Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 31


__ADS_3

Devan merebahkan tubuhnya diatas ranjang pikirannya menerawang saat ia dan anye berciuman tadi, senyum merekah di sudut bibirnya, jari telunjuk nya mengusap bibir yang tadi di sentuh oleh anye..


'manis'


Devan penasaran apa yang sedang anye-nya lakukan saat ini ya, diraihnya ponsel canggihnya dan beberapa kali tangannya menyentuh hingga ia mendengar suara dan wajah orang yang tak asing lagi.


"stop Jo..berapa kali kita selalu membahas ini !!"


Devan segera menajamkan pendengaran dan juga matanya pada smartphone pintarnya itu, Jonas di kamar anye?!! damn apa yang dia lakukan, Devan membenarkan duduknya dan kembali menajamkan pendengarannya.


"tapi Nye...gw pengen tau lw sebenarnya sama tuh cowok gimana sih, bukannya perjodohan ini juga karena agar kita bisa punya sekutu yang kuat buat hadapin Bram!!?"


terdengar helaan nafas kasar dari Anyelir.


"Jo..., gw tau lw sayaaaaang banget sama gw, dan ga mau gw jatuh ke tangan orang yang salah, tapi Jo...please kasih gw privasi ya..."


"tapi Nye...gw perlu tau perasaan lw sama dia, gw ga mau lw disakitin lagi sama cowok!!"


deg ...


Devan tersentak, dia tak menyangka jika anye pernah melewati masa sulit karena laki-laki.


"please Jo...tolong jangan bahas lagi, gw ga mau denger"


"Nye...Lw bisa tipu semua orang termasuk om Krisna, tiap lw ga bisa tipu gw!!"


"alasan lw keluar dan gabung sama Intel itu jg buat pelarian masa lalu Lo kan?"


"stop Jo, atau gw lempar Lw dari sini"


"Nye...gw suka Lw yang lemah lembut kayak Tante Ayumi, bukan yang model preman pasar kayak gini, kalo lw udah terima Devan lw harus kasih tau dia soal orang itu, gw dengar dari beberapa orang gw, dia sekarang nunjukin lagi batang hidungnya sejak wajah lw muncul di acara peresmian yang diadakan sama koleganya Devan beberapa waktu lalu"


"serah....udah sana keluar dari kamar gw" anyelir mendorong Jonas keluar dari kamarnya, dan menutup pintu dengan kasar.

__ADS_1


"s**t"


anye teringat akan kalung yang diberikan Devan....semoga saja Devan tidak sedang memantau dirinya saat ini.


diujung sana Devan mengacak rambutnya frustasi.


"akkkhhhtt...sial....rahasia apalagi yang aku ga tau!!" geram devan,


_____


Widya menata sarapan dimeja dan menunggu si pemilik rumah yang tidak lain adalah Devan turun dari kamarnya untuk ikut sarapan bersama mereka, Maxwell dan widya memang sudah berada di negara ini sejak 2 Minggu lalu, dan tentu saja mereka hanya bertemu saat sarapan selebihnya mereka semua memiliki aktivitas masing-masing.


Devan menuruni anak tangga sudah mengenakan setelan kerja seperti biasa dan tentunya dengan mood yang tidak baik pagi ini, lingkar matanya yang menghitam menandakan bahwa ia tidak tidur dengan baik, semalam ia berusaha dengan keras untuk membuka semua data yang terkait dengan anyelir dan hasilnya NIHIL, ia sama sekali tidak menemukan kejanggalan apapun, begitu juga dengan latar belakang pendidikan dan juga karier anye, semua terbungkus dengan rapi, dan itu membuat Devan gusar, ia harus bertemu dengan gadis itu.


"loh...loh ..mau kemana kamu Dev??!" Widya menatap ke arah anaknya dengan bingung, karena sesuai kesepakatan mereka bahwa 2 hari sebelum acara dimulai Devan dan anye tidak diperbolehkan untuk memiliki aktivitas diluar, hal ini dilakukan untuk menjaga sesuatu yang tidak diinginkan.


"kerja..!" Devan menjawab dengan datar.


