Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 43


__ADS_3

Anyelir membuka matanya perlahan, dan mendapati wajah lelap kekasihnya yang tengah tertidur dihadapannya.


Anyelir merasa sangat beruntung mendapatkan lelaki ini, meskipun mereka berada di ranjang yang sama, namun Devan mampu menahan diri untuk tidak mengambil sesuatu yang belum menjadi hak nya, meskipun malam tadi mereka melewati malam yang penuh dengan sentuhan - sentuhan cinta.


"aku tau kalau aku tampan" suara serak khas bangun tidur dari lelaki dihadapan nya mengagetkan Anyelir.


Devan membuka matanya perlahan, dan mendapati Anyelir yang sedang salah tingkah dihadapannya.


Anyelir berusaha untuk bangun dari tidurnya, namun Devan semakin mendekap tubuh mungil dihadapannya itu.


"biarkan seperti ini dulu, sebentar saja" Devan merapatkan tubuh mereka, hingga Anyelir mampu mendengar suara detak jantung Devan yang sedikit lebih cepat.


Terdengar hembusan nafas dan detak jantung dari kedua insan yang saling mencintai dalam diam dan deru ombak diluar menambah suasana menenangkan bagi mereka berdua.


"kamu tahu Nye?? sejak pertama kali kita dipertemukan, aku sudah jatuh hati sama kamu, aku yang dulu tidak memiliki tujuan akhirnya memiliki tujuan dan harapan tentang kehidupan sejak kamu berdiri di hadapanku dan memasang senyum khas kamu yang tidak pernah bisa aku lupakan sampai saat ini" Devan mengenang kisah saat mereka dipertemukan dalam perjodohan dua keluarga.


"tidak pernah sedikitpun terpikirkan akan melalui masa-masa seperti saat ini bersamamu, aku....seperti kehilangan separuh jiwa ku saat hari dimana seharusnya kita bahagia dan telah resmi menjadi suami istri namun mendengar kecelakaan itu membuatku hampir tidak bisa berdiri diatas kakiku sendiri"


Devan semakin mendekatkan tubuh mereka, sedangkan Anyelir hanya mampu mendengarkan dengan rasa sakit dihatinya.


"jadi aku mohon, jangan pernah bertindak seolah-olah kamu tidak memiliki aku untuk berbagi..., aku bisa gila karena kamu.."


Anyelir menatap wajah sayu sang kekasih dihadapannya.


"sesakit itu kah mencintaiku Dev?"


"ya....sesakit itu bila aku kehilangan kamu.."


"maafkan aku Dev, aku..tidak tau harus berbuat seperti apa ketika tau musuh dari keluarga ku adalah orang yang aku hormati"

__ADS_1


"Justru karena itu, aku tidak ingin dia bisa memanfaatkan kelemahan kamu dan bisa menyakiti kamu"


"aku bisa menjadi lemah untuk orang-orang yang berarti dalam hidupku Dev".


Devan merenggangkan tubuh mereka dan menatap kedua buah mata Anyelir.


"seberarti apa dia untukmu? apakah melebihi diriku?"


Anyelir menggelengkan kepalanya.


"Beberapa kali kami saling melindungi ketika dalam tugas, dan beberapa kali juga dia sudah berusaha menyelamatkan nyawaku"


Devan menghela nafas berat.


"mari kita pikirkan bersama, langkah apa yang harus kita ambil, kita bicarakan dengan papa Krisna"


Anyelir mengangguk dan mendekatkan kepalanya ke dalam dada bidang milik Devan yang selalu bisa membuatnya nyaman dan akhirnya terlelap kembali.


"hmm...kenapa kamu bertanya? apa kamu sudah bertemu dengan putri dari keluarga Krisna? jangan bilang kamu jatuh hati dengan gadis itu!!" Bramantyo merasa curiga dengan pertanyaan Damian.


