Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 18


__ADS_3

Sebuah tangan kekar melingkar di perut Anyelir, saat ini anye sudah selesai memasak dan sedang membuat kopi panas untuk menemani sarapan mereka berdua, bisa ia rasakan pundaknya memberat seiring dengan hembusan hangat pada telinganya.


"Pagi Calon istri...." bisik Devan ditelinga anyelir yang memberikan efek cukup tinggi karena saat ini pipi anye terasa terbakar.


Setelah melewati malam yang menegangkan dan kejujuran yang terungkap membuat keduanya bisa bernafas lega, Devan berjanji akan membantu anyelir dan menyelesaikan keinginannya untuk menangkap kembali Murphy, devan juga merasa lega karena apa yang ia takutkan selama ini tidak beralasan, Devan sempat berpikir bahwa apakah mungkin anyelir memiliki penyakit memiliki kepribadian ganda, Devan khawatir jika saja sosok dan sifat anyelir yang ia cintai adalah alter ego dari sifat asli anyelir, namun ternyata itu tidak terjadi, karena alasan mengapa anyelir memilih jalan ini adalah untuk mencari tahu siapa dalang pembunuh ibu kandung dan juga paman dan bibinya.


"Dev..sana ih..." Anyelir berusaha melepaskan tubuhnya dari dua lengan kekar yang melingkar pada tubuhnya.


"sstt....sayang berhenti bergerak, nanti dia bisa bangun, biarkan begini sebentar saja" bisik Devan lagi di telinga anyelir dan menimbulkan gelenyar aneh yang baru kali ini anyelir rasakan, tubuh mereka berdua makin berhimpitan, anye merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana tepat dibelakang B****gnya, sontak ia pun meloncat dan menyebabkan Devan pun terkejut dan tersungkur jatuh dibelakang anye.


Anye menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking terkejut melihat pemandangan sang kekasih terjatuh dihadapannya.


"sayang....akht..." rengek Devan manja dan memegang pinggang bagian belakangnya yang terasa nyeri.


"DEVAN....ya ampun....maaf...maafin aku..." anye sedikit berteriak saat Devan menunjukkan wajah meringis kesakitan, ia pun segera menghampiri Devan dan mengulurkan tangan hendak membantu Devan berdiri, namun sayang akal devan lebih cerdas, Devan segera menarik tubuh anye sehingga kini posisi anye berada diatas tubuh Devan dengan posisi yang sangat intim, Devan segara memeluk Anyelir agar gadisnya ini tidak bisa menghindar lagi dari pelukannya.


"de..Dev,..." dapat ia rasakan jantungnya berdetak ratusan kali lebih cepat dari biasanya.


"nervous hmm....?" goda Devan pada gadis imut di atasnya.


"ga...!!" anye menjawab dengan ketus sambil memalingkan wajah nya ke arah lain, ia yakin wajahnya sudah dipastikan semerah tomat.


Devan yang saat ini punya hobi menggoda anyelir sejak ia tahu bahwa gadis ini juga sama-sama mencintai dirinya, sangat gemas melihat wajah kekasihnya memerah karena malu.


"aku mau sarapan kamu" bisik Devan lagi dan semakin mengeratkan pelukannya hingga bisa ia rasakan dua benda kenyal diatas dada bidangnya ini membangkitkan hasrat yang selama ini tidak pernah keluar meskipun ia lelaki normal namun entah mengapa sudah banyak perempuan baik maupun nakal yang mendekati nya sama sekali tidak memiliki efek yang begitu besar pada tubuh nya, namun gadis diatasnya ini mampu membangunkan sisi primitif dan pikiran liat Devan hanya dengan menghirup aroma tubuhnya saja.

__ADS_1


'sial ada apa dengan tubuhku...harusnya aku bisa dengan mudah lepas dari pelukannya' batin anyelir.


Ting..


Suara bel menyelamatkan anyelir, membuat mereka berdua saling bertatapan dan..."cup" Devan mengecup sekilas bibir anye yang sudah menjadi candu untuknya.


"morning kiss" Devan berkata sambil mengedipkan sebelah matanya sambil membalik tubuh anye dan membantu anyelir berdiri untuk melihat siapa tamu yang datang sepagi ini di kediaman kekasihnya.


klek...


"George!!!" cicit anye saat melihat George datang dengan membawa 2 ransel yang biasa dipersiapkan untuk mereka menjalankan misi.


belum sempat George mengeluarkan suaranya karena kesal karena Anye tidak mengangkat panggilan nya dan juga lama membuka pintu, sebuah suar berat dan sosok tegap dan tampan seperti Abang Keanu Reeves berdiri dihadapannya.


