Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 28


__ADS_3

Mobil sedan yang di kendarai devan dan anye tiba di sebuah resto tepi danau, Devan sengaja memesan tempat tersebut untuk dinner romantis yang belum sempat ia berikan pada anye sejak mereka resmi berpacaran.


"wahhhh....ini cantik banget" menoleh pada Devan yang berada disampingnya sambil menggenggam tangan anyelir


"makasih ya sayang, ini tempat dinner paling romantis" mengembangkan senyum termanis nya.


"suka ..?" tanya Devan yang di jawab anye dengan anggukan kepala.


"nah kita kesana yuk .." Devan menggandeng anyelir untuk melangkah masuk ketempat yang sudah ia siapkan.


Anyelir tidak dapat menutupi rasa kagum dan bahagianya, rona kebahagiaan menyeruak di wajah gadis cantik berlesung pipi ini, ia menangkupkan kedua telapak tangannya pada bibirnya kala tiba di hadapan set dekorasi candle light dinner yang selalu ia impikan


Meja set yang telah dilengkapi dengan lilin, aroma mawar merah pada Jar transparan, dihiasi dengan lampu-lampu lampion di seputaran danau, harum wangi dedaunan yang menyeruak masuk dalam penciumannya ditambah dengan adanya piano di samping meja mereka.


Devan menarik kursi dan mempersilahkan anye duduk terlebih dahulu lalu ia berjalan menuju piano yang tersedia disana.


Anye merasa bahagia diperlakukan sangat manis oleh kekasih yang akan menjadi pendamping hidupnya ini, betapa ia begitu amat beruntung memiliki Devan.


Alunan musik dari piano mulai terdengar di telinga anye disusul dengan Suara merdu dari Devan kekasihnya yang tak pernah anye tahu bahwa Devan memilik suara seindah ini.


Well I thought I'd seen it all


From beginning to the end


Yeah I was the great pretender


Always alone again


Well a light came shining in


When you took my breath away


Now I know I've waited all my life


To do what I feel today


So tell me I'm dreaming


(Oh whoa)


'cause I can't hold back these tears I cry


And you never looked more beautiful tonight


(Oh whoa)


So if I'm dreaming


(Oh whoa)


Don't wake me up I'm so alive


Wish you could see what I see


Through these eyes of mine


Now we're standing face to face


I can hear the words we're saying


This is now and will be forever

__ADS_1


In this moment we could stay


So tell me I'm dreaming


(Oh whoa)


'cause I can't hold back these tears I cry


And you never looked more beautiful tonight


(Oh whoa)


So if I'm dreaming


(Oh whoa)


Don't wake me up I'm so alive


Wish you could see what I see


Through these eyes of mine


Whoa whoa oh


So don't wake me up


Don't let me down


My heart beats for love


And love lifts me higher


Right into the clouds


I'm flying so high


With tears in my eyes


So tell me I'm dreaming


(Oh whoa)


'cause I can't hold back these tears I cry


And you never looked more beautiful tonight


(Oh whoa)


So if I'm dreaming


(Oh whoa)


Don't wake me up I'm so alive


Wish you could see what I see


Through these eyes of mine


So don't wake me up


Don't let me down

__ADS_1


My heart beats for love


And love lifts me higher


Right into the clouds


I'm flying so high


With tears in my eyes


And I have never, ever felt so alive


lagu ditutup dengan bulir air mata di keduanya manusia yang sedang kasmaran tersebut.


Anye melangkah pelan mendekati Devan yang tengah menghapus bulir bening pada sudut matanya, lagu tersebut mengisyaratkan apa yang ada di hati Devan sebenarnya.


Mereka berdiri berhadapan, kedua mata mereka terpaut semakin dalam mengalirkan rasa cinta yang mereka miliki, perlahan menipiskan jarak antara keduanya menyatukan rasa yang mengalir melalui ciuman lembut dan penuh cinta dari keduanya.


Mereka begitu menikmati sentuhan satu sama lain hingga akhirnya anye melepaskan pautan itu karena kadar oksigen yang ia hirup menipis.


"hss...hss.." anye mengambil nafas kasar.


Devan menyatukan kedua kening mereka dan berbisik lembut.


"Dari saat ini dan selamanya jadilah pengantin ku" dan tanpa ragu anye menjawab dengan anggukan kepala.


'apa dia sedang melamar ku??' batin anye.


Devan memeluk anye erat seakan tidak rela jika harus berpisah dengan anye walau sesaat.


"kita nikah sekarang aja yuk....aku ga tahan jauh-jauh dari kamu" Devan melepaskan pelukannya dan menowel hidung anyelir sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.


"ish ..Dev...kau merusak momen romantis nya" gerutu anye kesal.


Devan tertawa geli melihat anye merajuk....ditariknya anye menuju meja yang telah disiapkan untuk mereka, diatas meja sudah terlihat sebuah kotak hitam dan set menu yang akan mereka nikmati sebagai sajian makan malam kali ini, entah kapan ada orang yang datang menyiapkan itu semua, mereka terlalu larut dalam keromantisan mereka tadi.


Berdiri di sisi meja, Devan mengambil kotak hitam yang telah ia siapkan.


"Will u marry me" tanya Devan saat telah mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin kotak berisi inisial nama mereka berdua.


"Dev....??" anye tidak dapat meneruskan kata-katanya.


"bukankah sebelum menikah harus ada lamaran romantis dulu untuk kekasih tercantik ku ini...hmm?" Devan mengambil kalung dan memasangkannya di leher jenjang anyelir


Hembusan nafas Devan saat memasangkan kalung terasa di leher dan telinga anyelir, membuat ia meremang, aroma maskulin dari tubuh Devan dan wangi mint dari hembusan nafas Devan membuat pikiran anyelir seolah menghilang.


Devan meletakkan kedua tangannya pada lengan anyelir sambil menatap anye dan kalung itu secara bergantian.


"perfect!!"


Ia pun mengajak Anyelir untuk duduk, menarik kursi berbalut hiasan kain berpita yang melingkar ditengahnya, agar anye bisa duduk terlebih dahulu lalu ia pun duduk dihadapan Anyelir sambil memasang senyum terbaiknya.


"Makanlah..."


Entah bagaimana mengungkap perasaan anye saat ini, yang anye tahu, saat ini ingin rasanya waktu berhenti berputar, tanpa perlu memikirkan hal lain selain dunianya bersama Devan, tiba-tiba anye teringat pada kenyataan bahwa saat ini akan banyak nyawa terancam karenanya.


Devan yang melihat dan merasakan perubahan pada wajah anyelir pun penasaran dengan apa yang tiba-tiba dipikirkan kekasih nya ini


"Ada apa sayang...hmm??" Devan menggenggam tangan anye yang berada di atas meja


"Dev..aku...aku takut jika terjadi sesuatu pada....." Devan meletakkan jari telunjuknya pada bibir indah anye..

__ADS_1


"ssttt....jangan pernah memikirkan hal lain saat kita sedang bersama" Devan mengerti kegelisahan anye mengenai apa yang akan terjadi beberapa hari kedepan saat hari pernikahan mereka berlangsung.


__ADS_2