
Devan dan Anye tiba di bandara negara A namun sebelumnya mereka sempat mampir ke apartemen George untuk mengambil dan mengantar beberapa berkas yang diperlukan, sekaligus mengenalkan Anye dengan penggantinya yang akan berperan sebagai princess, gadis yang memiliki tekstur tubuh dan gaya yang memang mirip dengan apa yang digunakan princess tersenyum saat dirinya diperkenalkan oleh George, gadis ini berasal dari kesatuan khusus negara x yang sengaja diminta khusus untuk membantu tim george, ia juga memiliki kemampuan menggunakan belati dengan baik, sama seperti anyelir, rencananya gadis ini juga yang akan menjadi partner Damian kedepannya, karena partner-partner yang telah di pasangkan dengan Damian semua menyerah karena Damian selalu membandingkan sosok Anyelir dengan mereka.
Jonas yang diminta khusus oleh Krisna untuk menjemput anyelir saat ini telah tiba di depan bandara.
namun matanya menangkap sesuatu yang aneh, ia merasa ada seseorang yang membuntuti nya.
bertepatan saat itu anye berteriak dan melambai pada Jonas, dengan devan yang berdiri disebelahnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang anyelir secara posesif.
Jonas lupa akan kecurigaan yang tadi ia rasakan, karena teralihkan melihat pemandangan di depan matanya dimana sosok Anyelir yang biasanya sangat tidak suka dan bisa menjadi sangat bar bar bila ada laki-laki yang memeluknya sembarangan kini terlihat biasa dan santai sekali dipeluk seperti itu oleh Devan seorang anak pengusaha digital terkenal di negara B yang kini dijodohkan dengan anye, apa mungkin anye sudah menerima lelaki itu, wah...ia benar-benar ketinggalan berita seputar sepupu tengilnya ini, setahu Jonas anye hanya mau berdekatan dan dipeluk olehnya saja karena mereka memang masih memiliki hubungan darah jadi Jonas maupun anye sering berpura-pura menjadi sepasang kekasih dulu agar tidak perlu repot-repot mengurusi orang-orang iseng yang hendak mendekati mereka, dan mereka memang sudah terbiasa berpelukan sejak mereka kecil.
"Joooo....." baru saja anye akan berhambur kedalam pelukan Jonas yang sudah merentangkan tangannya lebar, tiba-tiba tubuhnya ditarik hingga bertubrukan dengan dada bidang milik Devan.
Jonas melongo melihat pemandangan itu dan tidak terima kalau sepupu nya diperlakukan kasar oleh orang lain.
"ouch....."pekik anye saat tubuhnya tiba-tiba membentur dada bidang Devan
"hei....tuan Devan, bisa tidak jangan kasar sama perempuan!!" seru Jonas dan akhirnya mereka bertiga pun menjadi tontonan gratis orang yang berlalu lalang di pintu kedatangan itu.
"ada masalah?" tanya Devan dingin
meskipun ia tahu kalau Jonas sepupunya Anyelir tetap saja dia tidak suka ada orang yang ingin menyentuh kekasihnya, apalagi bisa memeluk tubuh anye
anye yang masih merasakan sakit pada ujung hidungnya karena hentakan Devan yang cukup keras tadi membuat hidungnya membentur pundak Devan cukup keras, hanya bisa mendengus kesal pada Devan
"sudah-sudah....kalian ini bikin malu saja" gerutu anyelir yang tiba-tiba berjalan meninggalkan dua lelaki yang bertengkar tidak jelas.
"ANYE..." seru keduanya bersamaan dan saling pandang kemudian segera berlari mengejar anyelir.
Akhirnya ketiga orang itu berjalan sejajar.
__ADS_1
"Sayang, maaf..." Devan merengek manja pada anye.
"Nye..., jangan marah sama gw dong kan yang salah co lw tuh" Jonas membela diri
"eh enak aja, salah ku apa" Devan sekarang yang protes bela diri
"masih ga sadar kalo salah..cih" kini giliran Jonas yang kesal.
Anye yang berada di tengah mereka tiba-tiba berhenti melangkahkan kakinya saking kesal pada dua laki-laki yang kelakuan nya seperti anak kecil ini.
namun tanpa anyelir sadari tiba-tiba tubuhnya tengkuknya dipukul benda keras dan ia pun jatuh pingsan.
