Cinta (Tak)Butuh Kepastian

Cinta (Tak)Butuh Kepastian
Pantai I


__ADS_3

Romi sedang mengendarai motornya dengan santai saat tiba-tiba hembusan angin kencang mendorong motornya hingga oleng. Dengan cepat Romi mengatur kembali arah motornya yang nyaris berbelok ke tengah jalan.~~~~


apaan nih! Romi terkejut.


Setelah ia kembali di jalur yang benar, ia kemudian melepas helmnya, membiarkan udara lengkat menerpa wajah dan rambutnya. Jika saja rambutnya masih panjang seperti masa kala ia kuliah pasti akan berkibar seperti surai singa. Tapi udara lengket ini tak akan cocok jika ia berambut panjang


Romi selalu menyukai suasana pantai.. entah kenapa selalu ada perasaan berbeda ketika kita berada di pantai. Anginnya.. pepohonannya.. pasirnya.. lautnya.. ombaknya.. seperti kompilasi kesempurnaan yang seolah menjamah hatinya dan mereka-reka suasana hati.


Suasana yang cocok untuk menulis cerita cinta..


Saat ini p~~ukul tiga sore.. Romi baru saja tiba di pantai, sambil melihat-lihat pemandangan pantai yang cukup ramai dengan manusia Romi berusaha menemukan Hotel Indra. Kemarin Rizky sudah memberikan informasi bahwa rombongannya akan berangkat tadi pagi dengan menaiki beberapa minibus. Karina... sayangnya ikut dengan rombongan itu bersama neneknya (karena akan menginap ia tak mau ikut jika neneknya tidak turut serta). Romi pun ditawari Rizky untuk ikut saja dengan minibus tapi ia menolaknya.~~


Bukan karena ia mabuk darat atau semacamnya jika menggunakan mobil, tapi t~~entu saja Romi lebih suka jika Karina berangkat bersamanya dengan menaiki motor. Namun~~ dengan neneknya yang juga ikut tidak mungkin mereka bertiga naik di satu motor bukan?


Lima menit kemudian Romi tiba di parkiran hotel. Ia memandangi desain hotel ini yang unik, jelas terlihat mewah dan nyaman.


Rizky gak main-main.. pasti uang yang dikeluarkan banyak sekali.. bahkan rombongan utama disewakan kamar disni termasuk Romi. Esok hari baru sisa tamu undangan akan datang ke acara ulang tahunnya.


Romi berjalan menuju lobi ketika sesosok gadis basah kuyup berpapasan dengannya.


"Romi!!"


"Hei.. mana Emak?"


"Tidur.. dia udah tua, gak kuat lagi perjalanan jauh jadi lebih baik istirahat dulu.."


Romi mengangguk membenarkan.. Ia menatap Karina yang terlihat ceria.. terlihat cantik..

__ADS_1


"Kamu mau ke pantai lagi?"


"Iya! ayo ikut.. Mas Rizky juga udah disana," kata Karina ceria sambil menunjuk area pantai di seberang hotel.


"Nanti aku susul," kata Romi sembari melambaikan tangan selagi Karin menjauh pergi.


Romi melanjutkan berjalan menuju lobi, ia tak terlalu ingin bertemu dengan Rizky meski ini adalah acara ulang tahunnya. Akan lebih mudah hatinya untuk melakukan niatnya bila ia tak terlalu bertemu Rizky sering-sering.


"Atas nama Romi.." kata Romi pada resepsionis..


***********


Satu jam setelah Romi tiba, sebuah mobil SUV merek Porsche berwarna putih memarkirkan mobilnya di area parkir depan hotel.


Sofia tidak langsung turun dari mobil, melainkan hanya duduk terdiam sementara matanya menatap lekat-lekat hotel itu. Ia merasa tak kuasa untuk membuka pintu mobil. Ia mungkin saja bertemu Romi jika ia masuk ke dalam sana. Dan untuk satu dan dua alasan kini itu terasa tidak menyenangkan. Tapi tujuan utama dirinya datang selain karena diundang Rizky juga karena ia memang ingin bertemu dengan Romi.


Sofia menatap Tias dengan sendu..


