
10.30
Ruangan aula hotel sudah mulai diisi oleh tamu undangan yang satu persatu berdatangan. Dresscode hari ini adalah baju bertema pantai dan santai. Para undangan kebanyakan memakai kemeja pantai berpola daun dah bunga beraneka warna. Yang perempuan banyak yang memakai gaun panjang longgar dengan motif tak kalah ramai dengan kemeja pasangannya, beberapa ada juga yang memakai gaun pendek yang menyegarkan.
Sementara itu Romi masih merapikan kaus polos warna putih yang ia pakai dan celana pendek berwarna cokelatnya di depan cermin. Ia harus terlihat tampan, atau setidaknya sedikit meyakinkan. Percaya atau tidak, meski Romi banyak berkencan dengan perempuan, kerapihan diri adalah hal yang sering ia abaikan. Dan ketika ia berusaha untuk terlihat tampan ia seringkali mengacaukannya.
Masih ada waktu.. Ia sekilas membayangkan Karina pun pasti sedang bersiap di kamarnya. Karina akan cocok dengan kostum pantai, ia pasti akan terlihat sangat cantik..
Romi mengangkat buket bunga miliknya dengan hati-hati seperti terbuat dari kaca yang ringkih. Buket itu cukup besar, Romi harus memeluk buket itu dari perut supaya tidak jatuh, dan bahkan ujung atasnya sampai menutup nyaris lebih dari setengah wajah Romi. Sambil berusaha untuk tidak bersin-bersin ia mencari-cari celah diantara daun dan bunga.
Masih bisa kelihatan jalan.. katanya dalam hati ketika berhasil menemukan celah.
Dengan hati-hati Romi mendorong pintu, mengambil kartu kamarnya dan menyelinap keluar. Sembari berjalan ia berpikir kata-kata apa yang akan ia gunakan nanti untuk menyatakan cintanya. Dari sekian kali ia berkencan dengan perempuan, hampir tak pernah sekalipun Romi menyatakan cinta. Ini akan jadi yang pertama kali setelah sekian lama..
Dalam satu tikungan ia sudah sampai di depan lift. Ia bisa saja memakai tangga untuk sampai ke kamar Karina yang terletak satu lantai di atasnya. Tapi membawa bunga sebesar ini bisa berbahaya jika tersandung di tengah anak tangga.
Dengan kerepotan Romi berhasil menekan tombol lift dan masuk kedalamnya. Hanya dalam sepuluh detik kemudian ia sudah berjalan lagi di lorong kamar hotel.
Detak jantungnya merambat naik seperti orang yang sedang jogging. Mungkin karena lelah membawa buket bunga itu.. atau mungkin cuma perasaannya saja..
Satu tikungan lagi ia akan sampai.. Andai tangannya bisa melepaskan diri dari buket itu, Romi akan sibuk membetulkan posisi rambutnya sekarang.
Romi membelok sembari mengintip kedepan melewati celah-celah bunga supaya ia tidak menabrak sesuatu. Tapi sebelum ia membelok sepenuhnya langkahnya terhenti.
Dari sela-sela bunga dan dedaunan ia bisa melihat Karina sedang berdiri di depan kamarnya.. Ia tampan begitu cantik dengan gaun panjang berwarna biru muda dan motif daun di seluruh gaunnya.
Romi tersenyum dibalik dua kuntum mawar melihat sosok perempuan yang ia cintai itu.. Tak salah gue milih.. cantiknya sempurna... baik hati.. pekerja keras...
__ADS_1
Baru saja ia hendak meneruskan langkahnya ketika wajah Karina sekonyong-konyong menempel dengan wajah Rizky....
Otot Romi mengeras seluruh tubuh untuk sesaat membuatnya menjadi patung dadakan... sedetik kemudian ia memaksa kakinya mundur setengah langkah hingga sebagian tubuhnya tertutup tembok menyisakan buket bunga yang terlihat.
Napasnya memburu berhembus melalui kelopak bunga mawar merah dan putih. Romi bisa merasakan mendadak tubuhnya mengeluarkan keringat. Dahinya terasa sangat berkerut seperti orang sedang mengerjakan ujian. Jantungnya kini berdetak tak beraturan..
