Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 33


__ADS_3

Mobil Pajero Sport berhenti tiba-tiba didepan rombongan yang membawa Anyelir.


"MASUK, POSISI SUDAH KETEMU!"


George yang ternyata bergerak cepat melacak keberadaan Krisna melalu jam tangan yang sempat digunakan Krisna untuk berjaga-jaga dari hal tak terduga seperti saat ini, George berteriak dengan lantang hingga membuat Anyelir sontak melompat masuk kedalam Pajero tersebut disusul oleh Devan, sedangkan Jonas yang juga bergerak ingin masuk ditahan oleh Maxwell.


"Pergilah...!! dad dan jonas akan membackup kalian..." seru Maxwell sambil mendekap tubuh Widya yang mulai bergetar hebat karena kalut.


Mobil yang di tumpangi oleh George, Anyelir dan Devan bergerak cepat membelah jalanan, sedangkan Maxwell, Widya, Jonas dan asisten setia Maxwell menaiki kendaraan lain.


"Kenapa om melarang saya ikut dengan mereka" ucap Jonas dengan kilat amarah yang terlihat jelas dimatanya.


menghela nafas pelan Maxwell memijat ujung pelipisnya, tidak ia sangka hari pernikahan anaknya mendapat kejutan sebesar ini.


"Cukup mereka dulu yang pergi, kita berhadapan dengan orang-orang yang licik Jo..., Om ingin kamu membantu om untuk mendatangi beberapa kolega masa lalu untuk membantu kita, akan tidak mungkin bila om melakukannya sendiri saat ini" melirik pada istrinya dan memberi isyarat kepada Jonas bahwa saat ini Widya sedang dalam kondisi tidak baik, sejak masuk kedalam mobil, tubuh wanita paruh baya itu masih saja bergetar, bahkan terdengar Isak tangis tertahan dari bibirnya,


Mengerti akan kondisi tersebut Jonas akhirnya mulai bisa membaca situasi "baiklah, mari kita cepat selesaikan ini!!"


Berhenti di ujung jalan dari gedung tua yang terbengkalai, george berusaha menempatkan kendaraanya di sudut yang tidak terlihat oleh siapapun, dan itu memang menjadi keahlian tim khususnya.


sepanjang perjalanan Devan yang paham akan kerisauan kekasihnya ini tidak henti-hentinya mengusapkan tangannya pada punggung anyelir untuk memberikan ketenangan, sedangkan anye hanya menoleh dan kembali memperhatikan layar dimana titik berhenti posisi ayahnya tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"ayo bergerak George!!" tegas anye hendak keluar dari mobil namun ditahan oleh Devan.


"Sayang...aku paham kamu khawatir...tapi kita harus membuat rencana sebelum masuk kesana, jangan gegabah, banyak nyawa dipertaruhkan, aku ga mau kamu kenapa2 paham!" suara dingin Devan menyadarkan anye yang sudah dilanda kerisauan sejak tau ayahnya yang menjadi korban penculikan.


"Devan benar, jangan gegabah Nye..!" George menimpali.


akhirnya Anyelir pun mengalah merekapun menyusun rencana terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam gedung yang tidak terpakai tersebut.

__ADS_1


"akhirnya kita berhasil Murphy!.....hahahaha....." tawa menggema seorang Bram membuat sepasang mata berkilat karena amarah.


'brengsek...! apa anyelir baik-baik saja...aghht...perih sekali kepalaku, seperti ya ada luka karena benturan tadi' batin Krisna yang ternyata telah sadarkan diri, mendapati dirinya berada didalam ruang gelap dan berada didalam jeruji besi layaknya binatang yang dikurung dalam sangkar besi, namun ia masih bisa mendengar suara dari luar.


"eeugh..." lenguhan kecil seorang wanita terdengar di telinga Krisna, menoleh kesamping, sejenak ia terkesiap melihat pemandangan menyesakkan dihadapannya.


Seorang wanita dengan pakaian yang hampir tidak menutupi sekujur tubuhnya, dengan banyaknya luka di wajah dan tubuhnya, sepertinya wanita ini telah disiksa dan di setubuhi dengan paksa.


