
Devan dibuat tidak berkedip dengan aksi yang dilakukan oleh Anyelir, hanya menggunakan belati kecil dia bisa mematikan lawan sebanyak 8 orang hanya dalam hitungan menit!!
Devan sendiri hanya mampu melumpuhkan 4 orang saja dan sisanya dilumpuhkan oleh George, pantas saja bila saat itu George mengatakan bahwa anye merupakan org terbaik yang mereka miliki, Lucy sendiri masih dibawah standar dari Anyelir.
"done !!" bisik George ketika mereka telah berkumpul kembali di titik yang ditandai oleh mereka saat menyusun strategi untuk menerobos masuk ke gedung tua itu.
sebelumnya mereka telah menghubungi Maxwell dan meminta ayahnya untuk membawa bantuan, awalnya Maxwell berniat untuk membawa bantuan dari teman-teman mafianya dulu, namun Devan melarangnya, tidak untuk saat ini, karena tempat ini bukanlah sarang dari para penculik, karena jumlah dari penjaga pun tidak lebih dari 20 orang, dan kini 15 orang sudah berhasil mereka lumpuhkan.
dari kejauhan mereka bisa melihat lelaki menggunakan penutup mata yang sedang memarahi anak buahnya, yang ternyata tidak becus untuk menghalau penyusup.
"BODOH!!" Murphy membentak anak buahnya, saat ini dia harus segera membawa Krisna dan juga perempuan sialan yang ternyata bukanlah princess yang asli.
mengingat kembali bahwa ia salah menangkap mangsa, yang diyakini Adalah princess namun ternyata bukan, hingga berakhir dengan menyetubuhi perempuan sialan itu dan melemparkannya ke ruangan gelap itu karena ternyata ia merasa candu dengan tubuh perempuan itu hingga berkali-kali ia setubuhi.
flashback**
"well-well.....ternyata membawamu di negara ini begitu mudah, padahal dulu kau seperti lintah yang sulit aku genggam" menarik kasar rambut Lucy yang saat itu berhasil diringkus oleh anak buah Murphy dengan bantuan obat bius.
Murphy menajamkan penglihatannya kala melihat ada sesuatu yang yang ganjil di antara leher wanita ini, seperti s*****n wajah yang terlepas
"hmm...apa ini..?" mendengus kecil lalu menarik paksa benda itu yang membuat ia nyaris terjatuh kala benda itu terlepas dari wajah perempuan di hadapannya.
Lucy yang sedari tadi menyadari bahwa kedoknya akan terbongkar berusaha agar Murphy tidak membuka penyamarannya namun sayang semua hanya angan semata.
"brengsek!!"
PLAK
__ADS_1
tamparan kuat membuat sudut bibir Lucy mengeluarkan darah segar.
"f***k who the hell are you!!!"
kembali menjambak Lucy yang merasakan rambutnya seperti terlepas dari kulit kepalanya.
"kamu bukan princess!! dimana princess yang asli!!" tanya Murphy dengan suara yang penuh penekanan karena amarah, tidak dia sangka sesulit ini mendapatkan gadis yang sudah merusak matanya itu.
"arghh..." menahan sakit Lucy masih bisa menyunggingkan senyum mengejek pada Murphy yang membuat lelaki itu menggeram menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
"mengejekku hmm.., apa wanita sepertimu pantas mengejek seorang Murphy?!" membelai pipi Lucy yang saat ini sudah berada diposisi wajah aslinya.
menelan ludah, Lucy sadar saat ini lelaki yang berada dihadapannya ini bisa bertindak diluar kendali, terlihat jelas kilatan amarah di satu mata yang tidak tertutup kain itu, sangat mengisyaratkan dendam.
melihat gurat kegelisahan di wajah Lucy, Murphy tau kalau wanita ini juga mulai merasa takut.
"katakan padaku, dimana princess yang asli, apa dia....." Murphy sengaja menjeda kata-katanya.
Murphy menarik kasar dagu Lucy dan meraup bibir Lucy dengan ganas, ********** dengan keras.
