Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 58


__ADS_3

"Noah..apa kau suka berkuda?"


Noah yang memang sedikit tertutup karena status dirinya yang tidak tahu dimana ayahnya, sedikit kurang suka berbicara dengan orang lain.


"kuda?"


"ya...menunggang kuda"


"mommy tidak pernah mengajakku keluar, terlalu berbahaya untukku"


Anyelir tersenyum mendengar jawaban Noah


"bagaimana kalau kita berkuda akhir pekan ini, aku ada tempat yang bagus sekali, kau mau??"


"bolehkah?"


"kurasa mommy tidak akan menang melawanku jika aku meminta ijin membawamu"


Noah menyukai princess, ia tidak seperti teman-teman mommy nya yang lain


"baiklah"


Princess menggandeng tangan Noah dan berjalan beriringan kembali ke galeri


Noah melihat tautan tangan mereka, sebagai anak yang sudah mendekati pubertas, Noah merasakan hal yang sangat lain di dadanya, ia seperti sesak nafas namun bahagia berada di dekat princess.


"sepertinya Noah tidak kesulitan berinteraksi denganmu" Leah melambaikan tangan nya saat mobil yang ditumpangi anaknya meninggalkan galeri


"sepertinya pesonaku disukai oleh anak dibawah umur..hemm" princess menyenggol bahu Leah


"ya...ya...kau memang the real princess"


Sebuah Van hitam berada diujung jalan dekat galeri tempat Leah dan Anyelir berada.


"mereka berada di galeri seni, milik dari nona Leah, seorang ibu tunggal, tidak ada yang bisa di lihat dari masa lalunya tuan, karena tidak ada banyak catatan, ia juga hanya orang biasa, tapi untuk wanita yang satunya catatannya sangat luar biasa, saya sudah memberikan detailnya kepada anda tuan melalui surel" pernyataan via telepon orang yang berada di mobil tersebut cukup menjelaskan bahwa si penerima telp adalah Murphy.


Kau sangat baik memainkan peranmu princess, aku akan segera mengunjungi mu nanti di galeri tersebut.


Pagi ini Thomas terpaksa harus menghadiri rapat yang diadakan perusahaan, karena ternyata ada beberapa kejanggalan dalam sistem keuangan yang mereka punya, perlahan nilai saham berpindah tempat kepada akun yang tidak bernama.

__ADS_1


Murphy memang sangat rapi mengamankan aset yang ia curi dari Thomas, namun ia lupa untuk membersihkan jalurnya.


"aku tidak menerima seorang pengkhianat, jika ingin uang ku maka lakukan lah dengan bersih tanpa harus terlihat olehku seperti sekarang!!" aura Thomas bila dalam kondisi tertentu seperti saat ini membuat suasana pada rapat menjadi mencekam.


anak ini ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata, tunggu satu kali transaksi lagi maka aku akan meninggalkan negara ini membawa targetku untuk kejadian mainan di tempat baru nanti.


"Murphy, kau yang bertanggung jawab terhadap beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penggelapan ini, apa yang akan kau sampaikan, bagaimana hal ini bisa terjadi dibawah kendali mu!!!" Thomas mulai melakukan serangan terhadap Murphy karena ingin melihat respon seperti apa yang akan diberikan laki-laki dengan mata satu tersebut.


Devan yang duduk berhadapan dengan Murphy hanya bisa tersenyum Sinis melihat ketenangan yang di tampilkan oleh Murphy.


"maaf tuan Jhonson, saya akan menyelidikinya, akan saya berikan laporan"


Beberapa petinggi yang sebenarnya tahu bahwa ini adalah kesalahan Murphy sedikit merasa ketakutan, karena bagaimana tidak, sebelum kasus ini dibahas dalam rapat besar, sebenarnya sudah ada salah satu petinggi perusahaan yang menegur murphy dan berniat melaporkan hal tersebut kepada Thomas, namun hari berikutnya, perusahaan digemparkan dengan meninggalnya orang tersebut akibat kecelakaan karena serangan jantung, padahal mereka sangat tau bahwa orang tersebut sangat sehat dan tidak pernah memiliki riwayat tersebut.


"berikan aku laporannya setiap 2 hari sekali, jika kau mendapatkan petunjuk tentang pengkhianat yang ada di dalam perusahaan ini."


