiri."Ya baiklah,sampaikan salamku buat chris."
hendru mengangguk."Aku pergi" hendru pun pergi berlalu,meninggalkan hendrik yang masih berdiri mematung menatap punggunya dengan tatap lembut.
"Padahal,masih banyak yang ingin aku bicarakan padamu,adikku..hehe"
Shimura Kingdom, kota h
"Ya,baiklah. Aku datang kesini hanya ingin bilang bahwa aku menolak pernikahan chris dengan putra mu kelvin,Dano" Ucap Merry tegas.
Dano terbelalak akan hal itu,pria itu pun berdiri."Apa maksudmu?" Nada bicara pria tua itu meninggi
."Bukankah waktu itu kau setuju akan hal ini? Kenapa kau berubah? Apa karena putrimu yang menolak menikah dengan putraku gara gara pria lain yang lebih kaya,begitu?" Tuduhnya sinis.
Dano lalu mendengus dan tersenyum sinis."Bahkan putrimu sekarang kabur bersama selingkuhannya ke Amerika."
__ADS_1
Merry pun berdiri."Aku minta maaf apapun yang kau bilang tentang chris,itu tidaklah benar. Aku mengenal baik putriku,dia tak mencintai putramu kelvin,begitu pun sebaliknya. Mereka selama ini menerima pertunangan ini,semata mata karenamu,Dano." Merry melanjutkan
."Seharusnya kau bangga pada putramu,karena dirimu. Ia harus menderita selama ini. Menikah dengan orang yang tak dicintai. Bukankah itu menyakitkan, Dano?" Tanya Merry sarkastik.
Dano terdiam."Aku bangga pada putriku, karena putriku merelakan kebahagiannya untuk orang lain. Tapi aku sebagai ibunya, tak kan rela melihat putriku menderita, sebab itulah sebelum terlambat, aku memutuskan membatalkan rencana pernikahan ini dan memutuskan pertunangan mereka." Ujar Merry.
Wanita paruh baya itu pun membalikkan badan hendak pergi. Namun sebelum pergi Merry kembali berucap. "Asal kau tau, chris ke Amerika karena membantu temannya, atau mungkin, gadis bodoh itu pergi karena ingin menunda pernikahan ini."Merry menolehkan kepalanya kearah Dano.
"Putramu, merelakan kebahagiannya demi ayah yang sejak dulu tak menyayanginya. Sedangkan kau, demi bisnis. Kau relakan kebahagian putramu sendiri. kelvin tidaklah bersalah atas hidupmu dengan dia,Dano" Merry pun pergi berlalu setelahnya.
Dano masih mematung ditempat ia berdiri. Pria tua itu tau, maksud Merry yang menyinggung tentangnya, ia paham dia yang dimaksud itu siapa. Siapa lagi jika bukan mendiang istrinya.
Istri yang tak ia cintai, istri yang dinikahinya karena perjodohan. Istri yang dulu selalu ia abaikan walaupun tengah mengandung anaknya, dan istri yang ternyata sangat mencintainya,ia baru menyadarinya saat wanita itu telah tiada.
Dano menyesal terlambat menyadarinya saat itu,bahwa ia juga mencintai istrinya saat wanita yang selalu berada disisinya itu telah tiada,ia merasa ada ruang kosong yang ia rasakan dalam hatinya saat istrinya itu meninggal. Dan karena rasa bersalah itu,Dano memutuskan menjauh dari anaknya tapi ia selalu mengawasi putranya itu meski dari jauh.
Ia menghukum dirinya selama ini dengan jauh dari anaknya sendiri. Dan seperti ditampar cukup keras saat ia tau,putranya itu ternyata tak membencinya selama ini. Bahkan merelakan hidupnya demi dirinya. Selama ini ia hanya mengira bahwa kelvin sama sepertinya. Dan mungkin putranya itu lama kelamaan akan mencintai gadis yang ia jodohkan sama sepertinya dulu, walau itu terlambat.
Lagipula ia mengira sejak pertunangan mereka, putranya itu menyukai chris, dengan sikap putranya pada chris selama ini. Ternyata ia salah. Ia telah buta karena harta dan obsesinya pada bisnis. Dan ia tak kan mengulangi hal yang sama pada putra satu satunya itu. Tapi...
"Tetap saja, aku tak bisa memberikan putra ku satu satunya pada gadis sembarangan." Ucap Dano dengan wajah bimbangnya.
__ADS_1
bersambung