Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 19


__ADS_3

Memandang hiruk pikuknya lalu lintas dibawah sana dari atas gedung yang hanya dilapisi kaca transparan, merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh Murphy di negara A, setelah hampir dua tahun ia bersembunyi dari kehidupan yang ia jalani di negara B hingga kasus yang mengaitkan namanya dinyatakan di tutup dan selesai, kini Murphy bisa sedikit merasakan kebebasan nya kembali, meskipun ia juga tidak bisa berlaku seenaknya karena saat ini ruang geraknya tertahan oleh seorang Bramantyo, pengusaha sukses yang secara kebetulan menemukannya dan dengan mudah mengetahui seluk beluk tentang kejahatan yang pernah Murphy lakukan, semudah ia memberikan Murphy segala fasilitas yang mahal semata-mata agar mendapatkan kesetiaan dari seorang Murphy, satu hal yang harus di sesali Bramantyo adalah menjadikan Murphy sebagai partner kerjanya yang mana hal ini bisa mengancam bagi kehidupan Bramantyo kedepannya.


"dimana dia sekarang, aku harus mencarinya dan membalaskan luka ini.... " gerutu Murphy yang berbicara sambil menyentuh ujung matanya yang tertutup lapisan metal dari baja yang di desain khusus untuk menutupi luka menganga pada matanya


Murphy menggeser kursi yang ia duduki untuk menghadap pada meja dan membuka sebuah map yang berisikan data seseorang gadis yang menjadi tujuan kenapa dirinya bisa berada di negara A saat ini.


'cantik juga....rasanya sudah lama sekali tidak menyentuh wanita lugu seperti ini' diamatinya foto gadis itu, senyuman jahat terukir jelas disudut bibir Murphy


drt.. drt...


suara ponsel diatas meja menyadarkan Murphy, nama Bramantyo terlihat di panggilan masuk.


"ya.."


"......"


"aku sudah melihatnya"


"......."


"jadi apa rencanamu"


"......"


"kau yakin ingin secara terang-terangan melakukannya"


"........"


"baiklah akan aku lakukan, bukan perkara sulit, tapi ide mu brilian...boleh aku bermain-main dulu dengan gadis itu"


"....."


"hahahaha.....ternyata tidak dapat ibunya kau ingin anaknya...dasar pak tua"


"....."


"oke..oke maafkan aku, bye" kekehan kecil dari bibir Murphy setelah mendengar penjelasan dari siapa lagi jika bukan Bramantyo.


'Bram...Bram..., kau salah memilihku menjadi partner mu sebentar lagi semua ini akan jadi miliku, hahahahah' gumam Murphy dalam hatinya.

__ADS_1


Sementara itu dikediaman Krisna sedang dihebohkan dengan datangnya sebuah paket yang berisikan bangkai tikus dengan tulisan darah di kertas berisikan ancaman.


"Tuaaaan....tuaaan.., tolong.., teriak salah satu asisten rumah tangga Krisna" Krisna dan Jonas yang sedang berbicara serius sontak melompat dari kursi mereka dan berlari menuju asal suara.


"ada apa...?" tanya Krisna setengah berteriak sebelum ia berdiri di tempat seorang asisten perempuan terduduk sambil menutupi wajahnya karena ketakutan sedangkan yang satu lagi berusaha menenangkan temannya yang histeris karena melihat isi paket yang di kira adalah kue karena kardus yang digunakan adalah kardus kue hantaran.


Jonas segera berjongkok dan membuka tutup kotak kue tersebut dan spontan langsung hendak muntah melihat isinya, sedang Krisna yang melihat pemandangan itu hanya menautkan keningnya, hatinya mengatakan akan ada sesuatu yang buruk terjadi setelah ini.


"om..!!" Jonas setengah berteriak pada Krisna saat Krisna mendekati kotak tersebut dan mengambil secarik kertas yang terselip di dekat bangkai tikus yang berdarah-darah tersebut.


"AKU INGIN PUTRIMU!!!!"


begitulah isi dari tulisan berdarah yang ada di kertas tersebut.


tanpa memperdulikan tangannya yang terkena darah dari bangkai tikus tadi, Krisna meremas kertas ancaman tersebut, ia langsung bergegas keruang tengah untuk mengambil ponselnya yang tadi diletakkan di meja saat ia dan Jonas sedang berdiskusi.


