
Setelah beberapa hari Yura di rawat akhirnya dia sudah boleh pulang.Yura memikirkan terus apa yang Alenka katakan.Dia bahkan nggak bisa tidur hingga akhirnya dia meminum obat tidur dengan dosis yang berlebihan dan dia pun over dosis.
"Min,Parmin!" teriak Inah.Parmin pun berlari ke sumber suara.
"Ada apa sih Nah?" tanya Parmin sewot karena pagi pagi Inah sudah teriak teriak.
"Non Yura Min,!" ucap Inah sembari menangis.Parmin kemudian ikutan panik karena melihat Yura sudah terbaring dengan busa di mulutnya.
"Kita bawa ke Rumah Sakit!" perintah Inah.Mereka kemudian membawa Yura ke Rumah Sakit tapi begitu sampai di Rumah Sakit ternyata Yura sudah meninggal.
Gio yang lagi asyik di kantin bersama teman temannya mendapat telepon dari Mbak Ijah,yang memberitahu kalau Yura meninggal karena over dosis.
"Kenapa Gi?" tanya Boy yang melihat Gio lemas setelah menerima telepon.
"Yura Boy!" ucap Gio.
"Yura kenapa?" tanya Alenka.
"Yura meninggal karena over dosis!" jawab Gio lemas.
Alenka dan yang lain kaget kemudian memberitahukan kabar duka itu ke pihak sekolah.Karena Yura adalh murid di sekolah itu,akhirnya mereka dipulangkan pagi buat takziyah.
"Jenazahnya di rumah atau masih di Rumah Sakit?" tanya Rama.
"Sudah di rumah sekarang!" jawab Gio.
Mereka kemudian ke rumah Yura buat takziyah.Yang membuat mereka sangat prihatin karena Papa Yura nggak bisa dihubungi.Sedangkan Mama Yura udah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan.
"Mbak Alenka kan?" tanya Mbak Inah mendekati Alenka.
"Iya Mbak!" jawab Alenka.
Inah pun kemudian memberikan sebuah surat yang Yura titipkan beberapa hari yang lalu saat Yura pulang dari Rumah Sakit.Dan juga memberikan surat buat Gio.
__ADS_1
"Makasih ya Mbak!" ucap Alenka menerima surat itu.
Alenka kemudian mencari tempat buat membaca surat dari Yura itu.
\="Al,gue cuma mau minta maaf sama lo.Karena,gue selalu memprovokasi lo supaya benci sama Gio.Tapi gue nggak pernah menyangka kalau cinta lo begitu besar ke Gio.Al,gue juga mau jelasin ke lo kalau apa yang gue omongin tentang Gio itu nggak bener,gue bohong karena gue mau lo benci sama Gio dan ninggalin dia.Lo harus tahu gue kenal banget sama Gio karena kita tumbuh bersama dari kecil,gue nggak pernah lihat dia sayank sama seseorang seperti dia aayank ke lo.Bahkan waktu sama gue pun dia nggak sehangat itu,gue jadi iri sama lo hehe.Al,gue pesan sama lo kalau suatu saat gue pergi lo janji sama gue,kalau lo bakal cintai dan sayangi Gio dengan cara lo ya! jangan kayak gue,yang membuang dia dan akhirnya gue nyesel.Gio cowok yang baik Al,saat dia jatuh cinta dia akan berusaha buat bahagiain pasangannya.Dan terimaksih ya gue bahagia bisa kenal dan jadi teman lo.Semoga kalian bahagia ya! salam dari gue Yura Rastania"\=
Tanpa terasa air mata Alenka mengalir dengan deras apalagi sewaktu melihat tubuh Alenka terbujur kaku.Alenka mendekati jasad Yura dengan menangis tersedu.
"Gue janji bakal bahagiain Gio,Ra!" gumam Alenka sedih.
Di sisi lain Gio pun meneteskan air matanya setelah membaca surat dari Yura.
Gi,gue minta maaf ya sama lo! karena gue dulu sia siain lo meskipun akhirnya gue nyesel.Gi,lo harus janji ya sama gue lo harus jagain Alenka dia cewek yang baik,dan pantas buat lo.Dia adalah cewek yang luar biasa yang pernah gue temui.jadi lo jangan pernah sia siain dia ya! gue cinta sama lo Gi,gue sangat mencintai lo tapi gue sadar kalau cinta nggak bisa dipaksa.Gue mau lo bahagia dengan pilihan lo GIOVANNI RAJENDRA i love you so much and forever.
