Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 26


__ADS_3

"sudah sejauh mana rencana mu terhadap Krisna" Bram menatap Murphy yang duduk dihadapannya sambil terus memandang ke arah kaca dimana ruangan Bramantyo terkoneksi dengan ruangan sekretaris nya dan ia dapat melihat princess dari dalam ruangan ini.


"Murph....aku sedang bicara padamu" dan seketika kaca yang tadinya transparan mendadak gelap membuat Murphy merasa kesal karena pandangannya ke arah princess terhalang oleh penutup ruangan otomatis milik Bram.


"Kalau kau suka gadis itu, kau hanya perlu mengatakannya padaku, aku akan urus agar ia bisa jadi sekretaris mu, kita bisa bertukar sekretaris jika kau mau..!!" tegas Bram pada Murphy dan seketika wajah Murphy yang tadinya menahan amarah karena Bramantyo mengusik pandangannya yang tengah memperhatikan princes.


"benarkah kau mau bertukar denganku??" tanya Murphy dengan wajah berbinar-binar.


Bram merasa heran dengan sikap Murphy kali ini, tidak biasanya dia begitu semangat terhadap wanita, benarkah sekretarisnya yang baru ini dengan mudah dapat memikat hati seorang Murphy hanya dalam pertemuan pertama mereka, Bram akan memastikan sekali lagi


"kau sungguh aneh murph..."sela Bram, dan mengambil telepon yang ada di mejanya.


"Princess....kau bisa buatkan kami kopi dan antarkan keruangan ku"


"......."


"oke thanks"


Bram menutup teleponnya dan ia melipat kedua tangannya di depan dada.


"kau bisa menukarnya setelah kau bisa menculik putri dari Krisna....oh ya...aku dengar juga putrinya akan menikah dengan Devan Morgan, coba kau cari informasi itu, akan sangat bagus bila kita bisa menculik nya sebelum pernikahan itu terjadi" jelas Bram pada Murphy


'sial tua Bangka...kenapa aku tidak bisa membawa princess saat ini juga'


batin Murphy.


"baiklah, aku akan urus segera urusan mu dengan keluarga Krisna" tegas Murphy


sementara diluar ruangan, princess yang tak lain adalah Lucy sedang mengirimkan chat pada seseorang, ia merasa aura Murphy tidak biasa, lelaki itu pasti akan melakukan segala cara untuk bisa membalaskan dendamnya, ini misi bunuh diri!!.


Lucy tidak boleh gegabah dan membuat curiga.


______


Anyelir berjalan mondar mandir di taman belakang dekat kolam, Hari ini ia akan pergi dengan mommy Widya, ibunya devan, rencananya mereka ingin memastikan kepada pihak resort mengenai acara pernikahan Devan dan anye yang akan di laksanakan dalam waktu dekat.

__ADS_1


"non...." Lisa salah satu asisten rumah tangga termuda yang sering menjadi teman curhat anyelir karena usia mereka tidak terlalu jauh, menegur anyelir dengan maksud agar anye berhenti berjalan mondar mandir seperti setrikaan kusut.


"eh..., kenapa Lis?" tanya anye


"nona ada yang dipikirkan, dari tadi tidak bisa duduk tenang, apa karena mau pergi dengan ibunya tuan Devan?" tanya Lisa lagi.


"hmm....bukan Lis..., aku naik ke kamar dulu deh..nanti kalau Tante Widya Dateng panggil aku ke kamar ya" Pinta anye, ia harus menghubungi George.


"baik non...saya permisi kebelakang dulu kalau begitu" pamit Lisa pada anye yang ikut juga berjalan dibelakang Lisa menuju kamarnya.


Tut.....Tut...Tut....


"ayo george angkat...." gumam anye saat panggilannya tidak di angkat oleh George, ia bahkan sampai lupa perbedaan waktu antara negaranya dan George itu sangat jauh saat ini pagi menjelang siang, itu artinya di sana masih tengah malam, mungkin saja George sedang bergelung dalam selimutnya.


"princess..!?" suara panggilan diangkat dan terdengar suara george yang serak khas orang bangun tidur.