Maxwell melirik pada anak nya dan terkekeh "kalau punya masalah jangan lampiaskan pada wanitaku bodoh?!"


"sayang...bukannya kita sudah sepakat agar kalian istirahat, kita tidak tau kan akan bagaimana nanti rencana dua orang yang bersekongkol itu" Widya mencoba mengingatkan anaknya.


"aku harus bicara sama Anyelir" tegas Devan meletakkan roti yang baru satu gigitan saja, ia sudah tidak berselera makan lagi dan hendak berdiri namun tertahan karena Maxwell mengancamnya.


"hentikan tingkah bodoh mu Dev, emosi hanya akan membawamu pada kematian!! tegasnya


"DAD!!" teriak Widya pada suaminya.


devan menatap ayahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"kau hanya perlu bersabar boy...gadismu penuh dengan misteri, setelah kalian bersatu kau akan tau segalanya...calm down" Maxwell berbicara dengan sangat santai,


Devan terkejut seraya memicingkan mata penuh selidik, dengan perkataan dari daddynya apakah daddynya mengetahui sesuatu?

__ADS_1


Maxwell melirik kearah anaknya yang mendelik kan matanya terlihat amat penasaran dengan ucapannya barusan.


Widya yang telah paham terhadap tingkah laku suaminya ini pun ikut angkat bicara sebelum terjadi badai dimeja makan.


"sudah jangan diteruskan!! Devan...tolong fokus pada pernikahan kalian, setelah itu kamu bisa pelan-pelan mengenal lebih dalam setelah kalian menikah" Widya memperingatkan anaknya


Devan menghela nafas gusar, bunyi telpon menghilangkan fokusnya pada Maxwell dan beralih kepada ponselnya.


"Halo...."


"........"


"apa!!"


"........"


"oke"


Devan melirik pada daddy nya dengan sinis, ia tidak habis pikir kalau ternyata Daddy nya sebenar mengetahui sesuatu,


"apa??" tanya Maxwell yang melihat anaknya menatap dengan sinis padanya.


'ah..dia sudah tau ternyata kalau aku berhasil mengorek masa lalu Anyelir'


"aku yakin kau menyembunyikan sesuatu padaku kan dadd??" tanya Devan dengan tegas pada daddy nya ini.


Maxwell hanya menaikkan bahunya tanda tak peduli, membuat Devan semakin geram pada daddyna.


"bersabarlah nak...kalau dia jodohmu maka apapun itu pasti bisa kalian lalui....sama halnya seperti kami saat ini" ucap Maxwell sambil mengusap punggung tangan istrinya yang berada disebelahnya, Widya hanya bisa tersenyum dengan perlakuan Maxwell, ia pun mendengus dan segera kembali ke kamar nya karena moodnya sudah hilang dan ia hanya ingin berdiam diri di kamarnya.


hal yang sama juga di rasakan anyelir sepertinya hati mereka telah terhubung, namun masalah yang dihadapi keduanya jauh berbeda, anye dan Devan memutuskan untuk tidak bertemu menjelang hari H bila tidak ada hal yang penting, ini dilakukan untuk menambah energi saat mereka bertemu nanti, karena entah apa yang akan terjadi saat hari pernikahan mereka.


lamunan anye beralih pada ucapan Jonas tentang sosok 'Dia' yang di singgung oleh Jonas tadi malam, Jonas benar, dia yang telah menghancurkan harapan anye saat hati anye telah sepenuhnya berharap kebahagiaan bersamanya.

__ADS_1


cinta masa remaja yang berharap lanjut namun pupus karena pengkhianatan dan itulah yang membuat Anyelir melarikan diri keluar negeri karena memang ia tidak ingin lagi bertemu dengan orang yang sudah memberikan banyak luka pada dirinya.


'sial...kapan bisa hidup tenang, apa jalan yang gw ambil selama ini salah, tapi kalau dulu gw tetap disini, ga bisa kebayang dengan apa yang bakal dia lakuin...haahh...mungkin memang gw harus bicara sama Devan, semoga Devan bisa terima kehidupan gw yang ruwet' anye membatin dan merebahkan tubuhnya kembali, dia harus memiliki banyak tenaga untuk esok hari pernikahan nya.


__ADS_2