Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 27


__ADS_3

"Princess....masuklah ke ruangan ku" panggilan intercon dari telepon di meja princess berbunyi.


"baik" Lucy yang sedang menyamar sebagai princess pun memasuki ruangan Bramantyo.


"Anda memanggil saya tuan?" Lucy melangkahkan kakinya masuk lebih dalam ke arah meja kerja yang Bramantyo tempati, tak lupa ia menutup pintu ruangan tersebut dengan rapat.


Seketika penutup ruangan otomatis bekerja, jendela dan pintu terkunci rapat hanya dengan satu tombol yang di tekan Bramantyo dari mejanya.


Lucy tetap berusaha untuk tenang, yang Lucy tau Bram adalah pebisnis yang kejam selain itu ia pun tidak terlalu mengetahui banyak informasi tentang bram.


"kemarilah" Bram meminta Lucy untuk mendekat, tanpa memiliki prasangka apapun tentu saja lucy kemudian mendekat ke arah Bram, meski usia Bram sudah tidak muda lagi, namun Bram memiliki wajah yang bisa dibilang tampan, namun sayangnya sejak kematian Ayumi ketampanan Bram seolah ikut mati hatinya pun ikut mati, ia berhenti jatuh cinta pada seorang wanita, ia hanya menggunakan wanita untuk pemuas hasratnya saja tidak lebih, seperti saat ini, ia ingin mencoba mencicipi sekretaris barunya ini, sebelum diambil oleh si tengil Murphy.


"princess....duduklah disini..." Bram menepuk pahanya sambil menyeringai menatap Lucy alias princess palsu dengan tatapan nakal memandang intens pada salah satu bagian tubuh Lucy yang menonjol.


Lucy yang mengerti arah pembicaraan Bram pun mencari akal agar ia tidak perlu memenuhi hasrat lelaki didepannya ini.


"Ah..tuan...hmm..tuan yakin mau melakukan itu pada saya?" tanya Lucy dengan nada manja.


"gadis pintar....tentu saja aku ingin mencicipi mainan baru ku.. sekretaris ku yang lama juga sering melakukannya" jelas Bram dengan bangga, ia bahkan tidak memperhatikan perubahan sesaat dari tau wajah Lucy yang merasa jijik dengan perilaku Bram tersebut.


"tapi .....saya mengidap kelainan s**s!" tegas Lucy berharap Bram mau mempercayai dan ia juga harus membuktikan itu pada Bram.


Bram tersentak tidak percaya, ia memicingkan matanya, apa gadis ini serius atau hanya pura-pura agar tidak tersentuh.


"aku tidak percaya..."jawab Bram sarkas.


"baiklah akan saya buktikan..." Lucy yang sengaja ingin membuat lelaki itu takut dan memang telah mempelajari mengenai perilaku menyimpang dalam berhubungan itu pun memulai aksinya, hingga Bram akhirnya menyerah.


"STOP!!! hss..hss..hss. .kau.. bisa membunuhku!!" ia melepaskan tubuh Lucy dengan kasar hingga tersungkur, tanpa ia sadari Lucy yang terduduk dilantai pun menyeringai karena usahanya berhasil.


"keluar dari sini...! " Bram segera mengusir Lucy keluar, ia meringis sambil memegang lehernya yang sepertinya terluka karena kuku tajam Lucy tertancap saat melakukan ciuman tadi.

__ADS_1


'bagus...tua Bangka itu akhirnya kapok' batin Lucy sambil membenarkan posisi bajunya yang berantakan karena aktivitas tadi.


__________


Devan membuka kotak yang ada di hadapannya ia tersenyum puas, diambilnya kalung putih dengan liontin kotak berukir berlian dengan inisial namanya dan Anyelir, liontin yang sudah ditanamkan penyadap yang dapat berfungsi sebagai penyadap dan juga pelacak.


Devan sengaja membuat kalung ini agar anyelir digunakan oleh anye, ia tidak ingin ambil resiko kehilangan wanita yang sangat ia cintai, terlebih nyawa anye terancam saat ini.


Ting...


notif pada ponsel Devan menunjukan nama mommynya


mommy: kami sudah hampir selesai, apa kau jadi menjemput anye Dev?


