
"Sepertinya anda, ada tamu, lanjutkan saja, saya hanya sekedar ingin menyapa"
"tidak apa-apa, masuklah murph"
"wah ternyata ada wanita-wanita cantik di sini"
Devan sengaja memundurkan tubuhnya untuk melihat reaksi Princess
"halo nona, salam kenal" Murphy mengangkat tangannya untuk bersalaman dan Leah meraih tangan Murphy
"Leah"
"kau sangat cantik" Murphy hendak mencium punggung tangan Leah namun segera di berhentikan oleh Thomas
"sepertinya bukan saat yang tepat untuk merayu seorang wanita murph" Thomas melepaskan tautan tangan Murphy dan Leah
"sepertinya kau memiliki bawahan yang pintar bermain dengan wanita thom..., bukankah akan membuat citra mu menjadi buruk?" Murphy memandang tajam pada Princess alias Anyelir, ia tahu gadis ini sangat berbisa ucapannya.
"wah..rupanya ada gadis kecil yang ikut dalam pertemuan orang dewasa, halo nona...kita bertemu lagi" Murphy tersenyum sinis kepada princess
"ah kalian ini .. sudahlah ayo kita bahas mengenai produk mu thom... waktu kita tidak banyak princess" Leah segera menghentikan percakapan yang dia rasa tidak penting karena melihat gelagat aneh antara princess dan juga orang yang memiliki satu penutup mata pada matanya.
"kalian pernah bertemu?" ternyata Thomas tidak menghiraukan perkataan Leah, justru ia penasaran bagaimana bisa Murphy dan princess bertemu.
"kami sudah mengenal jauh sebelum kau mungkin mengenal nona ini, siapa yang tidak mengenal seorang fotografer ya begitu berbakat seperti dia"
"oh...ya kau benar, pasti banyak yang mengenal mu princess"
Devan dan Anyelir hampir saja tidak bisa menahan diri mereka jika saja Murphy mengatakan yang sebenarnya.
"tuan, sepertinya kita harus segera membahas hal ini, karena sekitar 1 jam lagi kita ada janji temu dengan orang lain" James alias Devan mencoba untuk membuat Murphy meninggalkan ruangan ini, namun siapa yang sangka jika Princess alias Anyelir justru mengatakan hal yang tidak terduga.
"sepertinya ada banyak hal yang harus kita bicarakan tuan Murphy..bukankah kita sudah mengenal cukup lama, atau anda tidak ingin atasan anda tahu siapa Anda sebenarnya??"
Murphy mengepalkan tangannya.
"kau sungguh mengenal Murphy, princess??"
"ya..sangat mengenalnya"
__ADS_1
James alias Devan mulai merasa khawatir dengan situasi seperti ini
"well, mungkin kita bisa berbincang lain waktu nona, untuk urusan kita yang belum selesai, aku permisi dulu thom.."
Murphy segera keluar dari ruangan itu, sebelum ia menggila dan menghabisi gadis yang amat sangat ingin ia habisi
"sepertinya kalian memiliki masa lalu yang kurang baik" Leah menyimpulkan kejadian tadi dan menanyakan hal itu pada princess
"ada hal yang memang belum selesai antara kami"
"apakah Murphy pernah menjadi kekasihmu?" pertanyaan Thomas membuat princess tersedak saat ia sedang mencoba menenangkan diri dengan meminum air yang disediakan oleh Thomas.
James alias Devan dengan cekatan segera menepuk-nepuk punggung princess dan memberikan sapu tangannya untuk mengelap air yang terjatuh saat princess tersedak, rupanya tanpa sadar Devan melakukan hal yang biasa ia lakukan saat hal itu terjadi oleh anyelir dan membuat anyelir terdiam sesaat.
"kau tidak apa-apa, tidak ada air yang masuk ke hidungmu?* James alias Devan menanyakan hal tersebut dengan wajah khawatir seperti seorang kekasih yang mengkhawatirkan pasangannya.
Thomas dan Leah saling bertatapan melihat reaksi James tersebut
"ah...aku tidak apa-apa" princess alias Anyelir menyerahkan kembali sapu tangan Devan yang tad digunakan untuk mengelap percikan air yang terjatuh saat ia meminumnya, ia merasakan hal yang aneh, seperti merasa Devan berada di ruangan dan mereka menghirup udara yang sama.