"Aku hanya perlu tau kronologi dendam antar keluarga ini seperti apa, jadi aku dapat memutuskan untuk melakukan tindakan yang tepat"


"ya...buatlah tindakan yang paling ekstrim bila perlu, aku akan bahagia bila Krisna menderita!!"


"sebesar itukah kebencian mu, pada keluarga Krisna, dad?"


"ya...karena dia telah mengambil satu-satunya hal yang berharga untuk ku, dan aku ingin mengambil hal yang berharga darinya namun ternyata..anak sialan itu tidak seperti yang aku bayangkan, ternyata Krisna telah mendidiknya dengan baik, bahkan aku memiliki musuh baru saat ini yang dengan mudahnya mengkhianati kepercayaan ku"


Bramantyo menceritakan semua yang dia lalui dan alami, sampai dengan bagaimana ia ingin merusak Anyelir agar Krisna menderita, membuat Damian merasa sesak, ingin rasanya ia membunuh laki-laki yang telah banyak berjasa untuk kehidupan nya selama ini, namun ia harus menahan diri, tidak ia sangka bahwa ia dibesarkan oleh laki-laki penuh dendam dan nafsu yang begitu tinggi.

__ADS_1


"cukup dad..., aku rasa aku sudah tau target mana dulu yang harus aku hancurkan"


Bramantyo menyeringai, ia yakin bahwa kemampuan Damian sangat mampu untuk mengalahkan anyelir dan juga Murphy, ya ia juga ingin menghancurkan Murphy yang dengan sengaja meninggalkannya saat ia kesulitan waktu itu.


"George jadi maksud kamu anak dari Bramantyo itu rekan kerja anye waktu di kesatuan?" Krisna memastikan kembali apa yang ia dengar.


"benar, kemarin saya sudah sempat bertemu dengan Damian agar bisa menghentikan Bramantyo, tapi balas Budi jauh lebih penting dari persahabatan bahkan perasaannya sendiri".


"perasaan??apa maksudmu" Maxwell yang sengaja berkunjung atas permintaan istrinya untuk melihat keadaan anaknya, ikut angkat bicara.


"sebenarnya, Damian menyukai Anyelir sejak pertama kali mereka masuk dalam regu yang sama"


"lalu apakah anyelir tahu tentang perasaan Damian padanya?"


"tau, karena sebelum Anyelir kembali ke sini, Damian sudah mengungkapkan itu"


"jadi saat hari pernikahan Devan dan anyelir, orang itu mengetahuinya juga??"


"Damian tau tentang Devan, bahkan bisnis ada juga tuan Maxwell"


"lalu saat ini apa yang akan dia lakukan terhadap kita, bahkan bisnis Bramantyo sudah mulai mengalami kemunduran"


"Bram memiliki bisnis ilegal Max, Krisna yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara George dan Maxwell pun angkat bicara.


"om Krisna benar...!!" Jonas yang sedari tadi tidak ada bersama mereka tiba-tiba muncul sambil membawa beberapa amplop coklat dan menyerahkan kepada Krisna, Maxwell dan George.


"Ini beberapa salinan dokumen transaksi bisnis ilegal dari Bramantyo, sepertinya Damian tidak mengetahui hal ini, beberapa waktu belakangan ini, aku mengawasi pergerakan perusahaan mereka dan, Damian sedang berusaha keras membalikan usaha legal Bramantyo bahkan membuka unit usaha baru, yang tentunya sesuai dengan kemampuan dari Damian".


"wow...nak kamu cukup berbakat menjadi seorang detektif" canda Maxwell sambil menepuk bahu Jonas

__ADS_1


Jonas hanya bisa terkekeh mendengar candaan Maxwell, dalam hatinya telah bertekad apapun yang terjadi, Krisna dan Anyelir sudah seperti ayah dan adik kandungnya sendiri, dan ia akan melakukan apapun untuk membantu mereka.


__ADS_2