
Murphy berjalan dengan dagu terangkat di sepanjang lorong menuju ruangan Thomas.
tok...tok...tok
"selamat pagi semua" dengan senyum andalannya, Murphy masuk kedalam ruangan Thomas
"hai Murphy" Thomas menyapa Murphy tetap dengan wajah palsunya, sebetulnya ia sudah sangat membenci laki-laki ini
"ku dengar ada yang tertimpa musibah kemarin?" melirik pada James
"ya dan orang itu aku, tuan Murphy!!"
"wow santai saja James"
"sepertinya ada masalah antara kalian berdua?" Thomas berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi, padahal pagi ini saat sarapan bersama di apartemen, Devan sudah menjelaskan semuanya.
"ah...kau pasti tahu bagaimana cara kerja ku tuan Thomas" Murphy menatap Thomas seolah meminta persetujuan bahwa tindakan yang ia lakukan pada James adalah benar
"wow...jadi maksud mu, hari ini James mengalami luka-luka ditubuhnya akibat dirimu Murphy?"
Thomas mencoba senatural mungkin untuk membuat kesan bahwa ia tidak merasa terbebani dengan perilaku Murphy
"well, aku tidak suka bila aktivitas ku di ketahui orang luar thom"
"owh..apa mungkin kau memiliki aktivitas lain diluar selain yang berhubungan dengan perusahaan ku murph?"
"kau cukup cerdas nak...ada beberapa hal yang aku lakukan dan kau tenang saja, ini tidak akan mempengaruhi bisnismu"
"oh baiklah Murph, aku percaya padamu, hari ini aku bisa bekerja dengan tenang untuk mempersiapkan produk baru yang segera akan aku presentasikan ke masyarakat"
"oh...bagus, bagaimana jika kau memberikan pekerjaan itu kepada tuan James kita, agar ia lebih bisa fokus untuk pekerjaan yang seharusnya ia tangani, bukan begitu tuan James??"
Devan mengeraskan rahangnya sesaat, untungnya hal itu tidak di lihat oleh Murphy
"tentu saja jika memang tuan Thomas meminta saya melakukannya"
"good!!" Murphy tersenyum puas, untuk sementara waktu ia akan aman
"jadi masalah selesai kan?? kalau begitu, infokan aku untuk semua urusan kantor via emai, aku dan James akan fokus mengurus produk yang akan kita luncurkan dalam beberapa pekan ke depan"
Murphy tersenyum puas, awalnya ia ingin menyingkirkan James selama beberapa hari karena ada beberapa transaksi yang akan ia selundupkan Keluar negeri.
__ADS_1
"ok thom, kau bisa percaya padaku"
Thomas pun beranjak dari ruangannya di ikuti Devan.
"kau yakin thom, meninggalkan perusahaan ditangan orang gila itu!!?"
Devan tidak habis pikir dengan kelakuan Thomas
"perusahaan ku di sini hanyalah sebagian kecil dari milik keluarga ku Dev.., ternyata keluarga Jhonson amat kayak...hahahahah" Thomas tertawa lebar.
"dasar gila...., terlalu lama miskin sekarang kau senang bisa menghamburkan uangmu thom??"
"hei...hei...jaga bicaramu sob...kau tidak ingat sekarang aku bisa menghilangkan mu selamanya" cengiran Thomas membuat Devan ingin memukul wajah tirus itu karena kesal.
"terserah thom..terserah" Devan masuk kedalam mobil.
Anyelir dan Leah sudah tiba di studio yang digunakan Thomas untuk mengambil produk-produk terbaru mereka, beberapa model juga sudah ada di sama dan siap untuk mengikuti arahan dari fotografer studio
"kenapa bukan kau yang menjadi fotografer dari model-model itu"
Leah heran karena, menurut Thomas, dia akan menggunakan jasa fotografi Anyelir untuk debut produk mereka yang baru, namun ternyata di studio ini sudah ada fotografer yang mengambil foto dari produk dan juga model yang memegang produk.
