
Thomas menutup ponselnya, sambil melihat ke arah arena sirkuit barat, saat ini ia berada di ruangan khusus yang hanya dia yang tahu.
kita akan bertemu lagi Dev..entah apa yang sudah kau lakukan terhadap si mata satu.....
Thomas menyesap wine yang ada di tangannya dan memutar-mutar gelas tersebut...
"princess... siapa dia"
Di arena balapan, begitu banyak orang yang hadir untuk menyaksikan balapan mobil antar perusahan demi untuk bertemu dan bekerja sama dengan pewaris keluarga Jhonson.
"Jo.. berhati-hati lah, aku tidak ingin kamu terluka" Devan menepuk pundak sepupu Anyelir yang sekarang sudah seperti adik sendiri untuknya.
"tenang saja, aku sudah belajar balapan sebelum aku memutuskan kembali ke sini dan menemani om Krisna dan Anye.." Jonas ganti menepuk pundak Devan.
"kamu juga jaga diri Dev, agar Anyelir tidak membunuhku...hahaha, aku tinggal dulu ya...aku harus memperbanyak jaringan dengan perusahaan lain"
Jonas meninggalkan Devan, dari jauh Damian sedang menatap laki-laki yang menjadi saingannya tersebut, jika bukan karena lelaki itu harusnya saat ini dia tidak perlu ada disini hanya untuk bisa bertemu dengan Anyelir.
Waktu balapan sepuluh menit lagi dimulai, semua peserta sudah mengenakan pakaian masing-masing, Maxwell pun juga sudah meninggalkan Devan untuk bisa bergabung dengan barisan penonton yang lain
"permisi tuan Devan, ada yang ingin bertemu dengan anda sebentar" seorang laki-laki mendatangi Devan.
"aku??!"
"ya..tuan, hanya sebentar"
Devan awalnya ragu, apakah ini tindakan Murphy, selagi semua orang sibuk dan fokus pada acara, tapi hati kecilnya berkata bahwa dia harus pergi menemui orang tersebut.
"baiklah" Devan pun mengikuti orang tersebut.
Murphy tersenyum puas setelah ia menutup telepon nya.
semoga saja semua sesuai rencana, selamat tinggal Devan..., dan Damian, sayang sekali kamu harus menggantikan posisi ayah angkat mu,, tapi bila tidak maka aku yang akan kesusahan kelak....
Murphy membatin dan puas akan rencana yang sepertinya sudah sangat sempurna tersebut.
"Dev....kau membuatku khawatir!!!"
Jonas menghampiri Devan yang telah menggunakan helm, Julian mengenalinya dari pakaian yang di gunakan oleh Devan.
Kekhawatiran jonas dibalas dengan acungan dua jempol dari Devan, Jonas agak curiga dengan hal itu, namun ketika akan bertanya lagi pengumuman agar para peserta lomba memasuki area balapan, akhirnya ia memutuskan untuk menunda dan melanjutkan untuk segera masuk ke mobil.
Balapan pun di mulai, dengan perjanjian 3 kali putaran maka itulah para pemenangnya yang akan mendapatkan kesempatan bertemu tuan Jhonson.
saat putaran kedua mobil yang di kendarai oleh Damian dan Devan mengalami perubahan keseimbangan.
"George...!!!"
__ADS_1
Anyelir yang menyaksikan secara langsung dalam mobil pengintai sangat terkejut dengan kejanggalan tersebut.
Belum sempat anyelir dan George keluar dari mobil untuk langsung
menuju arena balap, tiba-tiba suara benturan dan ledakan terdengar dari televisi pengintai.
wajah anyelir terlihat seputih kapas, saat di depan layar tersebut ia melihat mobil yang di kendarai oleh Devan terbalik berulang kali dalam posisi terbakar di bagian dan belakang.
"Anye..anyee.....!!!" George seketika panik melihat tubuh anyelir jatuh setelah melihat hal tersebut.
Senyuman lebar tercetak di bibir Murphy, akhirnya ia bisa menyingkirkan dua semut yang selalu menempel pada anyelir.
Mobil yang di kendarai Devan terguling dan terbakar hangus sedangkan mobil yang di kendarai Damian bagian depannya hancur.
terlihat tubuh Damian seperti terjepit.
Arena balap menjadi sangat ricuh dan ramai akibat kejadian tersebut.