"Ya ya.. elu emang harus ketemu dia.." gumam Tias langsung turun dari mobilnya dan dengan enggan diikuti Sofia. Sudah beberapa hari Tias menemani Sofia bersedih di kamarnya. Hari-hari Sofia lebih banyak dihabiskan dengan melamun dan tidur-tiduran. Sesekali ia curhat pada Tias tapi tetap Tias pun tak mampu memahami perasaan sahabatnya ini. Yang jelas ia merasa kasihan sekali pada Sofia.. Ambisinya yang begitu besar justru menjadi pedang bermata dua baginya.


Dengan pandangan kosong Sofia berjalan mengikuti Tias beberapa langkah di belakangnya. Awalnya setelah ia ditolak oleh Romi ia merasakan sakit hati yang amat sangat. Kepalanya terasa mati rasa, telinganya berdengung oleh tangisannya, tak ada energi tersisa untuk bahkan sekedar berdiri tegak, dan jantungnya berdegup dengan berat. Saat Romi seketika pergi melalui pintu apartemen itu dan membanting menutup pintunya, Sofia menyadari ada sesuatu yang salah selain dari hatinya.


Dan di meja si cewek hamil itu meneleponnya.. via whatsapp.. dengan nama dan fotonya yang dengan bangga membelai perut hamilnya... membongkar perbuatannya.. Sofia sudah langsung menebak perempuan bernama Asteria itu pasti sudah menceritakan semuanya pada Romi.  Saat itu juga hatinya yang remuk semakin hancur menjadi debu. Tak ada harapan.. ia merasa seperti sedang ditelanjangi.. ia merasa malu.. ia merasa marah..


Parahnya lagi selama itu juga ia berusaha menghubungi Romi tapi tak pernah berhasil. Meski nomornya tidak diblokir Romi tapi perasaan ketika nada dering terus berbunyi tanpa berganti dengan suara Romi.. itu menyakitkan.. lebih baik blokir saja nomornya sekalian..


Selagi Tias mengobrol dengan resepsionis, Sofia melirik ke seluruh ruangan. Mencari sosok pria yang sudah mematahkan hatinya..

__ADS_1


Hanya ini mungkin kesempatannya untuk bertemu kembali..


********


Rizky tersenyum sendiri di kamarnya.. ia senang sekali bermain di pantai bak anak kecil seharian ini. Tentunya bukan pantainya yang membuatnya senang. Karina...


Dan yang membuatnya merasa jauh lebih senang adalah Romi yang tidak muncul untuk menghancurkan kesenangannya yang hakiki. Ia sempat kesal ketika Karina dari jauh terlihat sedang berbicara dengan Romi. Tentu pastinya Karina sebagai teman akan mengajaknya ikut bermain di pantai. Tapi kekhawatirannya hilang ketika semakin matahari bergerak ke barat sahabatnya itu tidak menunjukkan batang hidungnya.


Rizky membuka tas kopernya dan mengambil cincin yang sudah ia siapkan. Ia mencoba beberapa pose untuk melamar seperti yang sering ia lihat di film-film romantis. Sesekali ia melirik ke cermin untuk membetulkan posisi berlututnya. Berusaha terlihat gagah namun sensitif...


sempurna... harus sempurna... sekarang saja lancar.. besok beda cerita dengan seratus orang teman berkerumun di depan gue..


Ia berpikir bahwa Romi tak akan paham tekanan semacam ini. Romi terlalu santai dengan perempuan, perasaan tertekan semacam ini hanya akan dirasakan oleh pria-pria yang sungguh-sungguh mencintai perempuan idamannya.


Rizky mengambil handphonenya dan mencari nomor telepon sekretarisnya.


Arrgh!! sial.. gue lupa dia udah resign! kenapa harus sebelum acara ini dia resign! dasar gak guna!


Tidak ada Ovi.. kali ini Rizky harus menyiapkan segala sendirian. Untung persiapan sudah dilakukan dari jauh hari, jadi ia hanya perlu menelepon beberapa orang untuk memastikan.


Handphonenya berdering keras dengan lagu 'Chiquititta' dari ABBA. Satu pesan whatsapp masuk.


[Rencana udah aku siapin.. besok dari pagi standby hp nya.. aku telepon lagi besok...]


Senyum Rizky semakin lebar.. tidak ada lagi yang lebih sempurna dari rencananya kali ini. Jika ia sampai gagal maka semesta pasti berkonspirasi untuk menjatuhkannya!


````

__ADS_1


````


__ADS_2