
Akhirnya hari pernikahan yang dinanti oleh Devan dan Anyelir tiba, suana rumah Krisna sangat riuh, akibat terlalu bersemangatnya para penghuni rumah tersebut menyambut nona muda mereka yang sebentar lagi akan menikah.
Raut wajah gelisah seorang gadis yang mengamati dirinya melalui cermin dalam balutan gaun pengantin yang dirancang olehnya sendiri tentunya dengan segala kesiapan menyambut hal yang mungkin tidak terduga di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia untuknya dan juga calon suaminya.
Anye meraba kalung yang betengger indah di lehernya yang terbuka, menambah kecantikan terpancar di wajah imut gadis tersebut.
Tok...tok...tok..
"Nye...ini gw...." terdengar suara Jonas di luar pintu, anye memang sengaja menyuruh beberapa org yang telah merias dan membantunya mempersiapkan diri sebelum proses pernikahan dimulai untuk keluar dari kamarnya karena ia harus mempersiapkan beberapa peralatan yang ia sembunyikan dibalik gaun pengantinnya yang memang dibuat layaknya gaun untuk putri di negeri-negeri dongeng.
"masuk..." jawab anye sambil kembali membetulkan letak peralatan yang tersembunyi dibalik gaunnya tersebut.
"Are you ready...gir....." Jonas terperangah menatap takjub pada gadis yang berdiri dihadapannya.
"hey....awas tuh mulut kemasukan lalat" mengibaskan jari nya anye berjalan melewat Jonas dengan sangat anggun, membuat Jonas kembali dalam mode siaga.
"ish....baru gw mau muji Nye!!"
"gw ga butuh pujian.., cepet bawain itu tas kecil gw" sungut anye karena dia ingin segera berangkat ke tempat dimana calon suaminya sudah menunggu untuk proses ijab kabul.
"Lo bisa duduk itu Nye pake gaun gede gitu..." tanya Jonas yang sekarang sudah berjalan sejajar di tangga menuju ruang tamu dimana ayahnya sudah menunggu sedari tadi.
menghela nafas kesal " menurut Lo!!"
__ADS_1
"lagi PMS ya Lo marah-marah Mulu dari tadi" jawab Jonas asal.
"makanya lw harus jadi perempuan dulu biar bisa ngerasain gimana rasanya jadi perempuan, bukan cuman denger sama komentar gaje aja".
menghela nafas Jonas pun tidak memperpanjang lagi daripada omelan anye makin panjang sampai nanti dia tiba di depan penghulu, bisa- bisa dia yang kena imbasnya.
Krisna menatap kagum pada kecantikan putrinya yang saat ini sedang berjalan kearahnya diikuti Jonas sang sepupu.
"my little princess has change become Queen" Krisna menyambut putrinya dan membantu sang putri untuk masuk kedalam mobil mewah yang memang disiapkan devan untuk mempermudah calon istrinya itu selama perjalanan menuju tempat dilaksanakan akad nikah yang sekaligus menjadi tempat resepsi pernikahan mereka.
sambil menggenggam erat tangan sang ayah, anye terlihat gelisah.., mungkinkah mereka akan tiba di tujuan...atau malah akan ada kejadian yang sempat di ketahui skenarionya oleh anye hingga ia semakin mempererat tautan tangannya pada sang ayah.
"semua akan baik-baik saja" Krisna mengusap punggung tangan putri nya, Krisna paham anye sedang memikirkan banyak hal di kepala mungilnya itu, tubuhnya memang berada di dalam kendaraan yang melaju membelah jalan menuju tempat peresmian pernikahan mereka namun pikirannya berkelana dengan banyaknya kemungkinan2 terburuk yang akan terjadi hari ini, apakah Murphy akan muncul ataukah acara akan berlangsung tanpa gangguan??
DOORR !!!!
mobil berputar-putar mencari keseimbangan, untungnya supir yang disiapkan oleh Devan adalah supir berpengalaman dalam situasi yang tak terduga...
hanya dalam sekejap mata..mobil yang di tumpangi Krisna dan Anye menabrak keras pembatas jalan, tak jauh dari sana beberapa lelaki berbadan besar keluar dari SUV hitam tak jauh dari tempat kecelakaan berlari ke arah mobil Krisna.