"aku bukan fotografer yang handal untuk fokus pada objek yang berpose dengan arahan, aku sudah sepakat dengan Thomas bahwa hanya akan mengambil foto2 candid dari model dan produk"
"ya begitulah, padahal aku sudah bilang pada Thomas agar memakai lokasi yang nyata, bukan sulapan seperti ini"
Bunyi derap langkah sepatu dari lorong memaksa semua mata yang ada disana menoleh ke arah suara.
"hai....maaf aku terlambat", Thomas menyapa Leah dan Anyelir, namun matanya tak berani menatap Leah.
"hai thom, tidak apa-apa, kami juga baru tiba" Anyelir yang menjawab karena sekilas ia melirik ke arah Leah, gadis itu membuang muka dari Thomas.
"thom, dimana mau kau taruh bunga-bunga i...?" belum sempat kalimat itu terselesaikan beberapa bucket bunga terjatuh dari tangan James alias Devan.
Anyelir yang sepertinya tidak menyadari kalau itu adalah Devan, karena Devan juga menggunakan penyamar suara di lehernya.
"de.....James!! kau baik-baik saja, hei itu bunga mahal bung!!" beberapa tim dari Thomas segera mengambil bunga-bunga tersebut dan Thomas berjalan mendekat kepada Devan.
"ada apa?" Thomas berbisik di telinga Devan
"a...apa? ah maaf aku hanya kaget ternyata ada banyak gadis cantik disini" Devan berusaha menormalkan diri dan melihat ke sekeliling dimana memang banyak model yang cukup cantik berada disana.
__ADS_1
Anyelir yang tidak begitu suka dengan sikap pria yang mata keranjang segera membalikkan badan dan bergerak ke arah beberapa model yang sedang mengambil pose.
"Hai..." Leah mendekat ke arah Devan dan mengajak Devan berkenalan.
"hai...dan kau?" Devan membalas uluran tangan Leah
Thomas hanya bisa diam dan memperhatikan mereka berkenalan.
"aku Leah...dan itu temanku princess" menunjuk ke arah Anyelir
"James, kau boleh panggil aku J"
"hei.. apa-apaan, sejak kapan kau menggunakan nama seperti itu...J....oh ayolah" Thomas merasa tidak suka melihat Devan meminta Leah memanggil nya dengan sebutan J
"bukankah itu panggilan yang bagus, thom, kenapa kau begitu sewot??!" Leah menyindir Thomas
"yah...terserahlah..." Thomas berjalan meninggalkan mereka berdua.
"temanmu fotografer?" James membuka percakapan dengan Leah.
"yah...banyak yang menyukai hasil karyanya di galeri ku"
"oh..., mungkin nanti aku bisa mampir untuk melihat-lihat "
"ya kau harus mampir, aku hampir bosan hanya melihat pria angkuh itu yang hampir setiap hari datang tanpa berani menampakkan batang hidungnya"
"oh..maksudmu Thomas?"
"siapa lagi kalau bukan dia"
"sepertinya kau tidak begitu suka padanya"
"ah....kau sangat peka James, aku suka"
"oh.. seperti ada hal yang belum terselesaikan antara kalian"
Devan sengaja memberi pernyataan itu, karena sejujurnya ia sendiri juga mengenal Leah saat mereka ada di sekolah yang sama
Leah hanya bisa tersenyum mendengar perkataan James, ia teringat akan malam dimana mereka membicarakan tentang Noah, putra mereka, yang memang sampai saat ini sengaja disembunyikan oleh Leah, karena ia belum menemukan keberadaan Thomas, namun sekarang kala ia bisa sedekat ini, Thomas sepertinya belum bisa menerima bahwa ia telah memiliki anak, terlebih sepertinya Thomas tengah menyukai perempuan lain yang tak lain adalah Anyelir
Selagi Leah memikirkan malam dimana ia menceritakan semua kepada Thomas, maka sekarang Thomas di ujung sana tersedak kala meminum air, mungkin karena dirinya sedang dibicarakan oleh Leah dan James.
__ADS_1
A