Gio juga menatap jasad Yura yang terbujur kaku membuat Gio tak kuasa menahan air matanya."Maafin gue Ra,gue nggak ada di saat saat terakhir lo! kenapa lo harus pergi secepat ini!" gumam Gio disela isak tangisnya.
Karena hari sudah menjelang sore dan karena Papa Yura nggak bisa dihubungin akhirnya sodara dari Papa dan Mamanya Yura memutuskan buat segera makamin Yura.
"Nggak apa apa,biar saya aja yang mewakilin keluarga!" jawab Tantenya Yura.
Dan akhirnya jenazah Yura dikuburkan tanpa menunggu Papanya Yura.Tangisan kembali pecah ketika jenazah dimasukkan ke liang lahat.Alenka pun tak kuasa menahan tangisnya.
"Selamat jalan Yura" gumam Alenka sembari menangis.
"Selamat istirahat dengan tenang Ra!" ucap Boy.
Dan setelah selesai sambutan dari keluarga para pelayat pun meninggalkan tempat peristirahatan Yura yang terakhir begitupun keluarganya.Hanya tersisa Mbak Inah,Pak Parmin dan teman teman Gio dan Alenka.
"Kita pamit dulu ya Mbak!" pamit Inah kepada Alenka.
"Iya Mbak,Pak!" jawab Alenka pelan.
Alenka mendekati makam Yura dan mulai berdoa kemudian mengucapkan selamat jalan buat Yura dan berterimakasih serta meminta maaf.
__ADS_1
Ketika Alenka berdiri buat pulang,dia melihat Gio masih jongkok di depan makam Yura sambil sesekali mengusap air matanya.Alenka yang paham dengan perasaan Gio nggak mau menganggu Gio.
"Pulang yuk!" ajak Alenka.
"Tapi Gio?" tanya Bayu.
"Biarin disini dulu,kasih dia waktu!" ucap Alenka berjalan menjauh dan diikuti teman temannya.
Gio jongkok begitu lama di depan makam Yura tapi kemudian dia menangis,menyesali apa yang dia lakukan di hari hari terakhir Yura.
Sementara Alenka pulang dianter sama Rama.Alenka turun dari motor Alenka dengan lesu.Kemudian Rama ikutan turun.Rama berpikir kalau Alenka cemburu Gio terlihat sangat sedih kehilangan Yura.
"Seandainya gue nggak sama Gio,mungkin Yura akan balikan sama Gio ya Ram? dan mungkin Yura nggak akan ninggalin kita semua!" ucap Alenka sedih.
"Jangan nyalahin diri lo sendiri Al! Gio cinta sama lo dan lo cinta sama dia! itu udah takdir Al,dan juga kepergiaan Yura,ini semua adalah takdir!" ucap Rama.
"Tapi Gio sangat terpukul karena kehilangan Yura!" ucap Alenka mengingat kesedihan Gio dipemakaman tadi bahkan saat Alenka ngajak ngomong Gio pun cuek karena sak8ng sedihnya.
"Ya biar bagaimanapun Yura pernah ada dihati Gio! Yura pernah menjadi bagian bahagianya Gio!" jawab Rama.
"Mungkin dia juga menyesal sekarang kenapa dia nolak Yura kemarin!" ucap Alenka tersenyum maksa.
"Udah ah,percaya sama Gio kalau dia cuma cinta sama lo!" ucap Rama mengusap air mata Alenka.
Tapi bersamaan dengan itu Gio yang takut Alenka marah pergi ke rumah Alenka dan melihat Alenka yang menyenderkan kepalanya dibahu Rama.
"Gue kira lo marah tapi ternyata lagi pacaran!" ucap Gio tiba tiba mengagetkan Alenka dan Rama.
"Gio!" gumam Alenka dan Rama bersamaan.
Gio pun langsung pergi dan Alenka pun mengejar Gio dan menahan tangan Gio.Alenka pengen Gio dengerin dia kalau apa yang Gio lihat itu nggak seperti yang Gio pikirin.
"Sorry Al,gue capek mau istirahat!" ucap Gio kemudian menjalankan motornya dengan ugal ugalan.
__ADS_1