"a..aaiir.." suara tercekat keluar dari bibir yang sudah menyisakan bekas darah kering di sudutnya, memaksa Krisna bergerak mendekat, meski ia pun tersadar bahwa satu tangannya ternyata terborgol, namun ia memaksakan diri mencoba mendekat pada wanita yang menyedihkan itu.


"ya Tuhan....apa yang mereka lakukan padamu nak.." ucap Krisna lirih setelah dapat melihat jelas sekilas banyak sekali luka yang sudah mengering dan juga mengeluarkan nanah seperti infeksi.


beruntung Krisna masih memakai jas lengkap dan ia mengingat masih membawa air mineral dalam botol kecil yang ia siapkan untuk anyelir tak kala ia resah dijalan....


ah teringat akan Anyelir Krisna menatap wanita disebelahnya yang tampak sangat menyedihkan, bahkan mati adalah hal terbaik yang pasti ya ia inginkan dengan cepat, beruntung buka anyelir-nya yang berada di posisi ini.


ya ...wanita itu adalah Lucy.


seolah menemukan oase ditengah gurun pasir, Lucy dengan sisa tenaga yang ia punya menyambar botol minuman tersebut seolah ia ingin membasahi kerongkongan yang teramat kering.


suara pergerakan Lucy yang sangat terburu-buru rupanya mengalihkan perhatian beberapa orang yang sedang menyusun rencana untuk kedua orang yang ada didalam ruangan gelap tempat mereka menyekap Krisna dan Lucy.


klek..


"wah-wah rupanya si rubah betina sudah terbangun...dan ada pahlawan kesiangan juga ternyata...cih!!" meludah ke arah wanita tersebut membuat Krisna yang melihatnya pun tersentak kaget.


"brengsek...!!!! beraninya pada perempuan...dasar b***i" teriak Krisna yang benar-benar merasa iba terhadap wanita tersebut.


"kenapa pak tua....kau ingin menikmati tubuhnya juga?" tanya Murphy dengan seringai iblis di raut wajahnya yang masih setia menggunakan penutup mata.

__ADS_1


"kalian.... benar-benar biadab!!" terima Krisna.


"DIAM!!!!" bentak Murphy yang mulai terpancing emosi karena Krisna tidak berhenti berteriak,


sedangkan lucy yang hanya bisa menangis dalam diam, meratapi kegagalannya dalam misi ini hingga berujung mendapatkan perlakuan kasar dan hina dari seorang Murphy, tidak bisa ia bayangkan apa yang terjadi bila bertemu dengan princess yang asli.


"Easy Murphy...kalau kau tidak bisa menahan emosimu maka kau tidak akan menemukan..."


"GAWAT!! ada penyusup..., hampir 15 orang anggota kita hilang dan tidak bisa di hubungi dengan alat komunikasi sir...!" dalam satu tarikan nafas lelaki bertubuh kurus dan jangkung namun memiliki wajah menyeramkan dengan bekas guratan pisau di pipi sebelah kirinya berlari tergesa-gesa kedalam ruangan itu.


"APA!!"


"BODOH!!"


Bram yang sedari tadi tidak banyak bersuara kali ini membentak ke arah Murphy dan anak buahnya.


"singkirkan kekacauan ini Murp!!" tegas Bram sambil matanya menatap ke arah Krisna.


"dan kau.... sebentar lagi putri kecilmu itu akan jadi milikku...!" menyeringai lebar dan berlalu keluar menyusul Murphy yang telah keluar terlebih dahulu untuk melihat apa yang terjadi.


pintu tertutup kencang dan kini kembali hanya tinggal Krisna dan Lucy yang berada di ruangan gelap dan pengap itu.


"apa yang mereka lakukan padamu...kenapa kau bisa ada disini?" tanya Krisna dengan hati-hati.


Lucy menghela nafas panjang, perlukah ia mengatakan kepada orang tua ini bahwa sebenarnya yang mereka cari adalah putrinya, dua orang yang berbeda kepentingan ingin sama-sama mendapatkan putrinya.


"kau akan tahu bila mereka berhasil menyelamatkan kita" lirih suara Lucy namun masih bisa terdengar di telinga Krisna.


'ia berdoa agar anyelir tidak perlu datang kesini untuk menyelamatkannya' batin Krisna, ia tidak sanggup bila dua orang tadi menyakiti anaknya.

__ADS_1


__ADS_2