
"Makasih ya Gi,udah anterin gue pulang?" ucap Alenka memberikan helm nya ke Gio.
"Iya,kalau gitu gue pulang dulu ya Al?" jawab Gio.Alenka tersenyum dan mengangguk.
Alenka masuk ke rumah dan kemudian mandi,setelah mandi Alenka ke kamar meraih ponselnya.Dia teringat tadi saat Gio menarik tangannya buat nyuapin Gio,dan ketika di danau Gio meraih tangannya membuat Alenka senyum senyum sendiri.
"Kenapa jantung gue berdetak dengan ceoat sih saat Gio di dekat gue,kenapa dengan hati gue?" gumam Alenka tersenyum senyum sendiri.
"Tapi gue nggak boleh jatuh cinta sama dia,dia kan playboy,dia pasti juga memperlakukan hal yang sama kepada cewek ceweknya yang lain,gue nggak boleh GR" ucap Alenka lagi.
Sementara di sisi lain,Gio juga merasakan hal yang sama.Dia kepikiran Alenka terus.
"Kenapa perasaan gue kayak gini?apa gue udah jatuh cinta sama dia?" gumam Gio tersenyum senyum sendiri.
Gio memainkan gitar nya dan mulai bernyanyi lagu yang sering Alenka suruh nyanyikan.
"Kenapa sih gue keingat Alenka mulu?" ucap Gio mengacak acak rambutnya.
****
Pagi hari nya Alex datang ke rumah Alenka bermaksud minta maaf dan mengantarnya ke sekolah.
"Al,gue mau minta maaf kemarin gue udah kasar ama lo?" ucap Alex ketika Alenka keluar dari rumah.Tapi Alenka tak menghiraukan Alex berlalu begitu saja.
"Al,tunggu!" seru Alex menarik tangan Alenka.Bersamaan dengan itu Gio juga datang menjemput Alenka.
"Udah datang? yuk berangkat!" ajak Alenka sembari naik ke motor Gio.
Gio yang sebenarnya cuma mengadu keberuntungan ternyata beruntung beneran.Alenka mau berangkat bareng dia.
"Yuk!" Gio memberi helm ke Alenka.Sementara Alex menatap dengan marah.
Di tengah perjalanan Alenka meminta Gio untuk berhenti karena dia mau naik angkot.Tapi Gio nggak mau menghentikan laju motornya.
"Berhenti Gi,!gue nggak mau punya masalah ama cewek cewek lo!" ucap Alenka.
__ADS_1
"Gue,nggak punya pacar Al,mereka yang pada ngejar ngejar gue tapi gue tolak" ucap Gio menjelaskan.
"Sama aja,entar mereka juga bakal marah dan cari gara gara ke gue" ucap Alenka.
"Please Al,biarin kita berangkat bareng,kalau mereka cari gara gara ke lo biar gue yang tanganin toh mereka juga nggak punya hak marah ke lo,karena mereka bukan pacar gue" ucap Gio memohon.
Alenka akhirnya menyerah dan menurut untuk bareng sama Gio ke sekolah.Gio mengembangkan senyumnya karena Alenka akhirnya nggak protes lagi.
"Nita!" seru Alenka ketika melihat Nita jalan kaki dari tempat pemberhentian bus ke sekolah nya.
Gio menurunkan Alenka di depan Nita.Sementara Nita membulatkan mata nya melihat Alenka berangkat bareng Gio.
"Gue duluan ya?" ucap Gio kembali melajukan motornya ke sekolah.
Alenka hanya tersenyum dan mengangguk.Kemudian jalan bareng Nita.
"Lo bareng Gio? tumben? jangan jangan lo udah mulai suka ya sama Gio?" tebak Nita.
"Apaan? itu semua gara gara Alex" jawab Alenka manyun.
"Ceritanya panjang,kapan kapan aja gue ceritain,gue lagi males ngebahas Alex" jawab Alenka meneruskan langkahnya.
Gio yang merasa senang masuk ke kelas dengan senyum senyum bahagia.
"Kenapa lo senyum senyum?" tanya Galih ketika Gio menaruh tas nya di laci.
"Lo nggak? gue berangkat sekolah bareng Alenka" ucap Gio tersenyum.
Bayu dan Boy yang mendengar ucapan Gio langsung menoleh ke belakang ke arah temoat duduk Gio.
"Serius?" tanya Boy.
Gio tersenyum dan mengangjat kedua alisnya kemudian mengangguk.
"Akhirnya setelah sekian lama lo ditolak,dia mau lo ajakin bareng" ucap Bayu tertawa.
__ADS_1
"Terus gimana perasaan lo sekarang?masih penasaran?" tanya Boy.
Gio tak menjawab hanya tersenyum.Membuat Galih cutiga kalau Gio cuma mau mempermainkan Alenka.
"Gi,lo selama ini cuma penasaran sama Alenka?lo nggak beneran suka sama dia?" tanya Galih.
"Gue nggak tahu perasaan apa yang gue rasain sekarang" jawab Gio jujur.
"Kalau lo cuma penasaran sama Alenka,seharusnya rasa itu sudah hilang kan? karena Alenka sudah mau berangkat bareng lo! jadi gue mohon lo jauhin Alenka,gue nggak mau dia terluka karena lo minin!" ucap Galih serius.
Gio terdiam mendengar ucapan Galih.Dia membenarkan apa yang Galih katakan,seharusnya rasa itu sudah hilang karena akhirnya Alenka mau bareng ama dia.Tapi Gio merasakan hal lain,dia merasa harus selalu dekat sama Alenka.
"Benar,seharusnya perasaan itu sudah hilang" ucap Gio dalam hati.
Setelah itu Gio mulai menjauh dari Alenka,karena dia merasa seharusnya rasa penasaran itu sudah hilang.Tapi semakin dia menjauh dari Alenka,Gio semakin memikirkan nya bahkan merasakan kangen.
"Gio,kenapa ya?beberapa hari ini nggak pernah main ke rumah,dia agak cuek sekarang" ucap Alenka dalam hati ketika melirik Gio yang asyik bercanda sama cewek cewek lain di kantin.
"Gio,sekarang nggak pernah main ke rumah lo Al?" tanya Galih.
Alenka hanya menggeleng dan tersenyum kecil.Galih merasakan kalau Alenka sudah mulai suka aama Gio.Karena,dia terlihat kecewa ketika menjawab pertanyaannya tadi.
"Lo suka sama Gio?" tanya Galih mengagetkan Alenka.
"Nggak lah,dia kan playboy masa iya gue suka ama playboy sama aja nyakitin diri gue sendiri,karena seorang playboy nggak akan pernah puas dengan satu wanita" ucap Alenka.
"Tapi seorang playboy bisa berubah kalau beneran suka sama seorang wanita" sahut Erka.
"Contohnya,lo?" tanya Alenka.Erka tersenyum malu Alenka paham apa yang dia maksud.
"Gio pun pernah juga setia pada seorang wanita sebelum akhirnya wanita itu-" ucap Rama.
"Ram!" seru Bayu memotong ucapan Rama.
Alenka mengerutkan dahinya penasaran tapi dia memilih untuk tidak mau tahu,karena dia nggak mau semakin terhanyut dalam perasaannya ke Gio.
__ADS_1
"Gue nggak boleh jatuh cinta sama dia,nggak boleh!" gumam Alenka dalam hati ketika melirik ke arah Gio yang masih asyik bercanda dengan cewek cewek yang mendekatinya.