Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 35


__ADS_3

Melihat gelagat Murphy yang masih ingin bermain-main padahal jelas sekali kalau situasi tidak berpihak pada mereka, terlebih penjagaan juga sangat minim, Bram sudah meminta supirnya untuk siap di depan gedung karena ia akan segera keluar dengan atau tanpa Murphy.


"Ck...berhentilah bermain Murp...mereka sengaja mengulur waktu, aku ga mau mati konyol apalagi tertangkap aparat, aku keluar dulu, segeralah menyusul, biarkan Krisna bersamaku" ucap bram sambil mencekal tangan Krisna untuk membawanya pergi.


Namun sebelum Bram akhirnya beranjak dari sana..


plok


plok


plok


"mencari princess heh..." menautkan kedua alis dan senyum mengejek Anyelir berjalan mendekati George, sedangkan Devan mengendap-endap ke arah Bram dan Murphy.


"princess...!"desis George yang masih bisa di dengar oleh Murphy dan juga Bram yang saat ini ternganga dengan hal mengejutkan yang baru saja mereka dengar.


"Surprise...." kekeh Anyelir.


"f**k....jadi selama ini..." menggeram sambil menekankan pistolnya ke kepala Krisna.


"Ah...akhirnya muncul juga dan sangat kebetulan sekali ayahmu ada di tanganku..hahahaha...kau menyerahkan diri hah!!" sarkas Murphy sambil menautkan alisnya


"Anye..." lirih Krisna yang sedari tadi hanya bisa tertunduk dan berdoa di dalam hati agar putrinya bisa hidup bahagia bila ini hari terakhir ia melihat dunia, namun apa yang Krisna doakan tidak terwujud, kini putrinya bahkan berdiri tak jauh di hadapannya seperti pembunuh wanita berdarah dingin...


"ah...ayahmu merindukanmu princess..atau harus ku panggil Anyelir??" tersungging senyum di wajah Murphy merasa bahwa ini hari kemenangan untuk nya.


Sesak...dadanya terasa sakit melihat wajah sendu orang yang membesarkannya sedang mempertaruhkan nyawa atas dosa yang pernah ia buat, hingga kepala ayahnya harus di todong senjata mematikan itu.


Bramantyo yang syok dengan apa yang dia lihat menelan ludah kasar karena ternyata anak gadis yang ia yakini lemah lembut dan bisa ia perlakukan sesuai yang ia mau ternyata orang yang sangat terlatih bela diri, bahkan bisa melukai Murphy yang kejam.


"om Bram..., bukannya om menginginkanku?? bagaimana bila aku akan lakukan apapun untuk om tapi bebaskan ayahku, dan aku akan ikut dengan om"


"ANYE!"

__ADS_1


"PRINCESS!"


George dan juga Krisna berteriak bersamaan dengan keras, sedangkan Devan diujung sana mengepalkan kedua tangannya karena kesal mendengar tawaran gila kekasihnya, ini tidak ada di skenario yang mereka buat tadi.


"omong kosong!?" desis Murphy


Bram terhenyak dengan kata-kata anyelir, mungkinkah gadis ini mau menyerah...rasanya tidak mungkin, dia sudah tidak lagi menginginkan gadis itu, ia masih ingin nyawanya, rasanya ia harus segera pergi dari tempat ini, sudah tidak ada gunanya ia disini.


"lakukanlah apa yang mau kau lakukan murph...aku sudah tidak menginginkan gadis itu lagi!" dengan penuh tekanan dan juga senyum yang mengejek Bram melirik ke arah anyelir yang menatapnya dengan tajam, lihat saja tatapan gadis itu, Bram masih sayang nyawanya dan ingin hidup lebih lama dan bersenang-senang dengan banyak j****g yang bisa ia bayar untuk sekedar memuaskan hasratnya.


"good!" Murphy tersenyum penuh arti.


"aku ingin kau melihat pak tua ini meregang nyawa di depan mu, gadis nakal" kekeh murphy


"dan aku akan mencongkel jantungmu seperti aku melukai sebelah matamy bila kau berani menyakiti papaku murph!" jawaban anyelir seperti memberikan aura mencekam di ruangan tersebut.


BUK..BUK


tiga pengawal Murphy dan Bramantyo, terjatuh di belakang Bram, hingga membuat Bram dan Murphy terkejut dan memalingkan pandangannya, Devan sudah tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi, ia harus memastikan agar om Krisna lepas dari Murphy.


"f**k" Murphy mengarahkan pistolnya ke arah Anyelir juga Krisna dan menembak bertubi-tubi.


"George!!" mendorong tubuh Krisna ke arah George yang segera menangkapnya dan menyingkir lelaki tua itu ke sudut ruangan dan melindunginya agar terhindar dari peluru nyasar.


Krisna begitu kaget mendapati anaknya mendorongnya keras dan sekarang di buru oleh Murphy dengan tembakan bertubi-tubi, sedangkan Devan disibukan oleh Bramantyo yang berusaha untuk kabur ke luar gedung.


Suara dentuman terdengar seiring jatuhnya pengawal Bram yang menghalangi Devan yang ingin melumpuhkan Bramantyo.


bersamaan dengan itu tanpa disadari Murphy yang melihat posisinya tidak aman karena Bram sudah berhasil keluar sedangkan sisa anak buahnya baru saja di lumpuhkan lagi oleh Devan segera mengarahkan pistolnya ke arah Devan dan secepat kilat peluru kecil melesat ke arah Devan.


