
Restoran hotel khusus malam ini lebih ramai daripada biasanya. Dua meja besar diisi oleh teman-teman dekat Rizky dan beberapa rekan kerja khususnya.
Romi berada satu meja dengan Karina, neneknya, dan tiga orang yang sepertinya teman Rizky dr jaman SMA. Ia pernah bertemu mereka beberapa kali termasuk pada syukuran ulang tahun di tahun lalu, tapi ia tidak terlalu mengenal mereka.
"Rame ya.." kata Romi sambil melihat meja seberang tertawa saling melontarkan candaan dengan Rizky yang berdiri di samping meja sambil berbicara.
"Iya, seru ya.." ujar Karina sambil tersenyum.
"Eh ayo makan," kata salah satu teman lawas Rizky yang rasanya bernama Steven.
Romi memandangi makanan yang sudah terhidang di meja mereka. Udang asam manis, udang tepung, cumi asam manis, calamari, kerapu, sup ikan, kepiting, bahkan tentakel gurita bakar. Apapun masakan laut yang terlintas di kepalanya ada semua di meja ini.
Ini banyak banget.. gumam Romi dalam hati sambil mencomot udang yang rasanya enak sekali! . Kalau mesti beli sendiri paling-paling ia cuma bisa dapat satu porsi. Jelas Rizky benar-benar all-out pada perayaan tahun ini. Ini sedikit mengagumkan bagi Romi.. dan membuatnya sedikit iri..
"Ulang tahun kalian mewah banget," Romi berkomentar sengaja menggoda Karina.
"Ah ini kan ulang tahun dia," kata Karina sambil menunjuk Rizky yang masih sibuk bersenda gurau di seberang. "Aku sih cuma ikut jadi tamu undangan.."
Romi tertawa mendengarnya. Bagaimanapun juga Rizky tak mungkin melupakan ulang tahun barengan mereka. Tahun lalu pun begitu, ia sampai pesan dua kue untuk acaranya kala itu. Dan untuk tahun ini ia tebak akan sama.. mungkin Rizky sudah menyiapkan dua kue..
Tapi tahun ini Romu harus mengakui ini sedikit berlebihan, atau memang ia berniat menyombongkan dirinya sendiri. Meninggikan dirinya di atas Romi?
Romi tak terlalu berpikir, lagipula esok Rizky mungkin akan menyesal memberikan makanan sebanyak dan seenak ini pada Romi..
"Hai! gimana makanannya?" tanya Rizky yang akhirnya menghampiri meja mereka.
Karina mengangkat kedua jempolnya dengan senyum lebar.
"Anggap aja ini pesta ulang tahun berdua, jangan sungkan kalau ada yang mau dipesan lagi," kata Rizky sambil menunjuk ke arah dapur restoran.
"Udah banyak sekali ini Nak," kata Emak mengibaskan tangannya menolak.
"Jadi apa harapannya di tahun depan? maksudnya ulang tahunnya masih besok sih tapi apa harapannya?" tanya Rizky sembari menyentuh bahu Karina seakan memilikinya.
Romi mengernyit melihat pemandangan aneh itu.
"Nikah!" serobot Emak seketika disambut tawa Romi dan Karina.
"Masih jauh Mak.." Karina berkilah.
"Kalau ada yang lamar?" tanya Romi becanda.
"Iya kalau ada yang lamar??" Rizky membeo tak mau kalah.
"Lain cerita," sambar Emak lagi.
__ADS_1
Karina hanya tertawa tak menjawab sementara Rizky dan Romi saling berpandangan dengan sinis. Sepertinya tekanan persaingan merembes keluar dari aura tubuhnya.
Tiba-tiba Romi menarik tangan Karina dan mengajaknya berdiri.
Rizky yang kaget langsung menahan tangan Romi.
"Mau pada kemana? makanan masih banyak lho!" sergahnya.
Romi membisikan sesuatu di telinga Karina. Rizky tampak kebingungan dan tak terima momennya terganggu.
"Sebentar kok," giliran Karina yang membujuk Rizky untuk membiarkan mereka pergi.
Rizky tak mampu menahan Karina, jika ia sampai marah karena Rizky melarangnya maka rencana esok hari bisa gagal.
Dan mereka pun akhirnya pergi diiringi dengan Rizky yang kesal.
