Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 39


__ADS_3

"Morning princess" Krisna mengecup kening putrinya yang saat ini tengah menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Morning pa.., kemana para lelaki itu?? aku kira mereka habis Olga sama papa"


"Tadi sih papa liat mereka lagi ngobrol di ruang gym"


"aku panggil dulu ya pa...biar kita sarapan bareng" sebelum kakinya melangkah, ternyata dua lelaki yang di bicarakan memasuki ruang makan


"pagi sayang.." kecupan ringan pada kening Anyelir diberikan Devon.


"cih.. pagi-pagi udah mesum aja, inget ini rumah calon mertua, masih calon, jangan bablas" Jonas makin gemas melihat pasangan yang kasmaran namun gagal nikah itu memamerkan kemesraan di depannya


"ngiri bilang bos!!" tutur Devan


"sudah...sudah ayo makan, kalian mirip tom and Jerry aja, sudah ayo sarapan dulu, Jonas nanti setelah makan siap-siap kita ke kantor" Krisna menengahi perdebatan keponakan dan calon menantu nya yang kerap terjadi setiap mereka menginap dirumah tersebut.


Anyelir hanya bisa menahan senyumnya, pemandangan seperti ini lah yang ia inginkan ketika ia menikah kelak, sungguh ia ingin sekali merasakan hidup normal yang benar-benar normal sebagai keluarga.


"Kapan kamu masuk dalam bisnis Bramantyo" Devan menanyakan tentang rencana Anyelir untuk bisa masuk dan berkenalan dengan anak angkat Bramantyo yang saat ini mulai menampakan keberadaannya, tanpa memperlihatkan jati dirinya


"hari ini George membuatkan Janji ketemu dengannya, ini sudah yang ke empat kali George membuatkan jadwal perubahan bertemu, namun sering kali janji tersebut dibatalkan sepihak dari mereka"


"aneh...apa dia menaruh curiga pada bisnis yang ditawarkan George"


"George biasanya menggunakan perusahaan yang sudah maju dan terdaftar, dan pengelolaan perusahaan tersebut mayoritas merupakan orang-orang dari badan intelejen yang sudah tidak aktif, kami memiliki bisnis diluar pekerjaan sebagai Intel"


"aku baru dengar ada perusahaan seperti itu, berarti nanti kalau kamu pensiun bisa langsung masuk di perusahaan itu dong tanpa tes??" Jonas penasaran dengan adanya perusahaan yang dibangun oleh pemerintah dan mempekerjakan orang-orang yang telah bebas tugas dari badan pertahanan negara yang cukup bergengsi tersebut.


Anyelir membenarkan pertanyaan Jonas tanpa menjelaskan lebih lanjut, karena ponselnya berbunyi.


"ya George....oh akhirnya, baiklah, apa...? Dinner? oh...baiklah"


Anyelir menutup telepon nya, dan semua laki-laki itu menatap padanya meminta penjelasan tentang telepon tadi


"Anak Bramantyo sudah mau bertemu, tapi dia minta dalam bentuk makan malam...berdua, karena dia baru tau kalau klien yang akan di temui itu perempuan" melirik pada Devon yang saat ini tengah mengepalkan tangannya.


"ga anak, ga bapak kok sama aja itu kelakuan, calon playboy cap Kampak"

__ADS_1


"Jo.., aku rasa memang begitu mungkin cara kerjanya, kita ikuti saja alurnya, tenang saja, George pasti menjagaku" tutur Anyelir


"aku ikut!" tegas Devan


"sayang...tapi ini.."


"papa rasa tidak ada salahnya usulan Devan, kamu perlu ditemani, mungkin Devan akan menunggu bersama dengan George, memastikan kondisi kamu aman nak!" Krisna pun angkat bicara melihat akan ada ketegangan lagi dalam pembicaraan mereka..


"baik pa..." Anyelir sudah tidak mau lagi untuk membantah


...****************...


"Meja atas nama Bramantyo Group"


"silahkan nona..., saya antar" pelayan tersebut mengantarkan anyelir ke sebuah ruangan private.


"George, kenapa ruangannya harus private??" Devon merasa kecolongan dengan kondisi tersebut.


