Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 24


__ADS_3

Setelah lama berendam didalam air, anye akhirnya keluar dari dalam kolam, ia pun langsung memakai bathrobenya, meskipun swimsuite nya bukan tipe one piece tetap saja anye tidak nyaman jika lekuk tubuhnya dilihat oleh orang lain, karena pekerja yang ada di rumah anye termasuk lumayan banyak, dan terkadang juga petugas pembersih kolam suka masuk mendadak ke area kolam.


seorang asisten rumah tangga mendatangi anyelir yang sedang duduk di balon sofa di pinggir kolam


"non...ini coklat panasnya" ditaruhnya 2 gelas coklat panas di atas meja samping anye duduk.


"loh..siapa yang minta, aku ga minta dibuatkan kok" tanya anye bingung karena memang dia tidak menyuruh siapapun untuk membawa minuman untuknya.


"tuan Jonas yang tadi menyuruh saya" jawab asisten tersebut


"oh...Dia ada dimana sekarang, kenapa tidak kesini?" tanya anye dan menyesap sedikit coklat yang dibawakan untuknya.


"sepertinya tadi ikut ke ruang kerjanya tuan Krisna, bersama calo suami nona" jelas asisten itu


'Jonas dan Devan ke ruang kerja papa, ada apa ya' gumam anyelir dalam hati.


"ada lagi yang nona butuhkan?" tanya asisten itu kembali.


"tidak perlu.., hmm mungkin coklat yang satu itu bisa di taruh di dalam saja biar nanti aku suruh Jonas ambil di dalam, aku mau masuk" jawab anye sambil melangkahkan kakinya kedalam rumah.


________


"Om....itu bahaya buat Anye, dan Lw Dev...gw heran.. bisa-bisanya lw setuju dengan rencana ini yang bisa bahayain calon istri lw" suara Jonas meninggi pada Devan dan Krisna, sungguh ia begitu kaget dengan rencana Krisna yang akan menggunakan anyelir untuk memancing lawannya agar secara terang-terangan menunjukkan rencana jahatnya ke publik.

__ADS_1


"Jonas...anye itu juga anak om, tapi Maxwell sudah menceritakan semua dan bagaimana langkah ini akan diambil, max akan meminta bantuan dari teman-teman nya untuk menjaga anye" jelas Krisna


"tapi om.....aku.." belum selesai Jonas bicara tiba-tiba pintu ruang kerja Krisna yang ternyata tidak ditutup dengan rapat terbuka, disana anyelir melangkah masuk mendekati mereka yang cukup terkejut dengan kehadiran anye


"Aku setuju...., papa aku sudah dengar semua rencana papa, aku setuju" tegas anye.


Jonas membulatkan kedua matanya, karena terkejut dengan putusan anye, sungguh ia tidak ingin sepupunya ini celaka, karena ia sangat menyayangi anye seperti adik kandungnya sendiri.


Devan tersenyum menyeringai, ia yakin pasti anye akan setuju dengan ide Krisna dan daddy nya meski sedikit terbesit di hati nya kekhawatiran akan keselamatan anye.


"Sayang....papa kira kamu masih berendam di kolam" mendekat pada anaknya dan membelai rambut anye yang masih basah... buliran-buliran air bening jatuh dari rambutnya dan membuat kesan seksi dari tubuh anye


"Udaranya terlalu dingin, jadi lebih baik aku masuk, papa ga mau kan anak kesayangan papa ini jatuh sakit" jawab anye dengan manja.


"ekhm..... " Jonas mencoba mengalihkan obrolan anak dan bapak itu.


"gw masuk duluan Nye...inget kunci pintu kamar, biar ga ada setan' masuk" sindir Jonas saat ia duluan yang tiba di depan kamarnya sambil melirik pada Devan.


"iya..setannya kan yang lagi ngomong..wleee" anye menjawab sambil menjulurkan lidahnya lalu setengah berlari menuju kamarnya meninggalkan Devan dan Jonas.


Devan menahan tawanya mendengar jawaban anye tadi sedangkan jonas wajahnya memerah karna malu pada Devan, dan langsung balik badan menutup pintu kamar dengan cukup kencang


BRAKK..

__ADS_1


'hm....setan apa yang merasuki mu Jo...hahahahah' batin Devan tertawa, lalu ia segera masuk ke kamar tamu yang memang sudah disiapkan untuknya.


Krisna, Devan, Jonas dan Anye duduk bersama diruang tengah untuk membahas rencana agar bisa menghentikan Bramantyo dan Murphy meneror keluar mereka.


"Devan..., Daddy mu sudah menyusup dalam database jaringan finansial Bramantyo dan ternyata Murphy juga melakukan hal yang sama, om rasa Bram salah memilih orang kepercayaan untuk membantunya" Krisna membuka percakapan.


"benar om..., aku dari awal memang sudah curiga akan hal itu, dan ternyata benar, Murphy juga bukan orang sembarangan, ia memiliki jaringan mafia di negara x, syukurnya Daddy juga mengenal beberapa diantaranya" sahut Devan menimpali pernyataan Krisna.


"itu artinya musuh om Krisna hanyalah Bramantyo, kita bisa kerjasama dengan Murphy harusnya" Jonas menimpali.


"sayangnya itu namanya cari mati Jo, karena musuh terbesar Murphy adalah salah satu diantara kita" Devan menjawab Jonas sambil melirik pada anye.


demi apapun jujur anye tidak ingin ini diketahui oleh ayahnya apalagi Jonas, sepupu nya akan heboh setengah mati jika tau bagaimana sebenarnya anye diluar.


"Papa sudah tau semuanya sayang...., tapi papa ingin dengar langsung dari kamu" Kini Krisna yang bersuara sambil menatap ke arah putrinya yang ternyata selama ini memiliki rahasia yang luar biasa mengejutkan namun sekaligus membanggakannya.


"apa maksudnya om!!" tanya Jonas dalam mode kepo nya dan sambil melirik tajam pada anyelir yang masih menunduk


Devan yang duduk tidak terlalu jauh dari anyelir, meraih tangan anyelir dan menggenggam nya erat, seolah memberikan kekuatan agar ia bisa menceritakan semuanya hingga rencana yang akan mereka susun bisa maksimal.


"he.....itu tangan kondisikan ya..!!" sarkas Jonas saat melihat tangan Devan menggenggam tangan anyelir di depan mereka, Krisna hanya menggeleng sambil tersenyum, anye akhirnya menatap pada papanya, pandangan mereka bertemu, terlihat jelas kasih sayang antara mereka berdua yang tidak ingin kehilangan satu sama lain.


"hmm ..baiklah...aku akan ceritakan semuanya tentang Murphy, memang sebaiknya kita semua tau sepak terjang Murphy selama ini, agar memudahkan ruang gerak bagi kita semua untuk bekerjasama" anyelir mengambil nafas dalam dan akhirnya, mengalirlah cerita tentang bagaimana ia bisa masuk dalam badan intelijen internasional tersebut, bagaimana ia mengenal Murphy, bagaimana ia pun juga selama ini melumpuhkan satu-satu saingan Krisna, dan yang terakhir adalah, bagaimana kisah yang terjadi sehingga membuat Murphy tidak bisa melupakan dendamnya pada anye karena, tanpa sengaja, anye telah merusak sebelah mata Murphy yang akhirnya membuat Murphy hanya bisa menggunakan satu matanya saja dalam kesehariannya.

__ADS_1


Jonas dan kRisna menyimak dengan seksama semua cerita anyelir, dan masing-masing menunjukan ekspresi yang tidak terbaca tentang hal tersebut.


"


__ADS_2