Jonas yang melihat aura kemarahan dari wajah om nya itu pun segera mengambil inisiatif untuk menelpon anyelir, ia harus memperingatkan sepupu kecilnya itu agar berhati-hati karena ada orang yang menginginkannya.


Krisna tidak memperdulikan lagi tangannya yang sudah berlumur darah, diambilnya ponsel dan segera menghubungi seseorang.


Tut....Tut....Tut....


Krisna: Brengsek....apa mau mu Bram!!!


Bram: hei....apa maksudmu...??!


Krisna: tidak usah bertele-tele Bram, apa yang kau inginkan..?? jauhi putriku!!


Bram: aah....putri mu ya....benar..dia mirip sekali dengan Ayumi (sambil terkekeh)


Krisna: apa mau mu Bram??!


Bram: rupanya kau sudah mendapatkan pesan ku hmm?!!


Krisna: jangan sentuh anak ku!!


Bram: we'll see Kris...klik


Bramantyo mematikan panggilan sepihak dan tertawa puas, Murphy sudah bekerja pikirnya.

__ADS_1


Krisna: hallo ...Bram.....


"B******k!!" umpat Krisna, ia memejamkan matanya dan kembali menghubungi seseorang melalui ponselnya.


Jonas melihat nanar pada om nya yang ia ketahui tidak pernah mengumpat dan juga marah seperti saat ini, ternyata om nya yang dikenal baik hati itu juga mempunyai sisi sangar saat nyawa anak semata wayang terancam.


"aaakkkh...." teriakan Krisna membuyarkan lamunan Jonas.


"om.....ada apa!!" Jonas menghampiri Krisna yang berteriak tiba-tiba.


"Anyelir...Jo..kamu tau Dia berada dimana??!!" tanya Krisna terlihat panik.


"Om tolong tenang..., aku sempat chat dengan anye, dia ada di negara B sedang ada pekerjaan fotografi" jelas Jonas pada Krisna.


"Negara B, berarti itu.... Maxwell!!!"


Krisna kembali melakukan panggilan kali ini ia menghubungi Maxwell, Krisna tidak peduli perbedaan waktu antara negara A dan negara B, yang ada dipikirannya saat ini bagaimana caranya agar anyelir ada yang menjaga, dan akhirnya panggilan dijawab setelah dering ke tujuh kalinya


Krisna: Max....!!


Maxwell: Kris..?!


Krisna: Max, maaf kalau aku ganggu waktumu tapi tolong aku butuh bantuanmu, anyelir dalam bahaya!!


Maxwell yang belum sadar sepenuhnya dari tidurnya mendadak membulatkan matanya dan segera beranjak dari ranjangnya membuat Widya yang ada disampingnya pun terbangun, namun segera Maxwell memberikan kode bahwa ia sedang menerima telepon penting.


Maxwell mendengarkan dengan seksama apa yang baru saja terjadi, ia cukup terkejut mendapati dalang yang melakukan hal itu adalah Bramantyo, orang yang dulu begitu terobsesi dengan Ayumi, istri Krisna.


Krisna bisa bernafas dengan lega karena ternyata Devan juga sedang perjalanan bisnis ke negara B dan Maxwell juga menenangkan Krisna agar tidak perlu khawatir karna Anyelir akan aman bersamanya.


"kita sebaiknya lebih hati-hati mulai saat ini, Bram bukan lawan yang mudah Jo..." lirih Krisna.


"aku akan selalu ada disisi om dan anye, tenanglah, dan bersihkan tanganmu dulu om, beristirahatlah" Jonas mencoba menenangkan Krisna, biar bagaimanapun Jonas sudah menganggap Krisna sebagai pengganti sosok ayahnya yang telah tiada.


"tolong suruh mereka membersihan pake tadi Jo...dan tinggallah sementara disini, ragaku sudah lelah bila harus melindungi anyelir sendirian" pinta Krisna pada Jonas, melihat bagaimana terpuruknya Krisna saat ini membuat Jonas menjadi tidak tega untuk meninggalkan om nya ini.


"baik om..., istirahatlah...aku akan komunikasi dengan anyelir agar ia segera kembali" jawab Jonas dan mencoba menguatkan Krisna agar anyelir bisa tinggal di rumah yang cukup besar itu.


Krisna memandangi foto keluarga dan foto mendiang istrinya, yang memang sengaja ia simpan di atas nakas agar ketika ia merindukan istrinya ia dapat memeluk dan berbicara dengan bingkai foto istrinya itu

__ADS_1


__ADS_2