Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 52


__ADS_3

"Pagi Dev..., ayo kita sarapan dulu"


Thomas menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


Meskipun saat ini ia telah menjadi pewaris Jhonson, namun Thomas yang terbiasa hidup dalam kesulitan sejak terpisah dengan keluarganya, sudah terbiasa melakukan segala hal sendiri, bahkan ia juga pandai memasak.


Devan hanya mengangguk dan bergumam menjawab perkataan Thomas.


sepertinya suasana hatinya masih belum membaik.


"aku akan pergi lagi ke galeri, kau ikut kan?" Thomas membuka percakapan.


"apakah kau sudah janjian dengan wanita itu" tanya Devan pada Thomas


"ya, aku sudah berjanji akan datang kembali di jam yang sama dengan kemarin, kau tahu, dia bahkan tidak memberikan nomor ponselnya dengan alasan dia ingin menjauh dulu dari dering ponsel, wanita yang aneh"


Devan mengambil ponselnya dan mencari nama my love, foto mereka berdua dalam pose hampir berciuman masih terpasang sebagai profil foto Anyelir, mungkin hal ini juga yang menjadi alasan Anyelir tidak memberikan nomor nya.


"aku ke kantor dulu, agar Murphy tidak curiga, kabari aku jika kau akan pergi menemui wanita itu lagi"


Devan mengambil jasnya dan keluar dari apartemen itu"


"benar-benar tidak sopan...untung kau sahabatku Dev.." gumam Thomas.


"Bagaimana persiapan nanti malam?" Murphy berbicara dengan orang kepercayaan nya


"aman tuan, mereka sudah kita masukan dalam peti kemas untuk selanjutnya dikirim lewat laut" jawab bawahan Murphy penuh percaya diri.


"bodoh!! pelan kan suara mu!!"


"maaf tuan, tapi tadi saya sudah minta sekretaris tuan untuk pergi membuatkan kopi untuk anda" merasa yakin bahwa diluar tidak ada orang yang mendengar.


Devan yang tidak sengaja ingin masuk ke dalam ruangan Murphy segera menghentikan langkahnya karena mendengar percakapan tersebut.


"Bagus, pastikan kali ini kita memperoleh keuntungan dua kali lipat dari yang dulu, aku tidak ingin di komplain karena mengirim orang yang tidak produktif"


orang? apa maksudnya, ah apa mungkin perdagangan manusia yang ilegal itu yang dimaksud


"pastikan kamu awasi orang baru itu, jangan sampai dia memiliki waktu untuk pergi bersamaku hari ini, aku harus menghadiri jual beli hari ini".

__ADS_1


"baik tuan, saya pamit"


Devan segera beranjak tanpa menimbulkan suara, beruntung Devan selalu memakai sepatu model flip on yang tidak terdengar bila digunakan.


sepertinya ada transaksi yang dia lakukan malam ini, menarik, aku akan selidiki lebih lanjut.


Devan segera pergi dari gedung tersebut dan menunggu untuk mengikuti Murphy, seperti yang Devan dengar, ia tidak ingin dirinya diikuti oleh anak buah Murphy.


"Bagaimana pertemuan mu dengan Tuan Jhonson?" Anyelir dan George sedang berada di suatu cafe


"Cukup baik, tidak ada yang special, dia menyukai Leah, sore ini kemungkinan besar ia akan datang ke lagi ke galeri, ia ingin mengajak makan malam bersama dengan temannya dan aku akan mengajak Leah"


"apa dia tertarik dengan foto-foto mu?"


"hahahaha... siapa yang tidak akan tertarik dengan fotoku, apa kau lupa kalau aku lulusan terbaik seni fotografi" Anyelir tertawa dan George cukup senang dengan hal itu, sepertinya Anyelir nya telah kembali.


Devan menyelinap diantara peti-peti kemas yang berjajar di sepanjang pelabuhan, setelah mengetahui tempat dimana Murphy akan melakukan transaksi yang ternyata adalah perdagangan orang, Devan memutuskan untuk mengumpulkan bukti-bukti.


