
Meluangkan waktu bersama selama beberapa hari tanpa memikirkan hal-hal yang membuat hati tidak tenang ternyata cukup efektif untuk Anyelir dan Devan.
Banyak hal yang mereka lakukan bersama, mulai dari berenang, menyelam, memasak dan banyak hal lain yang mereka lakukan bersama.
Devan sengaja ingin membuat momen bahagia bersama Anyelir yang akan selalu di ingat dan dikenang oleh mereka berdua.
"Happy???" tanya Devan saat mereka telah berada di pesawat yang akan mengantarkan mereka pulang ke kota mereka karena akan kembali pada rutinitasnya.
"Sangat...!!" jawab Anyelir sambil menggenggam tangan Devan.
Mereka bertatapan seolah mengatakan bahwa mereka ingin selalu seperti ini selamanya.
"kita akan melakukannya lagi kelak bersama anak-anak kita" mencubit hidung Anyelir sambil terkekeh.
Anyelir hanya dapat tersenyum, hal itu memang sangat ia inginkan.
"Jadi...setelah sampai aku akan berusaha memenangkan lomba itu, Jonas bilang, hanya ada 3 orang yang akan memiliki kesempatan bertemu dan mungkin akan bekerja sama dengan perusahaan Jhonson, bila mampu menduduki peringkat satu sampai tiga"
"jadi maksudnya, kamu tidak akan melakukan balap mobil itu dengan pewaris keluarga Jhonson?"
"ya...dan yang lebih serunya lagi, ternyata anak angkat Bramantyo juga ikut"
"apaa...!!"
"ssttt....kecilkan suara kamu sayang" Devan menempelkan telunjuknya di bibir Anyelir.
"Ian mahir dalam hal ini, berhati-hati lah..."
"kau meragukan kemampuan calon suami mu ini??"
"bukan...bukan begitu maksdnya, tapi kami memang mendapatkan pelatihan itu juga, terkait misi"
"wow..jadi kamu juga mahir dalam hal balapan??
Anyelir memasang wajah tak berdosa nya sambil tersenyum ke arah Devan.
"waah...rasanya sulit sekali mengalahkan calon istriku ini, banyak hal yang kamu kuasai..hmm tapi aku yakin ada satu hal yang kamu tidak bisa lakukan..!!"
"oh ya..? apa contohnya" Anyelir penasaran dengan hal apa yang dia tidak bisa lakukan dan bisa dikalahkan oleh kekasihnya itu.
Damian senang dengan raut wajah yang yang ditunjukkan oleh Anyelir saat itu, ia meminta Anyelir untuk mendekat, dan hal itu dituruti oleh Anyelir.
__ADS_1
"cup.."
Devan menempelkan bibir mereka berdua sekilas, sambil tertawa.
Anyelir yang baru sadar kalau ia telah dibodohi oleh Devan akhirnya ikut tertawa juga.
Melewati malam dengan saling berkejaran dan bersenda gurau merupakan momen bahagia yang sering mereka lewati.
Di kediaman keluarga Jhonson.
"Tuan muda, ternyata begitu banyak perusahaan yang ingin sekali bekerja sama dengan anda"
Murphy yang saat ini menjabat sebagai asisten tuan muda Jhonson ini menyampaikan perkembangan tentang tantangan yang diberikan oleh Jhonson grup bila ingin bekerjasama dan mendapatkan investasi.
"benarkah?...bagus, namun aku hanya akan berkenan untuk bertemu hanya dengan juara 1-3" memainkan gelas wine nya, tuan muda Jhonson berbicara begitu tenang dalam duduknya.
"tentu saja tuan muda"
"coba sebutkan ada berapa perusahaan yang ingin berkompetensi dalam acara ini"
"ini data yang sudah saya kumpulkan" Murphy menyerahkan sebuah dokumen yang berisi nama peserta tersebut.
Thomas membaca dengan seksama beberapa nama perusahaan yang berniat untuk bekerja sama dengannya, tak berapa lama dia tertegun membaca satu nama yang sangat akrab di kepalanya.
"apa anda kenal tuan!,...orang ini adalah salah satu yang ingin saya singkirkan."
