CHARLOTTE : Merak Putih Yang Terluka

CHARLOTTE : Merak Putih Yang Terluka
The Power of Kepepet


__ADS_3

Ellena berdiri meski dengan lemah dan menahan rasa sakit di dalam dada. Mata birunya seperti bercahaya dengan sorot nan indah, tetapi menukik tajam pada Sihir Hitam yang terus menguasai Charlotte.


Tanpa memikirkan risiko, Ellena menarik tangan Charlotte. Kemudian, ia berusaha keluar dari tempat itu dengan berlari karena mendadak saja alam tersebut semakin bergetar bahkan bebatuan dan bukit-bukit di sana ikut bergoyang.


“Semuanya, cepat pergi dari sini!” teriak Ellena. Tanpa ragu, semuanya pun mengikuti keinginan sang pemeran utama.


Di sisi lain, ada yang tidak terima. “Tidak! Hei, jangan pergi!” teriak Sihir Hitam. Ia tidak mau rencananya gagal karena satu teriakkan dari gadis asing tersebut. Meski begitu, ia tetap mengikuti ke mana Ellena dan yang lainnya pergi.


Semua berlari, keluar dari tempat yang hendak hancur itu. Hampir saja Ellena dan yang lainnya kejatuhan batu dari bukit di atasnya, bahkan ada juga pohon yang tumbang secara tiba-tiba, hampir mengenai mereka tetapi langsung dihalau oleh Hanae dan lainnya.


“Awas!” teriak Hanae. Ia melemparkan anak panahnya yang sudah dilapisi sihir untuk menahan salah satu pohon besar yang tumbang dan hendak mengenai Ellena.


Juga, di depan sana ada batu yang menggelinding ke arah mereka. Batu itu berasal dari salah satu bukit. Segera saja, Leonie mempercepat laju pelariannya. Ia berubah menjadi singa seutuhnya dalam sekejap dan menerjang beberapa bebatuan yang menghalangi jalan mereka.


Gluduk.


Gluduk.


Alam ini semakin tidak bisa dipertahankan. Dimensinya mulai berantakan sehingga beberapa kali terasa berubah-ubah bentuk.


“Hei lihat di sana!” teriak Steven sembari berlari. “Portalnya... portal itu hampir hilang!”


Semua mata melotot.


“Tidak, kita harus cepat!” Ellena menginstruksikan. Meski mereka sebenarnya tak cukup yakin, tetapi dengan kekuatan dan keajaiban, maka mereka pasti akan selamat!


Dimensi semakin berubah. Yang awalnya jarak mereka dengan pintu itu dekat, mendadak jadi semakin jauh seakan mereka hanya berlari di tempat saja.


“Oh Tuhan, tidak! Ini tidak mungkin!” histeris Mae tetapi ia masih terus berjuang meraih portal tersebut yang sebenarnya ada di depan mereka persis. Hanya saja, karena dimensi mulai berantakan, pandangan mata terhadapnya juga semakin kacau.


Mendadak.


Wus.

__ADS_1


Sebuah pari besar masuk ke dalam dan segera menaikkan Ellena juga teman-temannya di atas punggungnya. Ia adalah...


“Manta The Batoidea!” Ruby bersemangat. Ya, ia adalah Manta si pari lambang kerajaan air di Holand. Ia datang untuk menyelamatkan Charlotte.


Sebelumnya, ia pernah datang waktu itu untuk menjelaskan kepada Charlotte bahwa wanita itu harus kembali karena keseimbangan Wolestria menjadi terancam disebabkan sang ratu negeri itu menghilang dari negerinya sendiri dan sebentar lagi Pohon Atma akan menghapus sejarah Everfalls, hal itu akan merusak keseimbangan Wolestria.


Namun, Charlotte yang sudah membenci negerinya pun tidak peduli. Ia bertekad untuk dihapus dari sejarah bersama negerinya. Ia tak ingin Everfalls ada lagi dan dirinya berinkarnasi dengan alur cerita menyakitkan yang sama terus menerus, berulang dan tidak pernah berhenti.


Semuanya pun naik di punggung Manta. Pari terbang tersebut mulai menuju ke portal yang menyempit. Dengan sihir sucinya, ia bisa menembus!


Wus.


Seketika, ia keluar bersama lainnya dengan selamat sementara bagian istana Charlotte yang lain mendadak saja seperti meluruh, hilang. Bagian istana itu adalah alam buatan khusus untuk Charlotte dan kini, alam itu sudah hilang satu detik setelah Manta membawa Charlotte dan lainnya keluar.


