Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 51


__ADS_3

"terimakasih sudah mau ngobrol bersamaku princess" Thomas berpamitan.


"tidak masalah, kau boleh kapanpun datang kembali kesini, mungkin nanti kau bisa jadi model untuk foto-foto ku" Anyelir berdiri dihadapan Thomas


"baiklah, mungkin kapan-kapan aku akan bawa temanku kesini, aku tertarik dengan ceritamu tadi, kisahnya hampir mirip dengan temanku"


"baiklah, oh ya...aku cukup baik mengenal Leah, nanti aku akan ajak dia untuk ngobrol bersama dengan kita, aku kira kau pengagum rahasianya bukan?"


aku sekarang mengagumimu, mendengar mu menceritakan kekasihmu tadi rasanya aku ingin sekali menggantikannya....ah Thomas kau sudah gila...


"tentu saja, kita bisa ngobrol bersama, oh ya, bisakah aku minta nomor telpon mu?"


"saat ini aku tidak terlalu tertarik dengan ponsel, aku tidak ingin berinteraksi dengan benda itu dulu, kau bisa cari aku disini, setiap hari di jam yang sama"


Anyelir memang sengaja tidak ingin menjalin kedekatan yang terlalu dini dengan lelaki ini sebelum ia bisa masuk dan bertemu dengan Murphy


"ah baiklah.." Thomas pun pamit dan berbalik meninggalkan tempat itu.


Tak berapa lama Leah menghampiri Anyelir.


"Bukankah itu Thomas?" tanya Leah yang memang sudah mengenal Anyelir sebelumnya


"ya...kau mengenalnya?" tanya Anyelir heran


"kami dulu berada di sekolah yang sama, kami sempat dekat, sebelum tiba-tiba dia menghilang" Leah menatap ke arah hilang nya Thomas diujung jalan


"menghilang??" tanya Anyelir


"ya...ia sempat hilang, namu aku tetap masih bisa mengenalinya walaupun kami tidak bertemu dalam waktu yang lama, aku tau beberapa bulan terkahir ini, ia sering melihat ku diam-diam, tadinya aku ingin sekali menanyakan langsung alasannya, tapi aku tidak punya keberanian" Leah menunduk kan kepalanya


"sepertinya pernah terjadi sesuatu antara kalian"


"ah...ti...tidak ada" Leah sedikit kikuk dengan pertanyaan Anyelir

__ADS_1


Melihat respon Leah, Anyelir paham bahwa gadis ini menyukai Thomas, namun ia tidak yakin apakah Thomas juga memiliki perasaan yang sama, meskipun lelaki itu diam-diam mengamati leah selama ini.


"Dad...kenapa om krisna tidak melarang Anye untuk melakukan hal itu" Devan terlihat sangat mengkhawatirkan kekasihnya.


"Andai saja kau tahu nak...anyelir tidak keluar dari kamar nya selama lebih dari 3 hari dan tidak menyentuh makanan apapun selama itu"


"a..apa dad??"


"kau tau betapa terpuruknya dia saat tahu kalau kau tidak ada, kau yakin masih ingin menutup diri dengan berpura-pura mati seperti ini?!"


"aku harus dad...tidak ada jalan lain, Thomas dan aku memiliki tujuan yang sama"


"dan kau juga harus tahu, bahwa kekasihmu itu juga memiliki tujuan ya sama, yaitu ingin menghabisi Murphy"


"tapi aku tidak ingin dia melarang ku untuk mendekati Murphy setelah kejadian itu, jika aku menampakan diriku"


"sebaiknya kau ceritakan kepada Thomas tentang anyelir, sebelum Thomas mungkin akan menyukai calon istrimu itu, dan pikirkan untuk memberitahunya bahwa kau masih hidup"


Devan terlihat frustasi, sejujurnya ia ingin menjalankan rencana yang sudah disusun bersama Thomas, namun jika anyelir terlibat di dalamnya, Devan yakin akan semakin banyak korban yang akan berjatuhan


Devan hanya bisa mengiyakan saran sang ayah.


Bunyi bel apartemen membuat Thomas menghentikan makannya, ia lalu mengambil telponnya dan menelpon seseorang


"kodenya sudah ku kirim ke ponselmu, masuklah" Thomas pun menutup telpnya, tak berapa lama munculah seorang lelaki yang tak lain adalah Devan.