Thomas tertegun....masalahnya nama itu mengingatkan dia pada teman seperjuangan nya saat SMA dulu, mereka begitu dekat layaknya Kakak beradik, namun apa katanya tadi, Devan adalah orang yang akan di singkirkan???
"sepertinya nama itu tidak asing"
"benar tuan....dari sepuluh perusahaan yang mendaftar dan sangat penasaran ingin menjalin kerjasama dan bertemu dengan anda tiga dari mereka adalah musuh-musuh yang ingin saya lenyap kan".
"tiga..?"
Murphy pun menjelaskan kepada Thomas siapa saja dari ketiga perusahaan itu yang telah mendaftar dan akan ikut perlombaan balap mobil yang di adakan oleh keluarga Jhonson tersebut.
Thomas terdiam sesaat, dia harus bisa bertemu lebih dulu dengan Devan, namun ia harus mengetahui rencana Murphy terlebih dahulu.
"Menarik...." sudut bibir pewaris keluarga Jhonson tersebut terangkat.
"Anda akan membantu saya kan tuan? mengingat anda juga memiliki dengan salah satu perusahaan tersebut?" Murphy mencoba meyakinkan Thomas agar bisa membantunya.
__ADS_1
"Tentu saja Murphy...jelaskan rencananya..!!"
Murphy pun menceritakan rencana yang sudah ia susun terkait dengan rencana balapan tersebut, ia merasa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk membalaskan dendam dan bisa tenang.
Akhirnya setelah semua persiapan telat dilakukan acara balapan ini akhirnya dimulai.
"aku ikut...!!!" Anyelir bersikeras untuk ikut ke arena balapan bersama Devan dan Julian, namun Devan melarangnya karena ia mencemaskan Anyelir, jika saja di sirkuit tersebut tidak ada Murphy, mungkin Devan dengan senang hati, bahkan mungkin ia akan meminta Anyelir untuk datang sebagai penyemangat.
"Nye...tolong mengerti kondisinya"
"aku bisa jaga diri, aku bukan anak kecil lagi Dev!!"
"aku tahu itu, bahkan kau bisa melukai mata Murphy, tapi apa kamu tidak ingat dengan siapa dia kerjasama, kita bahkan tidak tahu seperti apa pewaris keluarga Jhonson!!"
Krisna, Maxwell dan Jonas hanya bisa saling bertatapan melihat pertengkaran dua orang di hadapan mereka.
"Kalau kalian seperti ini kita bisa terlambat, aku akan menjaga Devan dan Jonas, beberapa tim kita juga sudah standby disana untuk berjaga-jaga" Georg datang secara tiba-tiba dan langsung menghentikan pertengkaran Devan dan Anyelir
"Syukurlah kamu sudah datang George" Krisna menepuk bahu George
Maxwell dan Jonas kembali mempersiapkan barang yang akan mereka bawa
"aku hanya ingin mengawasinya dari jauh, aku tidak ingin Murphy berbuat yang aneh-aneh nanti, karena aku akan mengejarnya."
"kau bisa ikut di mobilku, sekarang biarkan Devan pergi dengan tenang oke..?!"
Devan membelai rambut Anyelir
"tunggu aku bersama George oke.., aku yakin George bisa menenangkan mu"
mereka berdua berpelukan seolah sebentar lagi akan berpisah untuk selamanya.
"ayolah...berhenti dramanya, kita bisa telat" Jonas sudah berdiri berkacak pinggang di hadapan sepasang kekasih tersebut
"Max...aku titip anak ku dan Julian, aku harus ke kantor hari ini karena ada beberapa hal yang harus aku urus"
"pergilah, aku akan mengikuti mereka terus, anak2 buah ku juga sudah ada yang masuk ke dalam arena".
Mereka pun berangkat bersamaan dari rumah krisna dengan mobil yang berbeda.
Sedangkan di arena balapan, Murphy sangat puas dengan hasil kerjanya, ia tidak pernah menyangka akan semudah ini rencananya.
__ADS_1
"satu-satu princess... aku akan menghilang kan satu-satu orang yang kamu sayangi, setelah itu aku akan buat hidupmu terasa di neraka"
"princess!!" Murphy tidak menyadari di dekatnya asa orang ternyata mendengarkan saat ia berbicara sendiri tadi.