"siapa sayang??" tanya Devan melihat lelaki bule yang cukup lumayan tampan, membawa ransel seperti orang mau pindahan saja.


"ah... George masuklah..., sayang ayo kita bicara di dalam bersama" ajakan anye masih membuat George melongo dengan interaksi yang ada di hadapannya..., apa tadi yang ia dengan 'sayang' siapa lelaki yang ada di depannya ini, George pun membatin.


Devan berjalan memasuki ruang tengah mendahului anye dan juga georg


"Hei...apa kau mau diam disini sampai lalat menghampirimu!?" tanya anye sarkas.


"ah...kau mengagetkanku saja" jawab George dan melangkah mengikuti anye masuk keruang tengah setelah menutup pintu rapat-rapat.


Devan mendengarkan dengan cermat penjelasan anyelir mengenai George begitupun sebaliknya dengan george yang juga mendengarkan dengan seksama apa yang dijelaskan oleh anye tentang Devan.

__ADS_1


"nah...jadi kalian sudah paham kan??" tanya anye pada dua lelaki yang ada di hadapannya, yang dijawab dengan anggukan dari keduanya.


"ah...akhirnya....cacing...sebentar lagi kita makaaan....perut ini melilit rasanya, gara-gara harus mendongeng ria di pagi hari" celetuk anyelir sambil mengusap perutnya yang rata tersebut dan ditanggapi dengan tatapan berbarengan antara Devan dan george, tawa tipis terdengar dari keduanya melihat kelakuan anye.


"jadi sejak kapan kalian resmi berpacaran?" tanya George yang membuat anye tersedak.


"pelan-pelan sayang," Devan dengan sigap menepuk lembut punggung anye dan memberikan minuman pada anye.


"sorry princess" kekeh george.


"kami baru resmi pacaran kurang lebih satu bulan lalu" kali ini Devan yang bersuara.


"so...kamu berpacaran dengan siapa..?" tanya george lagi pada Devan.


"keduanya" jawab Devan tegas setah memahami pertanyaan dari George


"akhirnya kamu temukan juga prince charming yang selalu kau impikan princess" goda George sambil melirik anyelir.


"diamlah George!!" kesal anye karna George dan Devan sepertinya sudah menjadi partner abadi yang akan menjadi penggoda anye kedepannya.


George dan Devan saat ini sudah tidak canggung lagi, dikarenakan umur mereka juga tidak terpaut terlalu jauh, dan anyelir sangat bersyukur akan hal ini.


mereka pun membahas mengenai Murphy dan bagaimana ceritanya ia bisa selamat dari kematian padahal dengan jelas sekali kalau jasadnya sudah ditemukan terbakar saat tim George berada di TKP, dan saat ini yang lebih mereka khawatirkan adalah keselamatan anyelir dan juga papanya, setelah George mencari tahu segala hal tentang kedua orang ini akhirnya sebuah fakta mengejutkan yang mereka dapati, ditambah juga Devan mengaitkan dengan adanya penggelapan pada beberapa perusahaan keluarga anyelir ternyata benang merah telah mereka temukan, saat ini motifnya adalah balas dendam Bramantyo terhadap Krisna, papanya anye dan sebuah fakta bahwa Bramantyo juga yang menyelamatkan Murphy pada saat pengejaran tim George dalam misi matrix.


Devan awalnya sangat gusar mendapatkan informasi yang telah didapatkan dan akhirnya di susun oleh George dari potongan puzzle masa lalu hingga menjadi satu kesatuan informasi yang menakutkan, karena dua orang lawan mereka ini memiliki musuh masing-masing, Bramantyo versus Krisna dan Murphy versus Anyelir / Princess.

__ADS_1


Murphy ingin membalas dendam pada anyelir karena berkat anyelir Murphy harus kehilangan salah satu matanya yang tidak sengaja terkena sabetan senjata andalan anye yang kecil namun mematikan.


Devan pun bergidik ngeri membayangkan suasana yang bagaimana yang dijalankan kekasihnya selama ini, bisa saja ia kehilangan nyawanya, Devan bertekad akan membantu George dan anyelir dengan orang-orang yang ia punya, bahkan kalau perlu ia akan meminta kenalan mafia-mafia yang dulu pernah bekerja sama dengan ayahnya untuk membantu kasus Krisna dan anyelir


__ADS_2