
Keesokan harinya Alenka pulang bareng Refan sementara Gio pulang sendiri.Tapi Alenka dan Gio janjian buat berangkat bareng naik angkot.
"Bang ntar nggak usah dianterin gue mau naik angkot!" ucap Alenka setelah selesai mandi.
"Ya udah kalau gitu gue ke Rumah Sakit aja temenin Refi" jawab Refan.
"Loh emang Abang nggak kerja?" tanya Alenka.
"Abang cuti dek!" jawab Refan.
Alenka kemudian masuk ke kamar,ganti baju dan bersiap berangkat sekolah.
"Gue berangkat dulu ya Bang!" pamit Alenka.
"Iya,yang bener sekolahnya!" ucap Refan.
"Siap bos!" ucap Alenka kemudian dia berangkat dan beruntung nggak lama menunggu angkot nya datang.
Gio juga sudah menunggu di depan komplek rumahnya.Yura datang ngajak Gio buat bareng tapi Gio nggak mau.Gio malah menyuruh Yura buat naik angkot aja.Yura pun menurut apa kata Gio,dia kembali ke rumah mengembalikan mobil dan naik angkot bareng Gio.
"Alenka!" ucap Yura ketika naik angkot melihat Al3nka sudah ada di dalam.
"Yura? tumben lo naik angkot? ntar keringetan bau lho?" ucap Alenka tersenyum.
"Kalau bukan karena diajakin Gio,lo pikir gue mau naik kayak ginian?" sewot Alenka.
"Oh,jadi pengorbanan demi cinta nih?" tanya Alenka menyindir.
"Iya dong cinta itu emang harus berkorban,ya nggak sayank?" ucap Yura bermanja ke Gio.Tapi Gio mencoba mendorong tubuh Yura pelan.
Yura terlihat nggak tenang di dalam angkot.Dia merasa kegerahan bahkan sesekali mengomel karena kesenggol penumpang lain.Sementara Gio dan Alenka saling pandang dan tersenyum.
"Ya ampun Gio,sejak kapan sih lo mau naik beginian? udah gerah banyak debu lagi!" keluh Yura.
"Nggak usah lebay bisa nggak?" ucap Gio kesal.
"Pokoknya ntar pulang sekolah gue nggak mau naik angkot lagi,nanti biar dijemput sopir gue!" ucap Yura.
Alenka memutar bola matanya karena jengah melihat tingkah Yura.
"Terserah gue mau naik angkot,kalau lo mau dijemput sopir lo,ya silahkan!" jawab Gio.
Setelah sampai di halte mereka kemudian berjalan kaki ke selolah.Nita yang sudah menunggu Alenka kaget melihat Yura dan Gio yang turun dari angkot bersama Alenka bertanya kok tumben Yura sama Gio naik angkot.
"Nggak tahu,mungkin mau pamer kemesraan kali!" bisik Alenka.
__ADS_1
"Wah nggak bener tuh si Gio,lo nggak mau balas Al?" tanya Nita.
"Balas gimana?" tanya Alenka.
"Ya,balas bermesraan ama siapa gitu,atau ama Rama aja kayaknya dia naksir berat sama lo?" ucap Nita.
"Apaan balas dendam segala? balas dendam itu nggak baik tahu" jawab Alenka.
Sementara Gio ngomel ngomel karena Yura terus saja mengeluh sepanjang perjalanan ke sekolah.
"Siapa suruh lo naik angkot?" tanya Gio kesal.
"Tapi gue lakuin ini kan demi lo,demi bisa bareng sama lo terus!" ucap Yura menggandeng tangan Gio tapi Gio berusaha melepaskan tangan Yura.
"Kenapa sih Gi? gue kan udah mau berkorban masa lo nggak mau sih cuma gandeng tangan gue doang?" tanya Yura manyun.
Gio yang masih punya misi buat tahu tujuan Yura balik berusaha membujuk dan berbaik hati sama Yura.Membuat Yura kembali senang dan berpikir kalau Gio masih perhatian dan sayang sama dia.
"Tuh lihat! mereka bermesraan lagi Al!" ucap Nita.
"Biarin aja,gue juga lagi bermesraan!" ucap Alenka menggandeng tangan Nita.
"Bermesraan sama siapa?" tanya Nita bingung.
Sesampainya di kelas Alenka dan Nita bingung ketika melihat Kiara menangis dan Purnama memcoba buat menenangkannya.
