Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 7


__ADS_3

Dentuman musik dan hiruk pikuk orang yang berada di tiap sudut ruangan, ditambah banyak nya adegan m***m yang dilakukan dengan bebas membuat gemerlap malam di kota itu menjadi semakin terlihat nyata.


Anye sendiri sebenarnya sudah biasa keluar masuk tempat seperti ini, eeitss..tunggu dulu, dia masuk ketempat seperti ini dalam menjalankan misi, bukan untuk bersenang-senang ataupun mencari kenyamanan one night stand dengan sembarang pria.


Kadang dalam misi penyamarannya ia juga harus dituntut bersikap profesional, seperti melakukan pelukan, menggoda b******n buruannya, namun bukan berarti anye dengan mudah melakukan kontak fisik seperti berciuman atau make out dengan para b******n itu.


Tak jarang juga dalam misinya harus berpura-pura menyamar menjadi pasangan dan tentunya hanya Damian yang pernah sedekat itu dengan anye, namun anye sangat menyayangkan ternyata kedekatan mereka selama ini dianggap Damian lebih dari sekedar profesional kerja, ada campur tangan hati disana, dan anye tidak suka itu.


"Nye...lw ngelamun lagi?" tanya Vania saat mereka sudah mengambil duduk disudut ruangan tempat yang cocok karena dapat melihat hampir keseluruhan ruangan.


"Hmm.., banyak yang lagi gw pikirin Van" jawab anye kurang bersemangat.


"inget Nye...lw harus jagain gw jangan hilang fokus, ntr kalo gw dibawa kabur sama om-om perut buncit gimana??" Vania mencoba menghibur anye dengan menaik turunkan alis nya.


"makanya lw disini aja ga usah kemana-mana, biar aman" kata anye lagi sambil mengecek ponselnya.


"ya kali ke sini cuma buat duduk doang....idih mending gw nonton Drakor aja dirumah" gerutu Vanya sambil matanya mulai jelalatan mencari mangsa.


sedangkan di sudut lain dari ruangan itu yang hanya berjarak beberapa meter, "hai tampan..." wanita bertubuh sintal bak gitar spanyol dengan balutan mini dress dan belahan dada yang sedikit terlihat membuat kesan sexy pada wanita yang sedang berusaha menggoda lelaki tampan yang sudah mabuk berat namun memiliki mata yang meneduhkan dan membuat wanita manapun yang bertatapan dengan lelaki itu pasti dengan senang hati menyerahkan diri dalam pelukan lelaki itu, begitu pula yang akan dilakukan oleh wanita tadi.-


"pergilah...." tepis pemuda itu kala tangan nakal si wanita penggoda itu mulai meraba titik sensitifnya.


"oh ayolah....,, aku butuh penghangat malam ini" bisik wanita itu di telinga lelaki tadi.


'BRUK' lelaki tadi mendorong wanita tersebut dengan kasar hingga terjatuh dan berteriak sangat kencang hingga membuat banyak mata menatap ke arah mereka saat ini.


"PERGI kau J****g !!" teriak lelaki tadi yang tak lain adalah Devan.


sambil berdiri dan berusaha menopang kakinya dengan merambat pada pinggiran meja yang ia dapati, Devan berusaha berjalan meninggalkan wanita tadi dan juga kerumunan yang melihat kejadian dengan sedikit kesadaran yang ia miliki, akibat terlalu banyak minuman yang ia minum hingga membuatnya hilang keseimbangan dan mabuk.

__ADS_1


Awalnya Devan hanya sekedar ingin minum sedikit untuk melepas penat namun entah kenapa perkataan dari sahabat orang tuanya yaitu krisna tepat setelah rapat mereka selesai benar-benar mengganggu pikiran Devan.


Krisna mengatakan bahwa ia menyukai Devan, dan juga sudah mengenal keluarga Devan jauh sebelum Devan dan putrinya lahir, hingga Krisna benar-benar berharap agar Devan mau menerima perjodohan dengan putri semata wayangnya itu, yang Devan sendiri tidak tau seperti apa bentuk dan sifat dari orang yang akan dijodohkan menjadi istrinya itu.


benar kalau Devan selama ini tidak terlalu tertarik dengan para wanita karena menurut Devan, wanita hanyalah sosok yang menyebalkan dan memusingkan kepala.


Devan masih ingin menikmati kebebasan nya dalam berkarir.


' Sreek....bught ...bught'


tanpa Devan sadari kerah jas yang digunakan Devan ditarik dari belakang dan ia menerima pukulan keras pada wajah dan perutnya..


"aaakhhht...." Devan jatuh tersungkur dan pelipisnya pun terlihat mengeluarkan darah segar.