Dari kejauhan Devan melihat adanya kendaraan yang berdatangan, ia pun mengambil beberapa foto, hingga tiba saat dimana Devan cukup terkejut melihat adanya mobil polisi yang datang tanpa melakukan tindakan apapun, justru malah seperti menjaga transaksi tersebut berjalan dengan baik.


Devan terus mengambil foto-foto yang dapat dijadikan bukti jika dibutuhkan.


Misi pertama pun telah selesai dilakukan, Devan pun beranjak dari tempatnya.


Murphy yang saat ini berkendaraan menuju apartemen nya membatin didalam hati.


kemana perginya laki-laki itu, cepat sekali dia menghilang, apa dia tidak ke kantor


"Tuan Murphy, tim penyisir memberikan pesan" menyerahkan ponselnya.


"sudah ku duga pasti anak bau kencur itu ingin mencari celah untuk mengusikku"


Devan segera memindahkan file yang berada di dalam kamera yang ia gunakan tadi untuk mengambil gambar, dia membackup data tersebut agar tidak dapat di temukan, dan menyimpannya dalam beberapa tempat sehingga jika terjadi sesuatu data tersebut masih dapat tersimpan dengan aman.


klik...


Pintu apartemen terbuka, Thomas yang beru kembali dari galeri sehabis menemui Leah dan Anyelir terlihat sangat bersemangat, pembicaraan hari ini membuat thomas sangat senang, karena ia berhasil membujuk Princess agar bisa bekerja sama dengan mereka untuk kegiatan launching produk mereka dimana memang memerlukan seseorang dengan kemampuan yang mumpuni untuk membuat promosi perusahaan mereka terlihat menarik.


"kau sudah kembali Dev?"

__ADS_1


"hemm.."


"apa yang sedang kau lakukan sih?" Thomas mendekat ke arah Devan dan melihat video transaksi yang dilakukan oleh Murphy.


"hei...apa ini, dari mana kau dapat ini Dev??"


"aku tadi mengikuti Murphy dan ini yang kudapatkan"


"gila..aku harus menghentikan ini sebelum namaku terseret jauh"


"sepertinya kau harus segera melakukan ya thom"


"Ah...menyusahkan saja..., padahal sebentar lagi kita akan launching produk baru".


"aku akan segera menghentikannya"


"sebaiknya begitu".


"ah ya Dev, bicara tentang produk baru yang akan perusahan ku keluarkan, aku telah menyewa seseorang untuk mengambil beberapa gambar"


"ya....kau urus saja dulu urusan itu, aku ingin fokus menangani Murphy."


"oke...besok dia akan datang, mungkin kau bisa menemani dia untuk menjelaskan mengenai hanga


Devan hanya mengangguk kan kepalanya dan segera menyimpan di data-data transaksi yang dilakukan oleh Murphy tadi.


"mandilah dulu thom, setelah itu kita makan, aku tadi sudah memesan makanan, hanya tinggal ku panaskan saja"


Thomas pun segera bergerak dari duduknya, dan segera memasuki kamar mandi.


Devan pun melanjutkan menyiapkan makanan untuk mereka malam ini.


"Princess, apakah kau jadi pergi ketempat Thomas?" Leah mendatangai anyelir yang sedang duduk sambil membersihkan kamera yang akan ia gunakan untuk pemotretan di kantor Thomas.


"sepertinya begitu Leah, apa kau ingin menemaniku?" anyelir bertanya pada Leah


sejenak Leah merasa ragu, karena ia dapat merasakan ketertarikan Thomas pada sosok anyelir, namun ia juga ingin sekali saja memastikan perasaan yang ia miliki untuk Thomas, akankah rasa itu masih sama dengan apa yang dia rasakan saat ini.


"baiklah aku akan ikut, tapi perlukan kita meminta ijin pada Thomas," akhirnya Leah pun memutuskan untuk ikut

__ADS_1


"tidak perlu"


__ADS_2