Dengan memaksakan dirinya sendiri, perlahan Romi mengintip kembali dan kini mereka berdua terlihat sedang berpelukan erat.
Rizky tampak amat sangat bahagia ketika merengkuh tubuh Karina. Dan sangat aneh menurut Romi bahwa Karina juga terlihat senang.
Romi tak pernah melihat sahabatnya sebahagia itu..
Mestinya ia ikut bahagia bukan?
Mestinya ia tahu bahwa semua bisa saja berakhir seperti ini bukan?
Harapan apa yang membutakannya?
Apa ia tak tahu bahwa karma mungkin saja akan mengejarnya?
Pertanyaan-pertanyaan itu menghujam benak Romi seperti hujan deras yang turun setelah setahun kemarau. Terlalu deras...
Mendadak kepala Romi terasa pening seperti habis berjemur dibawah terik matahari. Tubuhnya terhuyung mundur hingga ia dan buket bunganya bahkan tak terlihat dari tempat Karina berdiri.
Tembok menjadi topangan terakhir tubuhnya.. kekuatannya untuk berdiri tegak seakan hilang..
Jika ia adalah Romi versi yang lama.. ia akan berjalan dengan cuek lalu menggoda Rizky dan Karina. Setelah itu ia mungkin akak menyelamati mereka ulang tahun dan kemudian turun ke bawah bersama untuk menikmati pesta.
__ADS_1
Romi menaruh buket bunga raksasa itu di lantai, ia tak mampu mengangkatnya lagi. Beban bunga itu terasa begitu berat. Ia tak pernah tahu bunga mawar akan terasa seberat ini jika hatinya tak mengijinkan ototnya untuk membawanya lebih jauh.
Buket bunga yang indah itu terlantar begitu saja di atas lantai yang beralaskan karpet berwarna merah marun dengan motif bunga. Cahaya matahari menembus jendela menerpa bunga-bunga yang kini teronggok tanpa tujuan.
Sementara itu si pemilik sudah kembali berjalan menjauh.. kini ia tak peduli dengan lift.. ia terus berjalan hingga terbenam meniti tangga ke bawah.
Setiap langkahnya menuruni anak tangga, napasnya terasa semakin berat. Ia terlalu menganggap remeh sahabatnya itu.. ia terlalu santai hingga disalip Rizky..
Tidak.. bukan karena gue santai.. tapi karena gue telat untuk ngasi komitmen pada Karina.. andai gue komit lebih awal.. ini gak akan terjadi..
Romi tak bisa lagi melanjutkan langkah turun dan hanya terduduk di tangga bagian paling bawah tepat di dekat pintu masuk aula dimana perayaan ulang tahun dilaksanakan.
Anak tangga yang dilapisi kayu itu terasa dingin di bokongnya. Dan entah sudah berapa lama tangga ini tak dibersihkan tapi Romi tidak memikirkannya. Seberapapun kotornya lantai itu tidak akan sekitar pikiran dan hatinya saat ini.
Ia menatap kosong seperti zombie ke arah setiap tamu yang tiba yang dengan menyebalkan terlihat senang. Tentu saja ini pesta ulang tahun.. adalah perbuatan kriminal untuk terlihat sedih pada saat pesta ulang tahun.
Romi tak memedulikannya..
Dan beberapa saat kemudian bintang utama hari ini muncul dari sisi jauh. Rizky tampak bersalaman dan bergurau ketika bertemu kawan-kawannya. Karina yang digandeng tangannya oleh Rizky terlihat seperti ibu negara yang sedang menemani tugas suaminya. Tampaknya Rizky mengenalkan Karina sebagai entah siapanya hingga membuat teman dan tamunya terbelalak terkejut namun kemudian menyalami mereka berdua seperti sedang mengumumkan pernikahan.
Romi memandang mereka dengan datar dari atas tangga..
Ini hari ulang tahun Karina.. dan juga Rizky.. sudah sewajarnya mereka bahagia.......... tapi aku pun ingin seperti itu...
Selama ini Romi tak pernah merasakan patah hati. Jika ia kecewa selalu ada perempuan lain yang menerimanya lagi.. Kini utang ratusan patah hati yang belum terbayarkan sudah dibayar lunas sekaligus.
Karma....
__ADS_1