"b******k......mau kemana kau, beraninya kau mendorong kekasihku* teriak seorang lelaki bertubuh tinggi saat ini mengepalkan kedua tangannya berdiri dekat ditempat Devan tersungkur.


"bught'..bught'...bught'


Devan yang masih dalam kondisi hilang kesadaran akibat alkohol yang di konsumsi nya sudah tidak dapat membalas, berdiri saja ia merasa kesusahan, hari ini seperti hari ter buruk untuk Devan.


Anye yang sedari tadi memang sudah memperhatikan tingkah wanita yang menggoda Devan dan juga lelaki yang mengaku kekasih dari wanita tadi merasa muak....berani nya dengan orang mabuk!!


Vania yang terlihat ketakutan mendapati keributan mulai mengencangkan pegangannya pada lengan Anye.


"Lw balik gih ke mobil dan tunggu gw disana, biar gw sedikit main-main disini" pinta Anye pada Vania dengan senyum smirknya


"lw mau ngapain Nye?? jangan gila ya!!" Vania yang sudah tau kalo anye ga akan tinggal diam kalau melihat ada orang teraniaya namun dalam kondisi tidak bisa melawan diperlakukan semena-mena seperti lelaki yang sekarang entah sudah pingsan atau malah sudah mati.


"udah. .nurut aja, gw ga mau nanti lw ikut kena kalo ada di dekat gw" balas anye sambil memberi isyarat mengunakan wajahnya agar Vania segera keluar dari tempat ini dan ia pun berjalan dengan santai menghampiri kerumunan orang-orang yang hanya menjadi penonton, bahkan para penjaga klub itu terlihat tidak membantu sama sekali.

__ADS_1


lelaki yang menghajar Devan yang melihat Devan sudah tersungkur dan sepertinya susah untuk bangun itu pun hendak melakukan penyerangan lagi.


sedangkan wanita yang terjatuh tadi terlihat berdiri dengan angkuh seolah merasa menjadi pemenang.


saat lelaki tersebut akan melayang kan tendangan pada tubuh tak berdaya Devan tiba-tiba.


'bught .. bught'. "aaawwh..s**t* teriak lelaki tadi yang ternyata terjatuh duduk akibat tendangan dan pukulan keras dari Anyelir.


"b******k..siapa kau" berusaha berdiri dan menatap wanita berpenampilan nyentrik dengan Coat setengah lutut dan boot setinggi mata kaki serta masker pada wajahnya berdiri tidak jauh dari tempat Devan tersungkur.


"dia sama gw...rasanya cukup lw bikin dia kayak gini, ga adil kan kalo lw pukul orang yang ga bisa balas pukulan lw" sambil menunjuk Lee arah Devan, dan dengan suara penekanan di setiap katanya anye menatap tajam pada lelaki yang tadi telah ia pukuli.


lelaki yang tidak terima kalau dia harus di pukuli oleh seorang wanita kembali melayangkan pukulan pada anye dan akhirnya terjadilah baku hantam


hiruk pikuk orang yang berteriak menyemangati anye dan lelaki tadi pun mulai memekakkan telinga. namun hanya sekian menit saja anye berhasil menjatuhkan lawannya.


lalu anye berteriak dengan lantang


"SIAPA LAGI YANG MAU GILIRAN!!!"


Aura mendominasi ditambah dengan tidak tersentuh nya anye atas serangan-serangan yang dilakukan oleh lelaki yang tadi berusaha mencelakainya membuat orang yang melihatnya bergidik dan satu-persatu mundur.


"hei KAU...."teriak anye pada wanita yang tadi bersikap angkuh sekarang sedang membantu lelaki yang tadi berniat mencelakai anye untuk berdiri.


"Jangan pernah bikin onar lagi dan menggangu lelaki lain, urus saja lelakimu!!" teriak anye dan membantu Devan untuk berdiri, memapahnya dengan melingkarkan lengan Devan diatas bahunya.


Devan yang sedari tadi masih merasakan pusing sakit di kepalanya dan juga sekujur tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa mendapati dirinya ditolong seseorang.


wangi aroma vanila yang menenangkan masuk dalam penciumannya membuat devan bersyukur masih ada yang mau menolong nya, karena ia tidak sempat dan tak mampu lagi untuk menghubungi asistennya untuk menjemputnya,

__ADS_1


tapi tunggu apa yang menolongnya seorang gadis. Devan setengah sadar saat merasakan jika orang yang menolong nya ini adalah seorang gadis dan tiba-tiba saja tubuh Devan oleng dan hampir saja membuat dirinya dan anye terjatuh bersamaan, untungnya Vania yang sudah melihat anye memapah seseorang keluar dari klub tersebut segera berlari menghampiri dan membantu anye tepat saat lelaki itu hilang kesadarannya.


__ADS_2