
Mobil sedan yang di kendarai devan dan anye tiba di sebuah resto tepi danau, Devan sengaja memesan tempat tersebut untuk dinner romantis yang belum sempat ia berikan pada anye sejak mereka resmi berpacaran.
"wahhhh....ini cantik banget" menoleh pada Devan yang berada disampingnya sambil menggenggam tangan anyelir
"makasih ya sayang, ini tempat dinner paling romantis" mengembangkan senyum termanis nya.
"suka ..?" tanya Devan yang di jawab anye dengan anggukan kepala.
"nah kita kesana yuk .." Devan menggandeng anyelir untuk melangkah masuk ketempat yang sudah ia siapkan.
Anyelir tidak dapat menutupi rasa kagum dan bahagianya, rona kebahagiaan menyeruak di wajah gadis cantik berlesung pipi ini, ia menangkupkan kedua telapak tangannya pada bibirnya kala tiba di hadapan set dekorasi candle light dinner yang selalu ia impikan
Meja set yang telah dilengkapi dengan lilin, aroma mawar merah pada Jar transparan, dihiasi dengan lampu-lampu lampion di seputaran danau, harum wangi dedaunan yang menyeruak masuk dalam penciumannya ditambah dengan adanya piano di samping meja mereka.
Devan menarik kursi dan mempersilahkan anye duduk terlebih dahulu lalu ia berjalan menuju piano yang tersedia disana.
Anye merasa bahagia diperlakukan sangat manis oleh kekasih yang akan menjadi pendamping hidupnya ini, betapa ia begitu amat beruntung memiliki Devan.
Alunan musik dari piano mulai terdengar di telinga anye disusul dengan Suara merdu dari Devan kekasihnya yang tak pernah anye tahu bahwa Devan memilik suara seindah ini.
Well I thought I'd seen it all
From beginning to the end
Yeah I was the great pretender
Always alone again
Well a light came shining in
When you took my breath away
Now I know I've waited all my life
To do what I feel today
So tell me I'm dreaming
(Oh whoa)
'cause I can't hold back these tears I cry
And you never looked more beautiful tonight
(Oh whoa)
So if I'm dreaming
(Oh whoa)
Don't wake me up I'm so alive
Wish you could see what I see
Through these eyes of mine
Now we're standing face to face
I can hear the words we're saying
This is now and will be forever
__ADS_1
In this moment we could stay
So tell me I'm dreaming
(Oh whoa)
'cause I can't hold back these tears I cry
And you never looked more beautiful tonight
(Oh whoa)
So if I'm dreaming
(Oh whoa)
Don't wake me up I'm so alive
Wish you could see what I see
Through these eyes of mine
Whoa whoa oh
So don't wake me up
Don't let me down
My heart beats for love
And love lifts me higher
Right into the clouds
I'm flying so high
With tears in my eyes
So tell me I'm dreaming
(Oh whoa)
'cause I can't hold back these tears I cry
And you never looked more beautiful tonight
(Oh whoa)
So if I'm dreaming
(Oh whoa)
Don't wake me up I'm so alive
Wish you could see what I see
Through these eyes of mine
So don't wake me up
Don't let me down
__ADS_1
My heart beats for love
And love lifts me higher
Right into the clouds
I'm flying so high
With tears in my eyes
And I have never, ever felt so alive
lagu ditutup dengan bulir air mata di keduanya manusia yang sedang kasmaran tersebut.
Anye melangkah pelan mendekati Devan yang tengah menghapus bulir bening pada sudut matanya, lagu tersebut mengisyaratkan apa yang ada di hati Devan sebenarnya.
Mereka berdiri berhadapan, kedua mata mereka terpaut semakin dalam mengalirkan rasa cinta yang mereka miliki, perlahan menipiskan jarak antara keduanya menyatukan rasa yang mengalir melalui ciuman lembut dan penuh cinta dari keduanya.
Mereka begitu menikmati sentuhan satu sama lain hingga akhirnya anye melepaskan pautan itu karena kadar oksigen yang ia hirup menipis.
"hss...hss.." anye mengambil nafas kasar.
Devan menyatukan kedua kening mereka dan berbisik lembut.
"Dari saat ini dan selamanya jadilah pengantin ku" dan tanpa ragu anye menjawab dengan anggukan kepala.
'apa dia sedang melamar ku??' batin anye.
Devan memeluk anye erat seakan tidak rela jika harus berpisah dengan anye walau sesaat.
"kita nikah sekarang aja yuk....aku ga tahan jauh-jauh dari kamu" Devan melepaskan pelukannya dan menowel hidung anyelir sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.
"ish ..Dev...kau merusak momen romantis nya" gerutu anye kesal.
Devan tertawa geli melihat anye merajuk....ditariknya anye menuju meja yang telah disiapkan untuk mereka, diatas meja sudah terlihat sebuah kotak hitam dan set menu yang akan mereka nikmati sebagai sajian makan malam kali ini, entah kapan ada orang yang datang menyiapkan itu semua, mereka terlalu larut dalam keromantisan mereka tadi.
Berdiri di sisi meja, Devan mengambil kotak hitam yang telah ia siapkan.
"Will u marry me" tanya Devan saat telah mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin kotak berisi inisial nama mereka berdua.
"Dev....??" anye tidak dapat meneruskan kata-katanya.
"bukankah sebelum menikah harus ada lamaran romantis dulu untuk kekasih tercantik ku ini...hmm?" Devan mengambil kalung dan memasangkannya di leher jenjang anyelir
Hembusan nafas Devan saat memasangkan kalung terasa di leher dan telinga anyelir, membuat ia meremang, aroma maskulin dari tubuh Devan dan wangi mint dari hembusan nafas Devan membuat pikiran anyelir seolah menghilang.
Devan meletakkan kedua tangannya pada lengan anyelir sambil menatap anye dan kalung itu secara bergantian.
"perfect!!"
Ia pun mengajak Anyelir untuk duduk, menarik kursi berbalut hiasan kain berpita yang melingkar ditengahnya, agar anye bisa duduk terlebih dahulu lalu ia pun duduk dihadapan Anyelir sambil memasang senyum terbaiknya.
"Makanlah..."
Entah bagaimana mengungkap perasaan anye saat ini, yang anye tahu, saat ini ingin rasanya waktu berhenti berputar, tanpa perlu memikirkan hal lain selain dunianya bersama Devan, tiba-tiba anye teringat pada kenyataan bahwa saat ini akan banyak nyawa terancam karenanya.
Devan yang melihat dan merasakan perubahan pada wajah anyelir pun penasaran dengan apa yang tiba-tiba dipikirkan kekasih nya ini
"Ada apa sayang...hmm??" Devan menggenggam tangan anye yang berada di atas meja
"Dev..aku...aku takut jika terjadi sesuatu pada....." Devan meletakkan jari telunjuknya pada bibir indah anye..
__ADS_1
"ssttt....jangan pernah memikirkan hal lain saat kita sedang bersama" Devan mengerti kegelisahan anye mengenai apa yang akan terjadi beberapa hari kedepan saat hari pernikahan mereka berlangsung.