"Udah dong Ki jangan nangis terus!" ucap Purnama merangkul Kiara dan mengelus punggung Kiara.
"Kenapa dia?" tanya Alenka ketika masuk ke kelas dan menaruh tas nya di laci meja.
"Berantem sama Erka!" jawab Purnama pelan.
"Berantem kenapa?" tanya Alenka.
"Gue juga nggak tahu!" jawab Purnama menggedikkan bahu.
Alenka kemudian mencoba bertanya kepada Kiara dan menyuruh Kiara buat cerita ke teman temannya.Tapi Kiara masih saja menangis tak menjawab.
"Kenapa dia?" tanya Gio yang juga baru masuk ke kelas sendirian karena Yura ke toilet.
"Berantem sama Erka" jawab Alenka.
"Yaelah pacaran berantem itu udah biasa,nggak usah lebay!" ucap Gio yang langsung dapat pukulan di lengan oleh Alenka.
"Pergi sana lo jangan nambahi riweh!" ucap Alenka mendorong Gio supaya pergi.
__ADS_1
"Cium dulu!" bisik Gio menggoda.Alenka melotot ke arah Gio kemudian memdorong tubuh Gio lagi.Sementara Gio malah cengengesan.
"Ki,ngomong dong! apa perlu gue hajar tuh si Erka karena udah bikin lo nangis?" ucap Alenka geram.
"Jangan Al!" pinta Kiara menahan tangan Alenka ketika Alenka mau beranjak.
"Lo kenapa? ngomong!" ucap Alenka.
Kiara kemudian memceritakan awal kenapa dia berantem sama Erka.Kiara bilang akhir akhir ini Erka jadi pendiam nggak seperti biasanya.
"Jangan jangan dia punya pacar lagi? kayak si Gio tuh tiba tiba cuek tahu tahu udah gandeng cewek baru aja!" ucap Purnama agak keras supaya Gio denger.
"Ngapain bawa bawa nama gue?" seru Gio mendekat.
"Temen lo tuh berubah tanpa sebab!" sewot Kiara masih terisak.
"Lo nanya nggak ke dia kenapa berubah? atau lo nggak nyadar kalau lo lakuin salah?" tanya Gio duduk di kursi Alenka,sementar Alenka duduk berdua sama Nita di satu kursi.
"Kita baik baik aja,nggak berantem juga tapi tiba tiba dia berubah cuek,kayak ada yang dia sembunyiin dari gue!" jawab Kiara.
"Beberapa hari ini dia juga jarang ke basecamp sih,kalau ditanya katanya capek gitu doang!" ucap Gio.
"Tuh kan,pasti ada yang disembunyiin dari gue!" ucap Kiara.
"Tenang dulu Ki,lo nanya baik baik dulu sama dia jangan pakai emosi!" ucap Alenka memberi saran.
"Terlambat Al,gue udah emosi duluan dan akhirnya tadi kita berantem hebat!" ucap Kiara kembali menangis.
Gio menuarankan untuk Kiara kembali ngobrol dengan Erka secara baik baik.Nanti Gio bantu buat tanya apa yang sebenarnya terjadi sama Erka.Kiara mengangguk dan berterimakasih.
Yura masuk ke kelas,kaget melihat Gio duduk di kursi Alenka.Dia memanggil Gio supaya Gio kembali ke bangkunya sendiri.
"Tuh dipanggil tuan putri,pergi sana!" ucap Alenka mendorong Gio.
"Apaan sih lo? nggak usah cemburu,cinta gue cuma buat lo!" ucap Gio pelan sembari tersenyum membuat teman teman Alenka heboh mencieciekan mereka.
"Nggak usah kepedean lo!" ucap Alenka mendorong muka Gio pelan.Membuat Yura manyun melihat Gio dan Alenka kembali dekat.
"Lo apa apaan sih Gi? gue nggak suka lo ketawa tiwi gitu sama Alenka! atau emang lo nggak bisa move on dari dia? lo kepengen gue ceritain semua rahasia lo ke dia?" tanya Yura mengancam.
"Terus kenapa kalau udah putus?terus nggak boleh gitu temanan?" tanya Gio sewot.
"Nggak ada ya,orang udah putus tapi jadi temen!" ucap Yura juga marah.
"Ah,itu mah orang yang lebay menurut gue!" ucap Gio kesal.Tapi kemudian Gio kembali tersenyum setelah Alenka menoleh dan menjulurkan lidah kepadanya.
__ADS_1