Krisna berlari di sepanjang koridor rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa anyelir pingsan.
"George...gimana keadaan Anyelir..."
Krisna mengguncangkan tubuh George.
"anyelir seperti nya sangat shock melihat kejadian tadi..tenanglah, sekarang ia sedang tertidur, saya akan tunggu disini"
"a..apaa maksud mu George?!"
"Devan tidak selamat, mereka disana untuk memastikan benar atau tidaknya jasad itu adalah Devan".
Krisna terduduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"hampir semua mengalami kecelakaan akibat mobil Devan dan Damian yang seperti mengalami gangguan, saat ini polisi sedang memeriksa kasus ini"
"kenapa harus Devan....aku bahkan sangat menginginkan ia untuk menggantikan posisiku menjaga anyelir" Krisna tidak tahan lagi untuk tidak menangis.
"tinggalkan saya Jo..." Maxwell menatap sendu jasad yang ada dihadapannya.
"tapi om .." Jonas merasa tak mampu untuk berkata lagi ketika mendengar suara Maxwell yang amat terasa pilu.
"tolong..." Maxwell kembali bersuara.
Jonas meninggalkan ruangan jenazah tersebut dan melangkah keruangan Anyelir.
Pintu kamar jenazah tersebut terbuka kembali.
"sekali ini saja, menurut lah Jo.."
__ADS_1
Maxwell membalikkan tubuhnya dan terkejut mendapati bukan Jonas yang berada dihadapannya.
"Bagaimana kondisi tubuh Devan??"
"Om Maxwell tidak mengijinkan siapapun membuka penutup kain dari tubuhnya, tadi aku diusir karena ia ingin berdua dengan jasad Devan om.." Jonas menghela nafas panjang.
"aku harus menemui Maxwell"
Jonas menahan tangan Krisna
"tunggulah beberapa saat lagi, aku rasa om Maxwell ingin mengucapkan sesuatu yang tidak ingin kita dengan kepada jasad Devan".
"kau berhasil Murp?!".
"tentu saja tuan, saya begitu bahagia hari ini , karena nyawa orang itu sudah tidak tertolong, namun sayang sekali saya tidak bisa melihat orang yang saya benci meratapi jenazah itu.... hahaha"
"hmm....aku masih belum paham siapa sebetulnya yang ingin kamu hancurkan Murp, dan kenapa hanya Devan dan Damian yang kau incar, kau bilang ada perusahan Krisna juga, dan aku lihat nama Jonas disana, kenapa dia tidak apa2?"
"karena bukan dia yang aku incar, menghabisinya juga tidak akan berarti apapun untuk ku"
"orang yang paling ingin aku sakiti adalah putri dari perusahaan Krisna..namanya princess atau anyelir"
"apa hubungannya dengan Devan dan Damian?"
Murphy pun menceritakan kembali asal mulanya mengapa ia bisa kehilangan sebelah matanya, dan mengapa ia harus menghukum orang-orang terdekat dari perempuan itu.
Thomas pun sekarang memahami mengapa seorang Murphy menjadi begitu terobsesi dan hal ini semakin menarik untuknya.
Thomas juga sudah berjanji pada seseorang bahwa Murphy akan mendapatkan balasan yang setimpal.
saat ini kau boleh amat senang dan menikmati keberhasilan rencana yang kau susun, mata sebelah...tunggu sampai permainan yang sebenarnya dimulai...ini semakin menarik dan sulit untuk aku tinggalkan...
Thomas membatin sambil menghabiskan anggur mewah yang sengaja dipesan Murphy untuk merayakan keberhasilan mereka hari ini.
"om Krisna...aku tidak menemukan om Maxwell di ruangan jenazah, jenazah Devan juga sudah tidak ada, seperti nya dia langsung meninggalkan rumah sakit".
Krisna dan George saling berpandanganq.
"Jo...tunggulah anyelir disini, aku akan kerumah Maxwell".
"a..a..ku ikut pah"
semua mata berpaling dan mendapati Anyelir tengah berdiri rapuh di depan pintu yang terbuka dengan darah yang menetes dari selang infus yang sudah dicabut nya.
"ANYELIR!!!!"
Ketiga lelaki tersebut berteriak bersamaan ketika melihat tubuh rapuh tersebut luruh kembali dan pingsan.
__ADS_1
tak jauh dari ruang tersebut dua buat mata menitikkan air mata, lalu berpaling dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.