"aku juga kaget, tiba-tiba minta di ganti private karena dia tidak mau ada skandal bila dilihat makan malam bersama seorang perempuan"


"sepertinya orang ini berbahaya George, apa kamu pasang kamera pengintai?


sedangkan di dalam ruangan, Damian sengaja berdiri menghadap ke arah jendela saat ia tahu bahwa yang ia temui adalah Anyelir.


"permisi tuan, tamu anda sudah tiba" suara pelayan resto yang mengantarkan Anyelir, Damian pun mengangguk kan kepalanya.


Setelah pintu di tutup, Damian membalikkan badan dan tersenyum kepada Anyelir.


"Duduklah..." Damian mempersilahkan anyelir untuk duduk.


jika saja itu bukan Anyelir, dapat dipastikan bahwa penyamaran akan segera terbongkar, namun anyelir masih berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya, mengetahui bahwa partner dan seniornya yang selama ini bekerja dengan nya adalah anak angkat dari musuh papa dan juga dirinya.


Damian dengan santai menuliskan sesuatu di kertas yang memang sudah di siapkan sejak ia tahu bahwa yang akan ia temui hari ini adalah Anyelir.


Tidak perlu berpura-pura lagi princess, aku sudah tau itu kamu, walaupun kamu ubah tampilan wajahmu menjadi nenek-nenek sekalipun.


Damian menyerahkan kertas tersebut kepada Anyelir

__ADS_1


Anyelir tersenyum, ternyata Damian sudah tahu bahwa ia sedang dalam mode penyamaran, pasti Damian tidak kan asing dengan nama perusahaan yang di gunakan sebagai perusahaan bayangan untuk misi Intel.


Ketika Anyelir mau bicara Damian segera menempelkan telunjuknya di bibir dan memberikan kode agar mereka berkomunikasi melalui kertas.


Bagaimana bisa kamu jadi anak angkat Bramantyo??


Anyelir langsung menanyakan hal yang memang sejak awal ia masuk dan mengetahui bahwa Damian yang ada di hadapannya, hal ini merupakan satu dari sekian banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Damian.


*aku akan cerita semua selama tidak ada alat apapun di tubuh kamu.


apa tidak akan berbahaya aku bertemu tanpa bantuan alat sadap dengan lawan ?


apa sekarang kamu sudah anggap aku sebagai lawan mu, princess*??


Anyelir hanya tersenyum dan mengangkat kedua tangannya


George dan Devon sedikit cemas karena tidak mendengar apapun sejak anyelir dipersilahkan duduk.


"aku masuk George...!!" Devan tidak sabar karena ia khawatir dengan Anyelir


"George menahan tangan Devan saat mendengar seseorang mulai berbicara.


"mari kita makan nona.., urusan bisnis, kita bicarakan nanti" suara Damian mulai terdengar.


Devan dan George terlihat mulai santai, karna sudah bisa mendengarkan suara mereka, tanpa mereka sadari kalau di dalam ruangan tersebut, Damian dan Anyelir telah sepakat untuk bertemu kembali tanpa adanya alat penyadap.


pembicaraan mereka lakukan seperti dua orang yang baru saja berkenalan, segalanya berjalan lancar dan tidak menimbulkan kecurigaan, hal ini memang sering mereka lakukan saat di kesatuan, karena mereka memang harus mempertahankan kerahasiaan identitas mereka


"tidak ada hal yang aneh, menurutku Anyelir sudah menjalankan perannya dengan baik" tutur George kepada Devan


Devan sendiri tidak terlalu sepakat dengan apa yang dikatakan Georg, karena seperti ada hal yang janggal.


Anyelir terlihat keluar dari dalam ruang private dan segera menaiki mobilnya, disusul dengan Devan dan George dibelakang nya


Devan segera melakukan panggilan agar anyelir segera menepi


"sayang..kamu tidak apa-apa" Devan segera menghampiri mobil anyelir.

__ADS_1


"aku baik saja...tidak perlu khawatir"


mereka melanjutkan kembali perjalan ke rumah anyelir untuk membahas hal lainnya terkait pertemuan dengan anak angkat Bramantyo


__ADS_2