Thomas berdiri diikuti oleh Devan keluar dari ruangan tersebut menuju ruangannya.


"Sebelum kalian meninggalkan ruangan in, dengarkan baik-baik, siapapun yang berniat akan melaporkan ataupun mencari tahu tentang kasus, maka jangan harap bisa melihat hari esok"


selesai mengatakan hal tersebut, Murphy keluar dari ruangan rapat yang menjadi gaduh setelah kepergiannya.


"maaf pak Thomas, ada tamu di ruangan anda, mereka bersikeras untuk menunggu di dalam" sekretaris Thomas menyampaikan saat Thomas dan James akan memasuki ruangan.


"dua orang wanita tuan"


Thomas dan James berpandangan dengan pikiran yang sama


Leah dan Princess!!


"ternyata ruangan ini sangat bagus, sepertinya Thomas menjalankan bisnisnya dengan baik Leah"


"ya kurasa begitu"


"kau harus segera mempertemukan Noah dengan Thomas, selesaikan masalah kalian"


klik..


pintu ruangan terbuka dan muncullah dua laki-laki muda yang bisa membuat wanita manapun bersedia untuk masuk dalam pelukan mereka meskipun hanya one night.

__ADS_1


Princess dan Leah mengalihkan pandangan mereka kepada pintu yang baru saja terbuka.


"hai tuan Thomas, maafkan aku tidak mengabari dan langsung kesini" princess berjalan mendekati Thomas dan James di ikuti oleh Leah


"rupanya kalian, tidak apa-apa, suatu saat pasti kalian juga akan sering ketempat ini" Thomas menjabat tangan princess dan leah


James alias Devan yang harus berhadapan dengan situasi ini, mau tidak mau ikut menjabat tangan Leah dan Princess alias Anyelir.


Sesaat ketika kedua telapak tangan mereka bersentuhan, seperti ada sengatan listrik yang menjalar ditubuh mereka berdua, Princess yang merasa kaget dengan reaksi tubuhnya segera melepaskan tangannya dari James, kemudian segera berpura-pura kembali ke sofa untuk mengambil hasil foto yang sudah ia cetak.


James alias Devan yang merasa kan hal yang sama dengan Princess alias Anyelir, terpaksa menekan rasa itu, agar tidak ketahuan oleh mereka yang ada di dalam ruangan tersebut


tidak..., perasaan apa ini, kenapa aku seperti merasa bersentuhan dengan Devan, sebegitu rindu kah aku padanya??


Anyelir membatin dalam hati


Ingin sekali aku memelukmu nye.., aku rindu sekali padamu.


**Devan pun memiliki perasaan yang sama dengan Anyelir pada saat itu.


Leah yang memperhatikan Thomas tidak lepas pandangan dari anyelir saat gadis itu menjelaskan foto-foto, tergelitik untuk membuat Thomas menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab pada dirinya.


"Princess, bukankah kemarin kau katakan bahwa akan lebih baik jika foto-foto ini diambil di luar..dan menggunakan model yang tidak biasa" Leah menyenggol lengan Princess


"ah ya..kau benar, aku hampir lupa memberi masukan itu, jadi begini thom.., produk ini akan bagus jika kau menempatkan model baru dengan posisi seperti ini dan...."


"dan akan bagus jika dilakukan oleh model yang belum pernah muncul dilayar pertelevisian, bukan kan begitu maksud anda nona"


Devan menyela perkataan Anyelir dan tepat sekali hal itu juga yang sebenarnya akan di ucapkan.


"wah, sepertinya kau memahami juga hal-hal seperti ini de...ehmm, maksudku James" hampir saja Thomas keceplosan menyebut nama Devan di depan kedua wanita ini.


Anyelir merasa ada yang aneh antara keduanya seolah mereka menutupi sesuatu.


tok...tok...tok


Pintu ruangan terbuka setelah diketuk dari luar


"selamat siang tuan...ah maaf sepertinya anda sedang ada tamu.."

__ADS_1


"oh kau... masuklah murph"


Princess alias Anyelir tanpa sadar meremas kertas foto yang ada di tangannya ketika mengetahui yang berdiri di depan pintu adalah sosok yang ingin sekali ia lenyap kan dari muka bumi**.


__ADS_2