Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 37


__ADS_3

Hampir satu bulan sejak lepasnya Murphy dari genggaman mereka, dan juga berita bahwa Bramantyo melarikan diri keluar negeri, dan usahanya yang ada di negara ini di pindah alihkan kepada anak angkatnya.


George sedikit kelimpungan karena setelah Anyelir kini Damian pun undur diri dari keluarga dengan alasan urusan keluarga.


Dengan bantuan dari anak buah Devan dan juga Maxwell akhirnya George dan timnya berhasil menemukan keberadaan Murphy, bukan tanpa alasan hingga George akhirnya bertahan di negara ini untuk mengusut tuntas mengenai lelaki bermata satu itu, karena dia merupakan buronan interpol dan itu merupakan tanggung jawab George untuk menyelesaikan sampai menemukan hidup atau mati seorang Murphy.


"informan kita mengatakan bahwa dia ada di negara S saat ini, tapi ada orang berpengaruh di negara itu yang sepertinya melindunginya". Murphy mulai membuka percakapan dimana tidak hanya Devan dan Anyelir ada disana, bahkan Maxwell, Krisna dan Jonas pun ada disana.


"kau benar George menurut info dari orang ku yang ada disana, dia dibantu oleh perusahaan Jhonson, dan ternyata dibalik bisnis otomotif mereka melakukan perdagangan ilegal untuk narkoba".


"Pemimpin perusahaan itu susah sekali tertangkap kamera, hingga saat ini tidak di ketahui wajah dari petinggi perusahaan Jhonson co itu seperti apa".


"Mereka akan melakukan perlombaan balap mobil kalangan atas untuk membangun bisnis yang di biayai oleh perusahaan Jhonson dan kebetulan sekali mereka membuka banyak kamar di hotel kita" Jonas ikut angkat bicara saat itu karena memang benar bahwa hotelnya di kontrak oleh perusahaan tersebut untuk melayani para tamu undangan dari perusahaan Jhonson.


"sepertinya Murphy selalu memiliki penopang yang kuat dibelakangnya".


"pemain baru, tapi sepak terjangnya cukup bagus dikalangan kita" sambung Maxwell sambil mengetuk - ketuk jari tangannya ke atas meja.


"sepertinya lawan kita cukup kuat, ditambah lagi, anak angkat Bramantyo sudah kembali, beberapa teman pebisnis mengatakan bahwa anak angkat Bramantyo ini juga mengikuti acara yang di selenggarakan pihak Jhonson, dia juga perlu diperhitungkan, karena dalam waktu 1 bulan saja berita tentang dirinya sudah wara-wiri di seputar media" tukas Devan yang mengamati pergerakan dari anak angkat Bramantyo


Anyelir yang sedari tadi hanya memperhatikan dan mendengar pembicaraan orang-orang itu akhirnya pun angkat bicara.


"pilih salah satu mana dulu yang mau kita lumpuhkan, aku akan masuk kesana dengan mode penyamaran seperti biasa" tukas anye dengan tegas.

__ADS_1


"akan sangat berbahaya masuk dalam kandang lawan ketika kita tidak memiliki informasi apapun soal lawan kita", sahut Devan yang tidak setuju dengan ide anyelir.


walaupun hal ini sepertinya sudah terbiasa di lakukan oleh anyelir, entah kenapa rasanya ia tidak rela bila harus mengorbankan calon istrinya itu kepada lawan.


"terus apa yang mau kita lakukan, mencari Lucy lain...gitu maksudmu!?" suara Anyelir mulai meninggi.


Sungguh kejadian yang menimpa Lucy membuat Anyelir benar-benar merasa menjadi orang yang paling bersalah disini.


karena dirinya orang yang tidak bersalah pun terluka, terlebih Lucy ternyata masih memiliki adik yang selama ini ia biayai kebutuhannya termasuk kuliahnya di salah satu universitas kedokteran saat ini.


Anye sudah meminta George untuk tetap mengurus biaya yang dikeluarkan oleh pemuda bernama Nick yang menjadi adik Lucy itu, dan karena kondisi kesehatan Krisna juga yang tidak begitu baik pasca insiden pernikahannya, anye belum bisa bertemu dengan pemuda yang sudah kehilangan kakak satu-satunya yang menurut cerita George pemuda itu sangat menyayangi Lucy dan bertekad ingin menjadi seperti Lucy.