Jonas dan Devan yang menyadari anye berhenti mendadak seketika membalikan tubuh mereka bertepatan dengan teriakan dari seorang wanita yang melihat anyelir dilumpuhkan dan dibawa kabur.
Devan dan Jonas membeku seketika melihat kejadian yang begitu cepat kemudian tersadar dan segera berlari mengejar tubuh Anyelir yang tengah diangkat bagai karung berat oleh seorang lelaki yang berlari cukup cepat.
Beruntung dalam aksi kejar mengejar itu, digagalkan oleh aksi seorang nenek-nenek yang dengan berani menjegal orang yang menggendong anyelir hingga tersungkur bersamaan dengan tubuh Anyelir yang juga ikut terlepas dan terlempar karena aksi nenek-nenek tadi, hampir saja kepala anye akan membentur ujung kursi dengan sigap Devan yang telah lebih dulu mendekat segera melompat menangkap tubuh Anyelir hingga mereka terjatuh bersamaan dengan tubuh anye berada di atas tubuh Devan.
Jonas yang tiba setelahnya langsung menghajar orang tersebut membabi buta hampir saja orang itu kehilangan nyawanya kalau saja satpam bandara tidak menghalau pukulan Jonas pada penjahat yang ingin menculik anye.
Murphy yang melihat kejadian tersebut dari mobil yang sengaja diparkir untuk menjemput pria yang menggendong Anye tadi memukul setir mobilnya dengan keras dan langsung pergi meninggalkan area parkir dengan kesal.
"BODOH" gerutu Murphy kesal.
______
Bau menyengat alkohol dan obat-obatan menyeruak kedalam penciuman anyelir, ia membuka kedua kelopak matanya perlahan, sebuah tangan dan suara yang sangat familiar memenuhi telinganya.
"Anye...sayang, kamu sudah sadar??"
__ADS_1
Krisna menggenggam jemari tangan anaknya dan satu tangannya mengusap pucuk kepala anye dengan sayang.
"pa..pa.." seru anye serak, Krisna yang melihat tayangan amatir berita terkini segera bergegas menuju bandara dan membawa anyelir ke rumah sakit bersama Jonas karena luka bekas pukulan membabi buta pada tangannya membekas, sedang Devan mengurus lelaki yang berusaha untuk menculik kekasihnya itu, dia berpesan pada orang suruhan nya untuk memantau terus dan mencari info mengenai siapa orang yang memberikan perintah penculikan gadisnya itu.
"minumlah dulu" kali ini suara Devan yang menyodorkan air mineral kepada anye, sambil membantu anyelir untuk duduk.
Sedangkan Jonas berdiri tepat diujung ranjang dengan kedua tangan terlipat di dada, matanya menatap tajam pada anyelir dan tubuhnya menyandar pada dinding dingin ruang gawat darurat itu.
"kita pulang ya sayang" papa anyelir menguatkan genggaman tangannya pada putri nya ini.
"papa...anye baik-baik saja kok, jangan khawatir ya.., anye tadi lengah makanya ini terjadi" anye berusaha menenangkan papanya, ia tahu kalau ayahnya ini tidak bisa melihat dirinya terluka.
Devan, menghela nafas dengan berat, hampir saja ia kehilangan wanita yang dicintanya
"ini salah Devan om..maafin devan, kalau saja Devan lebih waspada.."
"iya emang ini salah lw..." Jonas menimpali perkataan Devan saking ia kesal pada Devan, andai saja dia tidak berulah tadi mungkin mereka bisa langsung pulang dan anye tidak celaka.
"ish..kalian ini bisa tidak sih jangan berantem,....papa..." rengek anye pada papanya.
"sstt....sudahlah kalian berdua biarkan anak om istirahat dulu, anye akan pulang sekarang karena dia sudah sadar" tegas Krisna pada dua lelaki yang ada disampingnya.
"aku ikut om" Jonas dan Devan berbarengan menawarkan diri.
Krisna hanya tersenyum melihat kelakuan kedua lelaki dewasa yang sama-sama menyayangi putrinya itu
"ya ..kalian ikutlah semakin banyak yang menjaga anye akan lebih baik"
lalu Krisna segera menuntun anye yang sudah diberikan ijin oleh dokter untuk pulang bila sudah sadar, karena tidak ada luka serius akibat kejadian yang menimpanya tadi.
__ADS_1