Devan: jadi moms...tunggu aku datang ya, aku jalan sekarang..


Devan memasukan kembali kalung yang sedang ia amati tadi dan meletakkan didalam tas kerjanya Lalu ia beranjak dari ruangan kerjanya tersebut.


"sayang...nanti Devan akan jemput kamu, mommy masih harus ketempat lain setelah dari sini.." jelas Widya pada anye yang telah selesai membahas mengenai baju yang akan digunakan pada acara pernikahan nya.


"ya moms..., sebenarnya kalau moms, ada acara lain, aku ga apa-apa pulang sendiri, kasian Devan sudah beberapa hari meninggalkan pekerjaannya" anye menjawab Widya dengan tidak enak karena harus mengganggu aktivitas Devan, padahal sebelumnya Devan sempat berkata ia akan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda dan menyerahkan semua pada anye.


"Devan tak akan jatuh miskin hanya karena menjemput calon istrinya sayang..." bisik Widya menggoda anye


"ih...mommy..bukan gitu maksud anye.." makin salah tingkah saja anye dibuat oleh mertuanya ini.


"hahaha ...moms hanya menggodamu saja...sudah tidak boleh ada penolakan, lagi pula ini permintaan Devan, oh ya...sebelum dia datang, ini..gantilah bajumu dengan ini" Widya menyerahkan sebuah paper bag pada anye.


"apa ini moms" anye mengerutkan dahinya.


"Devan meminta mommy agar kamu memakai gaun ini sayang....dia ingin ajak kamu makan malam....romantis katanya" Widya menggoda anye lagi dengan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"ih... mommy" anye menutup wajahnya dengan kedua tangannya, siapa yang akan menyangka jika gadis imut dan bahkan seperti ABG yang sedang jatuh cinta ini ternyata dapat membanting dan mengahaj segerombolan orang hanya dalam hitungan menit, Widya sendiri sempat hampir tak percaya sebelum mendengar penjelasan langsung dari Devan.


"aku ga salah milih calon istri untuk anakku.....kamu cantik sekali sayang" Widya menyelipkan rambut anye yang tergerai ke belakang telinga anye.


ia begitu bahagia melihat gadis yang berada di depannya ini begitu manis.


"makasih moms..."senyum simpul yang memperlihatkan ceruk di pipi anye menambah kecantikan dari gadis ini.


drt...drt.,drt,.


ponsel anye bunyi dan ia segera mengangkat telepon tersebut saat tertera panggilan atas nama Devan.


"hallo..."


"......"


"ya aku kedepan sekarang sama moms"


"......"


Anye menutup panggilan dari devan dan langsung mengajak Widya untuk keluar menemui Devan yang sudah menunggu di samping mobil Widya.


Devan bersandar pada sisi mobil dengan melipat kedua tangannya di depan dada sambil memandang ke arah pintu masuk tempat dimana anyelir dan moms nya berada.


Devan membuka kaca mata hitam yang masih bertengger di wajahnya ketika matanya menangkap sosok Anyelir yang keluar dari butik dalam balutan dress peach dibawah lutut menampilkan kaki jenjangnya yang di paduka dengan heels bertali, rambut tergerai dengan sedikit hiasan rambut diatas kepalanya, pandangan mata mereka bertemu sesaat lalu anyelir melemparkan senyum termanis yang belum pernah Devan lihat selama ini, hati Devan menghangat, melihat mahluk ciptaan tuhan yang nyaris sempurna menurutnya ini akan menjadi pendamping hidupnya dalam hitungan hari.


"hei.... hati-hati liur mu menetes Dev..." Widya menjentikkan jarinya di hadapan wajah anak semata wayangnya itu, karena melihat Devan yang tidak berkedip menatap anyelir.


"oh..ah....moms kau mengagetkanku saja" devan menggaruk tengkuknya.


Widya terkekeh lalu ia menepuk bahu Devan sambil berbisik di telinga devan

__ADS_1


"jaga baik-baik menantu mama, jangan kelewat batas....jangan sampai lecet..."


Widya pun tertawa setelah nya sambil berlalu dari hadapan kedua pasangan kekasih tersebut.


__ADS_2