
Alenka dan Gio berpamitan untuk pulang.Sebelum mereka pulang Ryamon kembali merengek,dia melarang Gio dan Tantenya pulang.Tapi Gio dengan lembut membujuknya,akhirnya Raymon luluh.
"Nih!" ucap Refi memberi kantong plastik kecil berisi nasi dan lauk.
"Apa ini Kak?" tanya Alenka.
"Makanan buat Refan,katanya dia sakit?" jawab Refi.Alenka menerimanya dan berterimakasih.
Gio dan Alenka pulang,tapi di tengah jalan Gio menghentikan motornya di tempat jualan Martabak.Dia memesan 3 box,1 buat dia dan Alenka,1 buat Refan dan yang 1 dia mau kasih ke ART di rumahnya.
"Lo deket banget sama ART di rumah lo?" tanya Alenka.
"Beliau yang ada di saat gue sakit,saat gue kesepian,beliau merawat gue dari bayi!" jawab Gio tersenyum.
Alenka melirik kagum kepada Gio.Meskipun dia punya segalanya,tapi dia tidak sombong,mau bergaul dengan siapapun,bahkan tahu caranya berterima kasih.Dan tidak memandang rendah orang lain.
"Yuk!" ajak Gio ketika pesanannya sudah selesai.Alenka langsung naik ke motor.Gio mengajak Alenka buat mampir di danau tapi Alenka menolak,karena takut Abangnya marah kalau dia pulangnya kemalaman.
"Bang Refan itu protektif banget orangnya,mungkin dia takut kejadian Kak Refi menimpa ke gue" ucap Alenka.
"Emang Kak Refi kenapa?" tanya Gio.
"Kak Refi dulu belum lulus kuliah tapi sudah harus menikah karena,dia hamil duluan!" jawab Alenka.
"Oh,gitu?" ucap Gio mengangguk dan mengerti maksud protektifnya Refan.
Begitu mereka sampai rumah Alenka,Gio minta izin buat main bentar dan Alenka mengiyakan.Kemudian dia memberikan martabak dan makanan dari Refi tadi ke Abangnya.
"Bang,lo udah makan belum?" tanya Alenka ketika melihat Refan sedang nonton tivi.
"Udah barusan dek!" jawab Refan.
"Ah,sayang banget padahal nih ada titipan nasi dari Kak Refi,terus juga dibeliin martabak sama si Gio! ya udah gue makan sendir aja!" ucap Alenka membawa makanan itu kembali tapi kemudian direbut oleh Refan.
"Perut gue masih muat kok!" ucap Refan.
"Dasar rakus!" sewot Alenka kemudian masuk ke dapur ambil minuman buat Gio.
"Biarin! orang sakit kan memang harus banyak makan!" seru Refan berdalih.
"Huuu dasar rakus!" ucap Alenka mendorong kepala Abangnya kemudian berlari dan tertawa.
"Dosa lo dorong dorong kepala orang tua!" sewot Refan.Tapi Alenka malah menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Alenka dan Gio menikmati martabak itu sembari mengobrol,sesekali Gio mengucapkan kata romantis yang membuat Alenka tersipu.
"Gi,apa lo masih nunggu jawaban gue?" tanya Alenka.
"Iya,kenapa? lo mau jawab sekarang?" tanya Gio senang.
"Iya,gue mau hubungan kita ini jelas statusnya!" jawab Alenka.
"Kalau gue sih nganggep lo sebagai pacar gue" ucap Gio.
"Apapun jawaban gue,kita jangan pernah berubah ya? kita harus tetap seperti ini!" ucap Alenka yang membuat Gio sedikit sedih,dia merasakan firasat kalau dia bakal ditolak.
"Terus apa jawabannya? lo mau nggak jadi pacar gue?" tanya Gio nggak sabar.
"Maaf beribu maaf ya Gi?" ucap Alenka menatap Gio,sementara Gio sudah mulai nggak semangat karena dia paham dia bakal ditolak.
Alenka kemudian tersenyum dan melanjutkan "Maaf karena lo menunggu lama,gue nggak bisa bohongin perasaan gue sendiri Gi,kalau gue juga kepengen menjalani hubungan resmi sama lo! gue mau jadi pacar lo!" ucap Alenka.
Gio menatap Alenka dan tersenyum bahagia kemudian meraih tangan Alenka.
"Lo serius? lo percaya kalau gue sudah berubah?" tanya Gio menatap Alenka.
"Iya,semoga gue nggak salah dan nyesel dengan keputusan gue ini" jawab Alenka.