"aghh...sial!!" menoleh ke arah ayahnya dan si supir yang ternyata tidak sadarkan diri, beruntung anye sudah terlatih dengan kondisi seperti itu hingga ia masih mendapatkan kesadarannya.
dengan sigap anye melepaskan pengait yang menutupi kaki jenjangnya yang sudah terselip pistol revolver mematikan seri colt M1911A1 dan segera memakai jaket kulit yang memang biasa ia gunakan ketika beraksi, tepat setelah ia menendang pintu untuk keluar dan membantu ayahnya dan juga supir yang tidak sadarkan diri, beberapa lelaki yang tadi berlari menghampiri mobil merekapun membuka pintu mobil dengan paksa hingga 2 pria yang berada disisi pintu anyelir terpental karena tendangan anye...tanpa banyak kata anye melumpuhkan 2 lelaki di depannya dengan sangat cepat menggunakan pistolnya.
__ADS_1
Namun naas, saat bersamaan dua lelaki yang berada disisi pintu tempat Krisna tak sadarkan diri berhasil membawa kabur ayahnya dan dimasukan secara paksa kedalam mobil SUV hitam tadi, anyelir tidak sempat mencegah karena supir yang berada di kemudi menembak ke mobil beberapa kali hingga ia harus menghindari, dan tak berapa lama tangki bensin mobil pun bocor terkena peluru dan menyebabkan percikan api hingga menyebabkan ledakan yang cukup besar.
"Ayaaah ...." lirih anyelir terduduk dipinggir semak tak jauh dari mobil yang terbakar, bukan ia meratapi mobil yang terbakar namun ia meratapi kebodohannya yang tidak bisa menyelamatkan ayahnya yang telah dibawa paksa oleh orang yang ia tidak tahu siapa, namun ia segera teringat akan jam tangan yang ia berikan kepada ayahnya yang sudah disiapkan oleh George dan telah diisi GPS.
warga sekitar yang mendengar ledakan segera berlarian menuju tempat kejadian, bunyi sirine pun terdengar mendekat, anye segera menyelinap pergi dari kerumunan kali ini tujuannya satu, gedung pernikahan!!
"tenanglah Dev....mereka pasti tiba" max menepuk pundak anaknya yang terlihat resah dan gusar, karena sudah hampir 1 jam anye tidak dapat dihubungi begitu juga dengan Krisna dan supir yang di kirim oleh Devan.
"pasti terjadi sesuatu....aku harus mengecek keberadaannya..., mencoba keluar dari gedung karena ingin mengambil peralatan untuk bisa melihat dan mengetahui keberadaan calon istrinya, bertepatan dengan itu suara teriakan dari Widya menimbulkan kehebohan karena sang mempelai wanita datang dengan style gengster wanita yang menggunakan jaket kulit, sepatu bot, mengkilap dan celana panjang yang memperlihatkan tampilan kaki jenjangnya.
"ANYELIR...!!!" Widya berlari menghampiri calon menantunya yang saat ini juga dengan tergesa masuk dalam gedung resepsi mereka.
George yang melihat hal itu segera bergegas menuju mobil untuk mengambil peralatan, dia yakin ada hal terjadi dan sebentar lagi princess ini akan menunjukkan kekejamannya bila itu menyangkut orang yang ia sayang.
Widya berhambur kedalam pelukan menantunya yang dilihat wajahnya tidak biasa-biasa saja terlihat aura dingin dan membunuh dari wajah cantik yang terbalut riasan yang menegaskan aura yang tidak biasa.
"maafkan anye....pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan, ayah diculik" tegas anye dengan suara yang dalam, seketika seluruh ruangan hening.
"Ayo nak...kita selamatkan ayahmu...
hadirin semua, kami mohon maaf acara tidak dapat kami lanjutkan, silahkan menikmati hidangan yang ada"
Maxwell menarik istri dan calon menantunya itu untuk menjauh dan diikut oleh Devan yang tanpa disadari rahangnya pun mengeras mendengar perkataan anyelir barusan, bukan karena batalnya pernikahan mereka, namun karena amarah yang ia tahan terhadap orang yang berani mengganggu anyelir nya.
__ADS_1