"sayang...maksudku....a..aku.." merasa tidak enak dengan kekasihnya itu Devan hendak berbicara lagi namun tepukan di bahu Devan menghentikannya.


"lakukan apapun yang ingin kamu lakukan nak..selesaikan ini dengan cara yang menurut kamu baik.., maka papa akan menunggu kamu kembali untuk menjalani kehidupan dengan normal lagi bersama - sama!"


"OM!!"


Jonas dan Devan berteriak bersamaan.


Segaris senyum miring terlukis di wajah cantik yang saat ini berhambur ke dekapan papanya laki-laki yang sudah menjadi cinta pertama anye dan ia akan memastikan keselamatan ayahnya dibanding keselamatannya sendiri


"kalian tidak perlu berteriak seperti itu" dengus Maxwell.

__ADS_1


" tapi dad..." sanggah Devan tidak rela..ia tau apa yang ada di kepala kekasihnya saat ini, dan ia amat tidak ingin kehilangan anye, jika saja rencana tidak berjalan sebagaimana adanya.


"om..., apa tidak ada cara lain??" Jonas pun terlihat frustasi, hanya mendapati ada wanita lain yang mati kerena menyamar menjadi adik sepupunya itu saja dia sudah merasa sesak di dada, bagaiman bila terjadi sesuatu kepada sepupunya yang imut ini


"maaf jika saya menginterupsi, sepertinya apa yang menjadi keputusan tuan Krisna sudah benar, selama ini anyelir menjadi ahli strategi kami juga dalam kesatuan, dan kami berhasil menggagalkan rencana musuh juga berkat strategi yang ditawarkan oleh anye." George menyela disaat semua sedang fokus pada pertanyaan Jonas.


Menghela nafas kasar...Devan beranjak berdiri dan meninggalkan ruangan tanpa kata-kata, rasanya dia perlu menenangkan diri, dia belum siap untuk hal ini, ia tidak sanggup membayangkan hal-hal buruk terjadi pada gadis yang sudah mengisi hati dan pikirannya beberapa bulan terakhir ini, bahkan panggilan ayahnya pun tidak ia hiraukan.


"Maafkan Devan, sepertinya ia benar-benar takut hal buruk akan terjadi pada kamu anyelir" Maxwell mengerti akan keresahan anak nya.


"Anyelir akan bicara pada Devan Om" anye berdiri dari tempatnya.


"George, tolong bantu jelaskan skema misi round x pada keluarga ku, sisanya aku yang akan jelaskan" timpal anyelir pada George sebelum ia melangkahkan kakinya menyusul Devan.


Round X merupakan sandi yang ada di kesatuan mereka untuk aksi final dimana anye yang akan menjadi si eksekutor dan pemimpin kesatuan.


Devan berdiri tepat di depan taman bunga yang ada dibelakang rumah kediaman anyelir, tatapannya kosong memandang ke arah bunga anyelir yang tumbuh indah dihadapannya, layaknya kekasihnya yang memiliki nama yang sama dengan bunga tersebut hatinya menjadi sedih memandang bunga tersebut.


Menghela nafas kasar Devan memijat keningnya yang tiba-tiba terasa sakit memikirkan semua kekacauan yang terjadi pada hidupnya saat ini.


tiba-tiba epasang tangan mungil melingkar di perut kekar Devan yang berbalut kaos polo berlengan pendek itu, membuat Devan tersentak, dapat ia rasakan hembusan nafas seseorang yang ia yakini adalah kekasihnya, karena tinggi tubuh mereka tidak terpaut jauh, seakan tersengat listrik saat kedua tangan mungil itu mengeratkan pelukannya pada Devan, membuat Devan merasakan getaran dipunggung nya,


'ia menangis...tidak...tidak... anye - nya tidak boleh menangis saat bersamanya' batin Devan

__ADS_1


Devan membalikkan tubuhnya tanpa membiarkan kedua tangan anye terlepas dari tubuhnya dan berganti memeluk anye.., deru nafas mereka beradu, Devan menyatukan keningnya pada kening anyelir, menatap bola mata sendu yang ada di hadapannya saat ini telah menitikkan air mata, sakit...itu yang Devan rasakan, mengapa saat kita menemukan orang yang tepat namun begitu banyak hal menghalangi..apakah ini ujian untuk mereka.


__ADS_2