Manta terbang di atas udara. Sang pari besar itu seperti mengambang dengan tenang mengikuti alunan melodi udara.


“Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?” tanya Ellena seketika. Padahal, saat ini yang paling dicemaskan adalah kondisi Ellena.


“Kenapa... kamu menolongku?”


Ellena segera menarik kembali tangannya diselingi kalimat maaf. Namun, Charlotte menahannya dan menggeleng kepala dengan pelan.


“Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf.” Ia mulai tersenyum untuk pertama kalinya!


Senyuman itu membuat yang lain jadi tercengang bukan main!


“I-Ibunda Agung t-tersenyum?!” Leonie sampai menganga. Ia merindukan senyum itu yang hilang seratus tahun lalu.


“Ini... pasti rasanya sangat sakit, ya?” tanya Charlotte kemudian.


“Tidak.” Ellena menggelengkan kepalanya diselingi senyum manisnya bak bulan sabit yang melengkung dengan indah. “Aku tidak merasakan sakit jika bersama dengan semua orang. Ah, yang tadi itu sangat menegangkan! Aku pikir, kita semua akan berakhir.”


Terdengar menggema tawa Ellena. Hanya gadis itu yang tertawa dengan terbahak-bahak seperti telah menikmati sesuatu yang sangat menyenangkan.

__ADS_1


Namun, tawa itu seketika hilang karena terdengar tawa yang lebih mengerikan dari Sihir Hitam yang kembali muncul.


“Hahaha sungguh naif! Apa maksudmu teman? Teman hanyalah dia yang datang saat butuh saja! Bahkan, terkadang teman selalu meninggalkanmu! Hahahaha.” Tawa Sihir Hitam semakin keras.


Mendengar itu, Ellena bangkit. Ia menyeringai seperti pemeran antagonis dengan tatapan menjijikkannya terhadap si Sihir Hitam.


“Apa kamu pikir teman hanya sebatas itu?” Ellena terkekeh. “Jika begitu, berarti kau tidak pernah punya teman, Sihir Hitam! Selama dirimu memiliki teman, kau hanya menjadi kacung saja dan dimanfaatkan oleh mereka!”


Tawa Ellena semakin menggelegar. Bahkan, ia sudah seperti orang paling jahat di sini.


“Hubungan teman bukanlah antar tuan dan pelayan, tetapi hubungan teman lebih dari itu! Teman akan saling membutuhkan tidak peduli seberapa berat beban yang kau tanggung! Jika teman yang kau maksud adalah seperti itu, berarti dia bukan temanmu... melainkan seseorang yang hanya memanfaatkan dirimu dengan dalil pertemanan!”


Tatapan Ellena menukik tajam pada aura hitam yang berada di balik punggung Charlotte.


“Kamu adalah orang paling menyedihkan yang paling aku kenal! Lihatlah, dirimu saja berlindung di balik tubuh Ratu Charlotte! Jika kau berani, sini lawan aku!” Ellena tersenyum bangga seraya menantang sang Sihir Hitam.


“Beraninya kau!” Sihir Hitam mulai melancarkan aksinya. Sementara Ellena memasang kuda-kuda. Yang lain merasa khawatir, gadis aneh dari dunia lain ini memang selalu di luar dugaan.


Tampaknya, Sihir Hitam semakin mengamuk. Ia terus-terusan mengarah tidak jelas hingga pada akhirnya, ia melemparkan jurus andalan dan Ellena siap melawan.


Namun...


Wus.


“Woaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” Ellena malah terlempar dari atas tubuh Manta karena kekuatan Sihir Hitam. Sebenarnya, gadis itu hanya ingin menggertak saja, tetapi Sihir Hitam malah betulan menyerang dan akhirnya Ellena malah terhempas sendiri, apalagi saat ini Manta berada di atas ketinggian, jauh lebih tinggi dari istana Charlotte.


“Ellenaaaaaaaa!”


Ellena terjun dan dari jauh ia seperti sebuah titik hitam yang jatuh ke bawah.


“Hei, apa itu yang jatuh?” tanya warga Everfalls yang keluar rumah karena terkejut akan kedatangan Manta yang tak pernah keluar setelah seribu tahun lalu dan kini malah terbang di atas istana Charlotte.


“Aku bakal mati iniiiiii!” teriak Ellena yang berpacu melawan arus udara dan siap hancur di daratan.

__ADS_1


****


__ADS_2