"George ini gawat!!!" anye setengah berteriak membuat Goerge hampir menjatuhkan ponselnya, hingga akhirnya george harus membuka matanya lebar dan mendengarkan apa yang akan anyelir katakan.


"hei ada apa?!" tanya George


"Lucy baru saja mengirimkan aku pesan, apa dia mengirimkan juga padamu, dia memberikan informasi mengenai Murphy, dan mereka telah bertemu saat ini, aku khawatir padanya George" anyelir mengutarakan ke khawatiran nya terhadap Lucy.


"ya..aku tau,. apa Dami tahu mengenai hal ini?" tanya anye


"aku belum memberikan informasi apapun padanya, aku sedikit curiga dia ada hubungannya dengan Bram" George menjelaskan pada anyelir.


"APA?!!" anye yang tadi sudah sedikit lega dengan penjelasan George tentang Lucy kembali terkejut dan bangkit dari ranjang empuknya seraya menekan ponselnya lebih kuat pada telinganya.


"tenang princess...." terdengar George menghela nafas, ia juga masih terus menyelidiki mengenai hubungan antara Damian dan juga Bramantyo.


"kenapa semakin rumit George, aku ga yakin bisa lanjuti acara pernikahan yang kemungkinan akan memakan banyak korban" anye berkata lirih, sungguh ini adalah kesalahannya hingga ada orang yang berniat membalas dendam padanya.


"jangan bertindak bodoh Princess, ini bukan salahmu" George yang sedikit banyak paham pada karakter anye segera mengingat kan agar anye tidak bertindak sendiri dan membahayakan keselamatan nya.


"ya George aku tau" sahut anye lirih.

__ADS_1


"oke aku akan kabari lagi berita terupdate padamu...ingat keep on track(tetap pada jalur) jangan gegabah!!" tegas george.


Widya memasuki rumah mewah milik Krisna, setelah mendapatkan persetujuan akses dari Krisna.


Sejujurnya ia sangat tidak suka mengenai ide suaminya yang menjadikan anyelir sebagai umpan agar Bram secra terang-terangan mengakui bahwa ia yang telah merencanakan pembunuhan Ayumi dan orang tua Jonas.


"Siang nyonya..."Lisa yang memang bertugas kala itu mendapati Widya memasuki rumah mewah keluarga anye menyapa nya.


"ah ...siang" Widya menoleh kearah suara tersebut.


"nyonya cari non anye?" tanya lisa kembali.


"benar...kemana orang-orang dirumah ini?" tanya Widya karena tidak melihat pemilik rumah tersebut, hanya beberapa pelayan yang berseliweran


"nona ada di kamarnya, sebentar saya panggilkan" Lisa akan beranjak dari tempatnya namun ditahan oleh Widya.


"biarkan saya yang langsung ke kamarnya, bisa kamu antar?" tanya Widya pada Lisa yang dijawab dengan anggukan kepala.


tok..tok....tok ..


"masuk!!" suara anye dari dalam


klek ..


Widya memasuki kamar calon menantunya itu dengan pelan dan hati-hati, ia berjalan mendekati anyelir yang sedang sibuk dengan laptop nya.


"siap....." kata-kata anye terhenti saat ia melihat orang yang berada di belakangnya itu adalah mommy Widya.


"halo sayang...." Widya semakin mendekat pada anyelir dan begitu mereka berhadapan, Widya mengecup pipi kanan dan kiri anyelir


"maaf momm...aku ga tau kalo mommy yang datang" sesal anyelir.


"tidak apa nak...oh ya kamu lagi bikin apa?"tanya Widya kembali sambil mengusap kepala lembut pucuk kepala anyelir.


"oh...ini moms aku lagi bikin design baju pernikahan, sepertinya aku harus menggunakan pakaian khusus di acara itu.." jelas anyelir

__ADS_1


Widya melihat kearah laptop yang sempat digunakan anye untuk membuat design bajunya itu, dan ia tersenyum melihat model yang tengah anyelir tampilkan.


"perfect"


__ADS_2