"Baiklah waktu kita tidak banyak, ayo segera kita bahas mengenai objek yang tadi akan kita gunakan untuk produk ini"
Murphy sengaja menunggu diluar gedung, ia akan memastikan anak buahnya bisa melakukan tugas dengan baik, gadis itu telah menabuh genderang dan Murphy akan membalas nya
"pastikan mobil yang ditumpangi wanita itu hancur", Murphy menutup ponselnya setelah memberikan instruksi, cukup lama ia menunggu hingga akhirnya princess alias Anyelir keluar dari gedung tersebut bersama Leah dan James.
Mobil Leah datang, Leah menunduk dan berbicara pada supirnya lalu mobil tersebut keluar dari gedung tersebut dan tak lama terdengar benturan yang sangat keras dan membuat Leah, princess dan James tercengang dengan kejadian tersebut karena baru saja mobil yang seharusnya dinaiki oleh Leah dan Princess tiba-tiba dihantam oleh sebuah truk besar dan menyebabkan mobil berguling dan meledak karena hantaman begitu keras.
Murph...ternyata kau tidak sabar untuk membunuhku
Princess membatin melihat kejadian tadi, sedangkan James alias Devan merasa sedikit lega, untung saja ia berinisiatif untuk mengantarkan mereka berdua ketempat yang dimaksud oleh Princess dan Thomas akan menyusul karena ada beberapa dokumen yang harus ia periksa, sehingga James meminta mereka berada dalam satu mobil dan menunggu Thomas.
"ya Tuhan.., apa yang terjadi??" Leah berteriak histeris
Princess merengkuh wanita itu, karena yakin pasti hal ini baru pertama kali dilihat oleh Leah.
"tenangkan dirimu Leah"
"kita hampir mati princess, bagaimana bisa truk besar itu berada disekitar sini"
__ADS_1
"sebaiknya kalian masuk kembali, aku akan mencoba melihat apa yang terjadi sebenarnya" James menyuruh princess dan leah untuk masuk kembali ke ruangan
Murphy yang melihat rencananya gagal merasa geram.
"kau selalu beruntung, tunggu sebentar lagi, akan aku kejar kemanapun kau pergi"
Mobil yang di tumpangi oleh Murphy keluar dari pelataran dan mengabaikan orang-orang yang sudah banyak berkumpul melihat kecelakaan tersebut.
kau mulai melakukan permainan kotor lagi murph, kau menargetkan orang yang salah, Thomas harus tau hal yang sebenarnya, tapi aku tidak mungkin menjelaskan langsung, apalagi aku belum tau hubungannya dengan Thomas seperti apa
Pikiran Princess dipenuhi dengan berbagai pertimbangan tentang Murphy dan cara kotor yang sering ia lakukan untuk melenyapkan seseorang.
Thomas tengah menenangkan Leah yang sepertinya sedikit trauma karena kejadian tadi.
James alias Devan mendekati princess
"kau baik-baik saja?" menyodorkan minuman dingin kepada princess
Ingin sekali ia memeluk gadis ini dan bersyukur bahwa ia baik-baik saja.
"terima kasih...", princess menerima minuman tersebut dan meminumnya
"sopir yang mengendarai kendaraan tadi kabur, polisi tidak menemukannya".Devan menjelaskan pada princess.
"sudah ku duga" lirih anyelir namun bisa di dengar oleh James
"maaf...??"
"ah tidak..., maaf saya harus pergi, sepertinya kita undur untuk survey tempat, tolong beritahu Thomas, tolong antar kan Leah" Princess hendak beranjak dari tempatnya
"tunggu..aku antar" James berjalan di depan Princess namun princess malah berhenti dan tidak bergerak, membuat James alias Devan membalikkan tubuhnya menatap Princess atau Anyelir.
"saya rasa anda tidak perlu melakukan hal itu, saya bisa pulang sendiri!" Princess menegaskan
Devan tertegun sesaat dan merasa sangat bangga memiliki kekasih yang kuat dan tidak mudah untuk di dekati.
Thomas dan Leah mendekat kepada mereka berdua.
"Princess sebaiknya James mengantarmu pulang, aku akan antar Leah, kau tidak apa-apa kan?" Thomas meminta princess untuk ikut dengan James alias Devan
__ADS_1
'Mari.." James mengarahkan Princess untuk menuju ke arah yang sama dengan Thomas dan Leah.