Romi pergi ke kamarnya mengambil sesuatu sementara Karina sesuai instruksi menunggu di gerbang depan hotel.
"Yuk!" kata Romi yang tiba sedikit terengah-engah karena berlari dari kamarnya di lantai dua. Ia lalu menunjukkan benda yang ia bawa.
Karina tersenyum lebar, dan mereka berdua berlari kecil ke pantai.
Romi mengeluarkan korek api dan menyiapkan pertunjukan privat malam ini.
Sepuluh detik kemudian suara berdesing memecah kegelapan dan membelah deburan ombak. Kemudian dengan letupan yang mengejutkan sebuah cahaya terang mendadak muncul dan melahirkan bunga-bunga api kecil dengan berbagai warna.
Beberapa detik kemudian beberapa kembang api meluncur lagi dan membuat gelapnya pantai jadi terang benderang.
Karina berdiri dan menatap pertunjukan itu dengan takjub. Beberapa orang yang sedang berada di pantai pun ikut menikmati pertunjukan dadakan itu.
Kecuali tentu saja Rizky yang sedang berada di restoran hotel melihat kembang api itu dari balik kaca restoran. Tangannya mengepak keras dan bibirnya mengerut kencang.
"Kamu suka?"
Karina mengangguk ceria.
Romi tersenyum melihat Karina, sepertinya hal seperti ini lebih cocok untuknya daripada makan makanan mewah...
Beberapa saat kemudian kembang api yang dibawa Romi pun habis. Suara deburan ombak yang sahut menyahut kembali jadi bintang utama malam ini. Beberapa lampu temaram jadi cahaya paling terang lagi setelah panggungnya diambil alih sejenak.
Karina menghela napas panjang, kelihatannya ia senang sekali...
Suasananya sempurna.. malam temaram.. semalam sebelum hari ulang tahun.. Karina juga sedang dalam mood yang baik.
Romi melirik jam di tangannya.. masih pukul 9 malam.. Bunga pesanannya baru akan datang jam 11 nanti malam..
__ADS_1
Tapi ini waktu yang sempurna.. tapi tak ada bunga..
Otaknya berpikir sementara jantungnya kini mulai berderap lebih kencang.
Gue gak pernah se grogi ini deket cewek!!
Semangat Romi kembang kempis..
"Karina.." Romi mengumpulkan energi dan keberaniannya. Mendadak perutnya mulas karena grogi..
"Ya!" kata Karina masih tersenyum lebar.
Sesaat pandangan mata mereka beradu, saling melihat ke dalam hati masing-masing. Dan seketika Romi mendapatkan keyakinan..
"Karina.." Romi mengulang.
"Ya.." kata Karina lembut.. ia terlihat menantikan apa yang akan Romi katakan.
Sebetulnya aku mencintaimu dan aku ingin memilikimu seutuhnya menjadi pacarku.. dan aku akan setia padamu.. Romi melatih kalimatnya dalam hati.
"Aku..."
"HEEIII!!!"
Jantung Romi melompat keluar mulutnya.
Rizky berlari menghampiri.. Karina pun terlihat kecewa karena percakapannya terpotong..
"Emak cariin kamu," kata Rizky sembari tersenyum tanpa merasa bersalah.
Karina melirik Romi beberapa kali, seolah meminta persetujuan. Romi menatap tak menjawab, hatinya yang sudah bersiap kini dibanjri rasa kecewa. Romi menebak Rizky pasti dengan sengaja memanggil Karina pergi supaya ka tidak bisa dekat-dekat dengan Karina.
"Aku ke dalam dulu," kata Karina akhirnya memutuskan.
Romi mengangguk membolehkan.
Sialan....
Karina setengah berlari masuk kembali kedalam hotel diikuti Rizky di belakangnya berjalan santai. Rizky sempat melirik Romi dengan senyum puasnya
Romi membalas tersenyum tipis.. ia kini ditinggalkan sendirian diterjang angin malam yang kini terasa menusuk..
Masih ada waktu.. Romi mencoba menenangkan diri. Lagipula buket bunga pesanannya juga belum tiba. Besok mestinya semua akan lebih cocok jika ia membawa bunga.
Romi memaksakan seulas senyum di wajahnya..
__ADS_1
Bisa..