Cinta (Tak)Butuh Kepastian

Cinta (Tak)Butuh Kepastian
Inspirasi


__ADS_3

Sudah dua hari Sofia tanpa henti membicarakan tentang kejadian pagi itu pada Tias. Cerita sama yang diulang-ulang tak jemu digambarkan Sofia dengan ceria. Tias yang menjadi pendengar setia satu-satunya mesti menahan penderitaan mendengar cerita Sofia.


"Lu beneran seneng banget deh sampe kayaknya udah seratus kali gue denger kata 'ciuman Romi'.. deuh!" kata Sofia berusaha menghentikan rentetan cerita berulang Sofia.


"Ya abis gimana, sumpah itu momennya pas bangeeet," kata Sofia mengawang-ngawang dan bersandar di bahu Tias.


"Idih," Tias mendorong kepala Sofia dari bahunya. "Kayak yang pertama kali jatuh cinta aja."


"Persis," kata Sofia sembari menjentikkan jari.


"Manusia aneh," ujar Tias sembari menunjuk dahi Sofia.


Sofia tertawa lepas melihat reaksi Tias, kemudian handphone Sofia bergetar. Dengan wajah masih tersenyum ia membuka pesan whatsapp yang masuk.


"Oh!" katanya terkejut.


"Apa lagi sih?" Tias penasaran.


"Ini sobat 'pacar' gue," kata Sofia sembari mengklaim Romi adalah kekasihnya.


"Dih pacar, mana bisa, bilang cinta aja belum," Tias mengingatkan. "eh tapi apaan tuh, si Rizky itu?"


"Dia nagih bantuan yang gue janjiin dulu karena dia udah bantu gue ngasih info soal Romi."


"Jadi dia minta apa?"


"Dia cuma tanya dimana ada toko perhiasan yang bagus ... plus banyak diskonnya.."


"Haha, terus gimana?"


"Gue kasih aja alamat Toko punya Mama, biar dia kesana.." kata Sofia sambil mengirimkan lokasi toko perhiasan milik mamanya ke whatsapp Rizky.


"Lho.. ada-ada aja.." gumam Sofia.


"Kenapa lagi?"


"Dia minta antar untuk milih cincin.. lu ikut gue ya.. males gue kalau harus berduaan doang sama dia," kata Sofia sembari langsung menarik lengan Tias menuju parkiran mobil.


Sofia bisa saja mengacuhkan permintaan Rizky, tapi dia merasa berutang budi berkat info dari Rizky ia bisa berakhir di kosan Romi.


****


Rizky menunggu dengan sabar di depan toko yang disebutkan Sofia. Beberapa kali ia mengecek jam tangannya karena ia tidak memiliki banyak waktu. Ada meeting bersama direksi yang menunggunya nanti. Jika Sofia tidak memintanya sekarang juga untuk datang ia tak akan memaksakan diri.


Demi Karina katanya dalam hati.

__ADS_1


Dan sejurus kemudian sebuah mercedes-benz S-Class berwarna putih berhenti di dekatnya. Dari dalamnya muncul Sofia dan Tias.


"Ayo," ajak Sofia yang langsung masuk kedalam toko dengan tulisan 'Golden Flower' besar di atasnya itu.


"Oke," Rizky menurut dan mengikuti kedua gadis itu masuk.


Sofia mengenakan t-shirt dan jeans terlihat elegan walau dandan sederhana. Ditambah wajahnya pun cantik jelita. Rizky heran kenapa Romi enggan untuk jadi pasangannya.


"Siang Bu," pelayan toko menyapa Sofia ketika masuk.


"Lho ini toko milikmu?" tanya Rizky heran melihat para pegawai toko yang kelihatannya akrab dan sopan sekali pada Sofia.


"Oh.. engga.. toko ini punya Mamaku.. jadi mau cari apa?" kata Sofia datar sambil duduk di salah satu kursi tinggi disitu.


"Oh ia.. aku cari cincin.." kata Rizky yang ikutan duduk di sebelah Sofia.


"Buat siapa?"


"Calon," jawab Rizky mantap.


Sofia memanggil salah satu karyawannya yang segera pergi ke belakang dan kemudian kembali lagi membawa nampan yang berisi jejeran cincin yang berkilauan terkena lampu toko.


"Wah," Rizky melihat dengan kagum meski tak paham dengan perhiasan.


"Ini koleksi favoritku di toko ini.. daripada aku bantu kamu carikan yang cocok, kamu bisa pilih langsung dari sini," kata Sofia sembari ia sendiri mencoba berberapa cincin.