"kenapa password nya kau ganti?? apa ada masalah?"


"aku merasa tidak nyaman menggunakan password yang masih di ketahui oleh pemilik gedung, oh ya....apa urusan mu sudah selesai? kenapa begitu terburu-buru"


Devan duduk di hadapan Thomas


"apa kau menemui seseorang hari ini thom?" Devan sengaja menanyakan hal ini, ia ingin tahu apakah Thomas akan jujur, ia belum bisa mengatakan bahwa yang ditemui Thomas adalah kekasihnya.

__ADS_1


"ah...ya kau benar, aku menemukan seseorang yang sangat menyenangkan hari ini, andai saja kau ikut tadi Dev" raut wajah Thomas begitu ceria saat menceritakan pertemuannya dengan seseorang tadi, hal ini membuat Devan merasa tidak nyaman.


"apakah kau akan menemuinya lagi?"


"tentu saja!!...aku bahkan ingin mengajakmu Dev"


"oh ya..kapan kau akan bertemu kembali?"


"besok! ya aku akan bertemu kembali dengan nya besok, kau harus bertemu dengan nya Dev....kisahnya dengan kekasihnya hampir mirip dengan yan kau ceritakan..hahaha...ku kira hanya di film saja, ternyata ada juga dalam dunia nyata yang bisa sama kisah percintaan nya"


Devan tertunduk...kau menceritakan kisah kita pada orang yang baru kau kenal Nye...kisah apa yang kau ceritakan??


"kau tahu Dev...wanita ini begitu mencintai prianya, bahkan ia masih memajang foto-foto candid dari si pria di galeri yang aku datangi"


"wanita? galeri?? foto? apa maksudmu" apa yang direncakan oleh Anyelir sebenarnya batin Devan


"sebenarnya aku tadi ingin menemui Leah, kau tahu teman kita saat di sekolah dulu?..namun aku tidak ada keberanian untuk itu, aku takut Leah tidak ingat lagi padaku, kemudian aku bertemu wanita ini yang menangkap basah kelakuanku menjadi penguntit Leah" pandangan Thomas menerawang mengingat kejadian tadi


"lalu kalian mengobrol bersama? apakah wanita itu menarik untuk mu?" Devan memancing Thomas untuk mengetahui pandangan Thomas tentang Anyelir.


"sangat menarik Dev, aku bahkan menyukai nya, saat ia menceritakan tentang kekasihnya lewat foto-foto yang ia pajang, aku ingin sekali rasanya memeluk nya dan memberikan semangat" Thomas mengatakan dengan penuh antusias membuat Devan mengepalkan tangannya didalam saku celananya.


"kenalkan aku padanya thom, sepertinya menarik, dan kau...ingatlah, kau masih berhutang pernyataan pada Leah berapa belas tahun lalu, sebaiknya kau selesaikan itu!!" Devan beranjak dari sofa nya dan masuk ke kamar tempat ia tinggal bersama Thomas ditempat itu.


Thomas menautkan kedua alisnya


bertanya-tanya di dalam hati, ada apa dengan sahabatnya ini, sepertinya moodnya tidak baik.


Devan berdiri memandang langit malam, hembusan angin membuat ia memejamkan matanya mengingat senyuman sang kekasih yang selalu ada di ingatannya, devan mengambil foto yang ada di dalam dompetnya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, foto mereka berdua dalam balutan pakaian pengantin pada hari dimana tragedi itu terjadi dan akhirnya mereka gagal untuk melaksanakan pernikahan mereka.


"aku merindukan mu" bulir bening menetes di ujung mata indah berwarna biru milik lelaki itu.


"aku rindu kamu Dev.." Anyelir menatap foto yang mengingatkannya pada saat terbaik mereka menghabiskan waktu berdua, saat paling bahagia setelah mereka berjanji untuk mengikat janji sebagai sepasang suami istri.

__ADS_1


Angin malam ternyata membawa perasaan pasangan ini merasakan hal yang sama, ikatan di hati mereka begitu kuat, seolah jarak dan waktu tidak akan bisa memisahkan mereka, karena mereka saling memiliki satu sama lain.


__ADS_2