Lucy mencoba untuk menghindar dan menutup mulutnya namun lagi-lagi tangan besar Murphy menarik tengkuknya dan menggigit kuat bibir Lucy hingga terpaksa membuka mulutnya dan itu tidak disia-siakan oleh Murphy.
Lucy mencoba meronta hingga membuat pergelangan tangannya pun terluka karena borgol yang terkait di besi ranjang mengikat kedua tangan dan juga kakinya dengan kuat, hingga ia kesulitan bergerak dan hanya menggeliat seperti ulat karena perlakuan Murphy juga membangkitkan gairah pada tubuhnya, otaknya mungkin menolak tapi tubuhnya justru merespon apa yang dilakukan Murphy, apalagi saat tangan murphy meremas dua benda kenyal yang sudah menegang sejak ******* yang diberikan Murphy semakin dalam, hal ini justru menyulut gairah seorang Murphy yang memang sudah lama tidak melampiaskan nafsunya pada wanita, karena kesibukannya bersama Bram.
"ahh..."******* Lucy membuat gairah Murphy mencuat.
"f**k.., kau harus membayar kebohongan ini dengan tubuhmu dasar j****g sialan!!!"
__ADS_1
Murphy membuka pakaiannya dan membuangnya asal, lalu membalikan tubuh Lucy hingga menungging dengan paksa dan merobek pakaian Lucy hingga nyaris tidak berbentuk, Murphy menekan tubuh Lucy dengan kasar hingga membuat Lucy harus menahan tubuhnya yang remuk akibat tindakan murphy yang memasukinya berkali-kali hingga membuat dia pingsan.
"sial...Bram kita harus segera pergi dari sini...kalian bawa tua bangka dan gadis j****g itu...cepat!!" Murphy mengambil pistol yang dia selipkan di belakang pinggang.
Dari kejauhan Anyelir, Devan dan George yang melihat komplotan Murphy akan melarikan diri segera bertindak mendekat perlahan, namun sayang, tanpa sengaja George menyenggol kaleng minuman bekas yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
DOR...DOR
"CEPAT !!!" Murphy berteriak dan menarik Krisna yang tadi dicekal oleh oleh salah satu pengawalnya dan menodongkan pistol yang ia pegang ke pelipis Krisna.
"KELUAR KALIAN!!!" teriak Murphy. Anyelir hampir saja keluar dari persembunyiannya ketika melihat ayahnya diperlakukan dengan kasar oleh Murphy, namun segera di cekal tangannya oleh Devan yang memang sejak menghabisi beberapa penjaga tadi mulai menempel pada anye, karena ia melihat emosi anye sedikit tidak stabil.
George memberikan isyarat agar ia saja yang keluar, dan Devan menyetujui dengan memberikan anggukan kepala.
"Hai murph....remember me??!" George berdiri dengan kedua tangan terangkat di samping bahunya.
Murphy yang tentu saja masih mengingat jelas siapa George terkekeh.
"Murphy..jangan main-main...cepat bunuh saja Krisna dan segera pergi dari sini!!!" geram Bramantyo yang mulai kesal dengan tingkah partner nya ini.
"Apa kau lupa Bram....pak tua ini alat agar anaknya datang kesini dan menyerahkan diri padamu kan??!" sarkas Murphy dengan wajah yang tetap mengarah kepada George.
"oh... George bagaimana bisa aku lupa pada atasan busuk dari perempuan yang telah merusak mataku!!" sarkas Murphy
"masih saja mendendam heh...??!" ejek George namun wajahnya menjadi miris tak kala melihat Lucy yang bahkan untuk berdiri pun sepertinya tidak mampu
'hah.... apa yang sudah dia lakukan pada lucy' batin george.
__ADS_1
anyelir yang melihat kondisi Lucy dan juga ayahnya yang sedang ditodongkan pistol di kepalanya mengeratkan pegangannya pada pistol yang sedang ia genggam.
Devan menyadari hal itu dan ia membisikan sesuatu yang membuat Anyelir menolehkan kepalanya ke arah Devan dan dibalas anggukan oleh Devan, ia pun mengaktifkan mode rekam dan juga GPS di ponselnya yang tersambung dengan ponsel Jonas yang saat ini telah menuju ke lokasi bersama dengan aparat keamanan.