"TIDAK!!!" suara teriakan anyelir terdengar seiring dengan terjatuhnya tubuh Lucy kelantai dengan darah segar mengalir di tubuhnya, semua terjadi begitu cepat, bahkan Devan sendiri tidak menyadari bahwa posisinya tanpa halangan apapun berada sejurus dengan Murphy hanya Lucy yang menyadari gerakan Murphy yang akan menembak ke arah Devan, dan dengan sisa tenaganya Lucy bangkit berdiri menghalau peluru yang langsung mengenai jantungnya.


Murphy melesat lari keluar gedung menyusul Bramantyo.

__ADS_1


Mereka semua berlari ke arah Lucy untuk melihat kondisinya.


"Luc..." anyelir segera meraih tangan Lucy yang memegang dadanya dengan nafas tersengal, sedangkan Devan telah berhasil menghubungi


Maxwell yang ternyata sedang melakukan pengejaran terhadap mobil Bramantyo, aparat yang ikut bersama Jonas pun berlari ke dalam gedung karena mendengar suara tembakan dari dalam gedung.


"i...am..ookk.." Lucy masih bisa tersenyum pada anyelir yang saat ini sudah meneteskan air matanya.


"Ba..alas..kkaan..den..dammku paadaa..murp..." kata terakhir yang tidak dapat Lucy ucapkan membuat seisi ruangan merasa terharu..melihat kondisi wanita yang berada di pangkuan Anyelir.


tubuh penuh luka, dengan pakaian yang sangat tidak layak Hinga sisa-sisa cairan persetubuhan masih terlihat di sela pangkal paha wanita tersebut membuat hati Anyelir terasa diremas benda tak kasat mata hingga rasanya amat sesak.


'aku pasti mengejar mu murp!!' batin anye, kilat kebencian terlihat di mata gadis yang selama ini selalu ceria itu namun saat ini wajahnya terasa asing.


"apa Lucy punya keluarga George?" suara Anyelir sangat dingin...dan tidak pernah sedikit pun George, Krisna, Devan terlebih Jonas yang sedari kecil bersama anyelir mendengar nada penuh intimidasi, kemarahan, dan juga putus asa seperti saat ini.


"aa..da, dia masih memiliki seorang adik di negara S" jawab George yang juga terhenyak mendengar suara Anyelir.


Anyelir mengangguk dan berdiri hingga para aparat yang melihat hal itu segera mengambil alih tubuh Lucy untuk dibawa oleh beberapa petugas yang tadi telah bersama dengan Jonas.


"Anye...sayang" Krisna menghampiri anaknya dan memeluk putrinya tersebut, yang kini menangis dalam diam, karena Krisna bisa merasakan tubuh putrinya itu bergetar namun tidak ada suara yang keluar dari bibir gadis tersebut.


semua yang ada disana tau bahwa Lucy mengorbankan dirinya untuk menyamar menjadi princess dan juga menjadi penyelamat Devan.


lelaki itu pun tidak jauh berbeda dengan Anyelir yang merasa terpukul dengan kondisi Lucy apalagi wanita itu menyelamatkan dirinya dari peluru yang dilepaskan oleh Murphy, tatapan matanya terasa kosong menatap tubuh Lucy yang diangkat dan di bawa oleh para aparat yang ternyata sudah ada tim medis yang berada disana, pikirannya melanglang buana memikirkan bagaimana bila gadis yang saat ini tergeletak disana adalah kekasihnya, Anyelir-nya.


Jonas yang menyadari hal tersebut menghampiri Devan dan menggoyangkan bahu Devan agar menatap padanya.


"hei...sadar Dev, ini bukan saatnya melamun!" Devan tersentak, menatap sesaat kearah Jonas lalu anyelir yang saat ini masih berada di pelukan Krisna dengan tubuh masih bergetar.


bukan tanpa alasan anyelir merasakan sakit dan merasa terpukul dengan kematian Lucy, andai saja kondisi Lucy dalam keadaan seperti Krisna yang hanya luka-luka, mungkin saja anye tidak terlalu terpukul, karena untuk seorang Intel hal tersebut sudah biasa mereka alami dan karena kematian sudah menjadi makanan sehari-hari untuk gadis itu bahkan saat ia masih berada di intelijen sudah banyak kondisi yang lebih buruk dari ini...tapi semua yang ia temui adalah penjahat dan semua adalah lelaki, namun kali ini sesama Intel dan perempuan terbunuh dalam kondisi yang amat menyakitkan dan itu semua karena perempuan itu menggantikan posisi nya, ingatkan anye apa yang akan terjadi pada ayahnya bila hal itu yang terjadi padanya, akankah ayahnya mampu hidup, lalu apa yang terjadi bila ia telah memiliki suami bahkan anak??


mampukan ia melihat mereka tersakiti atas kesalahannya dulu saat menjadi Intel??

__ADS_1


karena itulah anye jatuh dalam pelukan Krisna dan berjanji dalam hatinya selama dia belum menemukan Murphy maka ia tidak akan menikah.


__ADS_2