"Tapi gue mau kita pacaran sewajarnya saja,jangan sampai kelewat batas,dan nggak usah yang lebay gimana,ya kayak teman biasa aja yang terpenting kita tetap saling sayang!" pinta Alenka.
"Iya,gue juga nggak mau kayak temen lo tuh,si Kiara sama Erka!" ucap Gio mencibir.
"Woi sadar lo,Erka kan temen lo juga!" ucap Alenka memukul lengan Gio pelan.Kemudian mereka tertawa bersama.
"Gi,kenapa lo suka sama gue?" tanya Alenka.
"Mungkin karena lo adalah satu satunya cewek yang sering nolak gue boncengin,mungkin juga karena lo yang nggak jaim di depan gue,mungkin juga karena lo asyik,nggak tahu juga sih kenapa gue bisa suka sama lo! kalau lo kenapa lo akhirnya juga suka sama gue?" tanya Gio balik.
"Emang sayang sama seseorang perlu alasan ya? gue juga nggak tahu kenapa gue bisa sayang sama lo! yang gue tahu lo selalu ada dalam ingatan gue,dan hati gue merasa aman juga nyaman setiap kali di dekat lo!" jawab Alenka yang membuat Gio tersenyum senang.
"Itu juga yang gue rasain,gue nyaman banget saat bersama lo,gue jadi diri sendiri!" ucap Gio tersenyum.
Karena sudah semakin malam Gio pun berpamitan untuk pulang.Alenka memanggil Refan yang masih rebahan di depan tivi.
"Apa sih dek teriak teriak?" tanya Refan keluar rumah.
"Bang,aku pamit pulang dulu ya?!" pamit Gio ke Refan.
__ADS_1
"Iya,hati hati di jalan,btw makasih ya martabaknya?" ucap Refan.Gio tersenyum dan mengangguk.
"Kalau dikasih aja baik lo! biasanya juga ketus ama temen cowok gue!" ucap Alenka menyindir Abangnya.
"Berisik banget jadi orang!" ucap Refan menutup mulut Alenka dengan tangan.
"Lo belum cuci tangan ya Bang? Bau martabak tahu nggak!" sewot Alenka sembari mencium bekas tangan Abangnya.
"Sorry dek,Abang lupa cuci tangan tadi!" ucap Refan tertawa.
"Jorok! makanya nggak laku laku lo!" ucap Alenka kesal kemudian mendorong Refan masuk ke rumah.Gio tersenyum melihat kekonyolan Alenka dan Abangnya.
"Gue pulang dulu ya? sebelum tidur cuci muka dulu,biar nggak disosor sama tikus!" perintah Gio.
"Males ah,biarin aja disosor tikus!" ucap Alenka tersenyum.
"Enak aja! gue aja belum nyosor masa iya keduluan ama tikus!" ucap Gio sewot.
"Ih,ama tikus aja cemburu" ucap Alenka tersenyum.
"Iyalah,besok mau dijemput atau mau naik angkot?" tanya Gio.
"Naik angkot aja!" jawab Alenka.
"Ya,udah kalau gitu gue pulang ya,pacar?!" pamit Gio tersenyum.
"Hati hati ya,sayang?!" balas Alenka yang membuat Gio membulatkan matanya sembari tersenyum senang.Kemudian menjalankan motornya dengan senyum senyum.
Alenka masuk ke rumah dengan bahagia.Dia tersenyum senyum sendiri ketika menutup pintu.
"Idih senyum senyum sendiri,kesurupan lo?" tanya Refan yang membuat Alenka kaget.Tapi Alenka tak menjawab,dia kemudian ikut duduk di samping Abangnya,mencomot martabak milik Refan.
"Apaan sih lo? comot comot punya orang?" sewot Refan kemudian menyembunyikan martabaknya di belakang.
"Idih,pelit amat! orang itu juga kan yang beliin cowok gue!" ucap Alenka sewot.
"Ngaku ngaku lo,emang kalian udah jadian?" tanya Refan menggoda Alenka.
"Kepo!" jawab Alenka melesat ke kamar mandi untuk cuci muka dan kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Alenka masih senyum senyum sendiri,dia teringat tatapan Gio yang begitu hangat.Dia memegang kalung yang Gio kasih ke dia tadi,kemudian menciumnya.
Setelah sampai di rumah,Gio memberi bungkusan maratabak itu ke ART nya.Kemudian dia ke kamar,mengambil gitar dan memainkannya dengan senyum senyum sendiri.Gio merasa senang karena cintanya diterima sama Alenka.
__ADS_1
"Gue,nggak akan pernah kecewain lo,dan nggak akan pernah sia siain lo!" ucap Gio teringat senyuman Alenka,dia memegang kalung couple yang dia beli tadi kemudian menciumnya.