"Enggak lah, ini punya toko, tapi kalau ada yang nanya koleksi favorit ini udah aku pilihkan jadi karyawan disini tinggal bawa yang ini semua."


"cerdas," Rizky memuji..


"Lebih baik yang simpel modelnya atau yang rumit?" tanya Rizky selagi matanya menelusuri barisan cincin di depannya.


"Kalau baru pertama lebih baik yang simpel aja," kata Sofia datar.


"Duh jadi bingung.." gumam Rizky.


Sofia mulai merasa bosan sementara Rizky memilih tanpa henti, selalu merasa bingung akan mengambil yang mana. Sementara itu Tias di sudut meja lain dengan heboh sedang mencoba berbagai perhiasan. Penampilannya sudah mirip juragan emas dengan gelang dan kalung emas kuning berukuran jumbo ia kenakan. Setidaknya kehadiran Tias jadi hiburan untuk saat ini.


"Jadi untuk acara tunangan?" Sofia menebak bertanya pada Rizky.


"Ah engga.. ulang tahun.." jawab Rizky sambil tersipu malu.


"Ulang tahun langsung dikasih cincin berlian??" Sofia terkejut.


Bukan soal memberi cincin berliannya yang membuat Sofia terkejut. Beberapa temannya juga ada yang melakukan hal itu. Tapi untuk seseorang yang katanya belum pernah pacaran sama sekali, memberikan cincin adalah lompatan yang jauh.

__ADS_1


"Ya.. karena aku akan langsung melamarnya saat itu juga," jawab Rizky yakin.


Kali ini napas Sofia tertahan untuk beberapa saat mendengar rencana nekat pria ini.


Rizky lalu memperlihatkan sebuah foto dari handphonenya. Sofia mendekat untuk melihat foto yang dimaksud Rizky. Di foto itu ada Rizkh, seorang perempuan, dan terakhir ada Romi.


"Itu Karina?" tebak Sofia, Rizky pernah menyebutkan beberapa kali namanya tapi Sofia tak pernah tahu wujudnya.


Rizky mengangguk semangat. "Ini acara ulang tahun kami tahun lalu, kita makan-makan di restoran khas Jawa."


"Ulang tahun kami?" Sofia bertanya penasaran.


"Ya aku dan Karina berulang tahun di tanggal yang sama," Rizky tersenyum lebar menjelaskan.


"Wow," Sofia terkagum-kagum dengan kebetulan yang luar biasa itu.


Tapi tentu saja ia tertarik pada satu orang lagi di foto itu.


"Romi nanti datang juga di ulang tahun kalian?"


"Pasti datang, tapi bakalan berat," kata Rizky sengaja memancing Sofia untuk bertanya lagi.


"Berat?" Sofia kebingungan.


"Ya..." kata Rizky pendek.. ia sudah menyiapkan yang satu ini. Rizky sudah berpikir bahwa salah satu cara yang bisa menghalau Romi menuju Karina adalah melibatkan gadis kaya raya di depannya ini.


"Karena Romi juga mencintai Karina," lanjut Rizky dengan dramatis.


Tanpa Rizky sadari ucapan dramatisnya terdengar seperti sambaran petir di siang bolong. Baru saja Sofia merasakan bahagia dengan Romi tiba-tiba saja ada yang seperti ini. Sofia sampai menatap Rizky dengan mulut terbuka tak mampu berkata apapun. Jika sahabatnya sendiri yang mengatakan seperti itu maka kemungkinan itu benar adanya.


"Eh aku pilih yang ini aja," kata Rizky pada pramuniaga toko menunjuk pada cincin bermotif daun kecil mengapit berlian.


"Ok Pak saya proses pembayarannya," kata sang pramuniaga.


Sofia berusaha menghilangkan rasa terkejutnya, ia sekarang sadar tujuan Rizky bukan ingin meminta tolong mencarikan perhiasan. Tapi ia meminta tolong padanya supaya Romi menjauhi Karina.


"Kamu berencana melamarnya di hari ulang tahun nanti kan?" kata Sofia yang berhasil mengumpulkan kembali ketenangannya.


Rizky menganggukkan kepalanya sambil tersenyum licik.


"Bakal aku pastikan Romi gak akan ganggu rencana kamu, dan kamu pastiin Romi dateng nanti," kata Sofia sembari mereka rencana.


"Oke," jawab Rizky singkat.


Kedatangan Rizky membawa informasi yang menyakitkan bagi Sofia.. Tetapi Sofia juga beryukur karena kedatangan Rizky memberikannya inspirasi..

__ADS_1


Sofia tahu apa yang harus dilakukannya ...


__ADS_2