Cewek Imut Tapi Jagoan

Cewek Imut Tapi Jagoan
Chapter 46


__ADS_3

"Selamat datang om..." Thomas menyambut Maxwell dengan begitu hangat.


Sedangkan Maxwell sendiri masih merasa terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, belum ada genap satu hari dia menyaksikan mobil yang di kendarai oleh anak kandungnya meledak dan jasad nya terbujur kaku di hadapannya dalam kamar jenazah, namun tiba-tiba Devan muncul dihadapannya dalam kondisi baik-baik saja tanpa kurang satu apapun.


"Sorry dad..., aku belum mengenalkan Thomas padamu, aku juga tidak menyangka bahwa orang yang selalu bersamaku saat kami bersekolah dulu adalah pria berdarah dingin dan pewaris keluarga Jhonson yang amat kaya saat ini..." Devan merangkul pundak ayahnya sambil tersenyum kepada Thomas.


"Ini semua sebenarnya rencana saya om, maaf membuat om bingung dan terkejut, jasad yang ada di rumah sakit adalah salah satu anak buah saya yang saya minta untuk menggantikan posisi Devan saat itu, awalnya Devan juga sama terkejutnya seperti om dan tidak percaya dengan keberadaan saya, tapi tidak ada waktu lagi untuk memberi tahu semua orang, jadi menurut ku ini adalah cara yang terbaik untuk menghentikan Murphy, dan mengikuti skenario nya, hingga saat ia lengah baru kita bisa bergerak.


"tunggu dulu !!!" Maxwell masih ragu kalau Thomas berada di pihak yang sama dengan mereka.


"kau dan Murphy tidak sedang menjebak kami kan??" Maxwell masih penasaran apa sebenarnya rencana dari lelaki muda dihadapannya.


"duduklah dad..." Devan mengajak Maxwell untuk duduk di sofa.


"Saya memiliki alasan khusus untuk melakukan ini om...karena saya juga memiliki dendam pribadi terhadap Murphy yang ternyata adalah penyebab saya terpisah begitu lama dengan keluarga besar saya, dan selama saya terpisah dengan keluarga saya, hanya Devan yang membantu dan berada disisi saya, bahkan ketika saya hampir merenggang nyawa Devan juga yang menyelamatkan hidup saya om..., saya berhutang kehidupan pada Devan"


"lalu kenapa kamu baru muncul saat ini, bukankah tidak sulit menemukan anakku karena dia merupakan orang yang cukup terkenal dalam dunia bisnis, jika kau benar-benar ingin membalas budinya." Maxwell tetap dalam mode hati-hati.


Thomas tersenyum dan menghela nafas panjang


"untuk seseorang seperti saya yang baru mendapatkan kembali kehidupan nya dan memiliki tujuan membalaskan dendam atas apa yang terjadi terhadap diri saya, maka hanya satu tujuan saya kembali ke negara ini adalah untuk mencarinya, dan takdir menemukan kami disaat dia membutuhkan orang untuk membatunya membalaskan dendam juga, saya belum paham sepenuhnya alasan Murphy mengincar tiga perusahaan besar yang sangat berkembang di negara ini, saya begitu ingin membunuhnya ketika dia saya temukan di pinggir jalan kala itu, namun saat ia tidak sadarkan diri, dia selalu menyebutkan nama 'princess aku akan membalas dendam' , hal ini yang membuat saya penasaran akhirnya memutuskan untuk menolong dan mencari tahu apa rencananya, beresiko....namun, saya juga ingin bermain dengan nya agar dia bisa merasakan apa yang saya alami saat hidup saya diporakporandakan olehnya dulu".


Maxwell memandang ke arah Devan, masih tidak percaya bahwa anaknya baik saja.


"apa kau baik-baik saja boy?" Maxwell kembali bertanya.

__ADS_1


"aku baik-baik saja dad, maaf sudah membuatmu khawatir" Devan memeluk sang ayah.


"lalu kenapa kamu tidak segera menemui Anyelir..., dia begitu terpukul saat tahu mobilmu terbakar..dan oh tidak.....kita harus segera kembali ke rumah, aku mengkhawatirkan ibu mu".


belum sempat Devan menjawab Thomas terlebih dahulu menjawab pertanyaan Maxwell


"aku yang memintanya untuk menahan diri om.., dan mari kita kembali ke rumah om"


"kamu...? tapi kenapa?"


"Dad..., awalnya aku juga tidak setuju dengan hal ini, namun anye adalah target utama Murphy, ia dengan sengaja melenyapkan aku dan Damian terlebih dahulu agar ia bisa bergerak leluasa untuk mencelakakan anyelir."


Maxwell berpikir ada benarnya, sepertinya pewaris keluarga Jhonson ini memiliki kejelian khusus dalam menyelesaikan suatu masalah.


"Ketika itu Murphy menjelaskan bahwa dengan menyingkirkan Devan dan Damian tanpa terlihat akan lebih mudah untuknya menghabisi orang-orang disekitar anyelir dan memasuki pertahanan anyelir".


Devan pun menjelaskan rencana yang telah ia bahas berdua dengan Thomas kepada ayahnya, dan lebih mudah untuknya bergerak ketika anyelir dan orang yang terhubung dengan nya tidak mengetahui tentang keberadaan dia yang masih hidup, setelahnya mereka bertiga berangkat menuju rumah keluarga Maxwell dengan kendaraan terpisah.


Rumah keluarga Maxwell saat ini dipenuhi dengan orang yang datang untuk memberikan ucapan bela sungkawa, dan terlihat pula orang yang ciri-ciri nya mirip dengan Murphy.


Istri Maxwell amat terpukul dengan kepergian Devan, Maxwell merasa tidak tega melihat hal tersebut namun ini memang harus dilakukan ketika ingin keluarganya aman, ia akan mempertemukan Devan dan istrinya begitu acara pemakaman selesai.


Setelah memastikan semua aman, jenazah yang menggantikan Devan juga sudah di kuburkan, dari kejauhan Murphy tersenyum penuh arti kala ia melihat seorang wanita yang tak lain adalah Anyelir, berusaha untuk begitu tegar dengan balutan blazer hitam dan kaca mata hitam, berdiri di pusara yang bertuliskan nama Devan Maxwell, dibelakangnya sosok Krisna, Jonas berdiri untuk menjaganya.


Di dalam sebuah mobil yang memiliki kaca tidak tembus pandang dari luar Devan terlihat begitu tersiksa melihat kekasihnya meratapi orang lain dalam diam.

__ADS_1


"tenangkan hati mu sayang, ini demi masa depan kita...aku akan melindungi mu dari jauh, aku yakin sebentar lagi Murphy akan melakukan aksinya"


Thomas yang berada di sebelah Devan menepuk pundak sahabatnya itu.


Devan menatap sahabatnya itu, dan menganggukkan kepalanya, pertarungan sebenarnya baru akan dimulai.


"Aaaarrggggghhhhh....." seorang laki-laki muda berteriak dan mengamuk didalam sebuah kamar rawat inap, saat mengetahui bahwa kakinya tidak dapat digerakkan, dokter mengatakan bahwa kecelakaan itu menyebabkan kakinya terjepit dan menyebabkan ia tidak bisa berjalan.


" dokter...apa ia bisa disembuhkan? ia tidak akan lumpuh total kan?"


Bramantyo yang merasa khawatir dengan kondisi Damian menanyakan hal tersebut kepada dokter yang menangani anak angkatnya itu.


"untuk pastinya kita masih harus melakukan observasi tuan, namun saya harap tuang Damian dapat bekerja sama dan tidak mengamuk seperti tadi"


Bramantyo menghela nafas mendengar jawaban dari dokter tersebut, ia juga harus memastikan apakah Damian bisa disembuhkan atau tidak, karena ia juga tidak ingin sia-sia memelihara orang yang tidak dapat membalaskan sakit hatinya terhadap keluarga Krisna dan juga Murphy.


Sedangkan di sebuah ruang s


VIP dalam klub milik salah satu keluarga Jhonson seorang lelaki bermata satu sedang menikmati kesenangan nya


"hahaha..hari ini aku amat bahagia, satu persatu akan aku hilangkan dari muka bumi ini...tunggu saatnya tiba princess, aku akan buat kamu merangkak memohon ampun pada ku.....hahahaha...." tawa menggema terdengar dalam ruangan tersebut.


Di dalam ruangan gelap penuh dengan layar yang menyala, seorang lelaki muda menatap ke arah layar yang menunjukkan wajah bahagia


Murphy.

__ADS_1


"bersenang-senang lah selagi kau mampu Murphy".


__ADS_2