
Hari mulai menjelang sore Kiara,Purnama dan Nita berpamitan untuk pulang.Sementara Alenka madih nungguin Gio benerin motor temannya.
"Kita duluan ya Al?" pamit teman temannya.
"Iya,hati hati!" jawab Alenka.
Alenka ditemani Rama sama Boy,sementara Erka dan Bayu mengikuti Kiara dan yang lain.Tapi begitu Alenka sendirian,karena Rama dipanggil Gio dan Boy ke toilet.Anggi,mendekati Alenka yang duduk sendiri.
"Lo pacaran sama Gio?" tanya Anggi.
"Iya" jawab Alenka singkat.
"Lo nggak takut Gio cuma mainin lo?" tanya Anggi.
"Gue percaya sama Gio!" jawab Alenka.
Tapi Anggi masih saja bikin masalah,hingga akhirnya Alenka bertanya apa dia suka sama Gio.Anggi mengakuinya tapi dia rela ngalah demi Yura,karena dia lihat Gio dan Yura saling mencintai.
"Mereka pasangan yang sangat serasi,mereka saling memcintai!" ucap Anggi.
"Kalau Yura cinta sama Gio,dia nggak akan mutusin Gio dan dekat dengan cowok lain!" ucap Alenka tersenyum sinis.
"Lo nggak tahu apa apa tentang Yura!" sewot Anggi.
"Gue emang nggak tahu apa apa tentang Yura,juga nggak kenal sama dia! tapi yang gue tahu Gio terluka karena penghianatan Yura!" ucap Alenka tegas,kemudian berdiri dan menghampiri Gio,mengajaknya untuk pulang.
"Kenapa?" tanya Gio memegang pipi Alenka ketika melihat Alenka sedikit bete.
"Nggak apa apa,cuma pengen pulang aja!" jawab Alenka tersenyum kecil.
"Lo mau nggak main ke rumah gue?" tanya Gio lembut.
"Boleh,tapi bentar aja ya? kan udah sore juga" jawab Alenka.
Gio kemudian pamit ke teman teman nya begitu juga Alenka berpamitan kepada teman teman Gio.Kemudian Gio mengajak Alenka ke rumahnya.
Alenka tertegun melihat betapa besat dan mewah rumahnya Gio.Dia merasa mindir sendiri dengan perbedaan antara dia dengan Gio.Meskipun keluarga Alenka juga termasuk keluarga berkecukupan.
"Ini rumah lo?" tanya Alenka tertegun.
__ADS_1
"Iya,yuk!" jawab Gio menggandeng tangan Alenka masuk ke dalam.
"Duduk dulu Al! gue ganti baju bentar ya?" ucap Gio minta izin.Alenka hanya mengangguk.
"Mas Gio udah pulang?" tanya Mbak Ijah ART di rumah Gio.
"Iya Mbak,tolong buatin minuman buat pacar aku ya Mbak!" ucap Gio menoleh ke Alenka yang duduk di ruang tamu.
"Itu pacarnya Mas Gio?" tanya Mbak Ijah.
Gio tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan menuju kamar.Sementara Mbak Ijah ke dapur buatin minum untuk Alenka dan Gio.
"Rumah sebesar ini lo tinggal sendirian?" tanya Alenka begitu Gio kembali dan duduk di aampingnya.
"Iya" jawab Gio mengangguk.
"Silahkan diminum Mbak!" ucap Mbak Ijah meletakkan minuman di meja depan mereka.
"Makasih Non!" jawab Alenka tersenyum.
"Oh ya Al,ini Mbak Ijah dan Mbak ini Alenka pacar aku!" ucap Gio tersenyum.
"Alenka Mbak!" ucap Alenka tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Gi!" panggil Alenka pelan.
"Iya?" jawab Gio menoleh.
"Gue kok jadi minder ya sama perbedaan diantara kita?" ucap Alenka menatap Gio.
"Ngomong apa sih? gue tulus cinta sama lo,jadi lo jangan punya pikiran macem macem! karena,apapun yang terjadi gue nggak akan pernah ninggalin lo!" ucap Gio menggenggam tangan Alenka dengan satu tangan,sementara tangan yang lain memegang pipi Alenka.
Alenka menatap Gio yang seolah memohon supaya Alenka percaya sama dia,dan nggak punya pikiran yang aneh aneh.Kemudian Alenka tersenyum dan mengangguk.Gio tersenyum senang dan memcium kening Alenka.
"Gue sayang banget sama lo" ucap Gio.Alenka hanya tersenyum dan mengangguk.
Setelah agak lama,Mbak Ijah memberitahu Gio kalau makanan sudah siap.Gio mengajak Alenka untuk makan dulu sebelum Gio mengantarnya pulang.
"Gue bantuin Mbak Ijah cuci piring dulu?" pamit Alenka membawa piring bekas mereka ke dapur.
__ADS_1
"Biar aku aja Non!" ucap seorang gadis yang ternyata adalah Ana,anak Mbak Ijah.
"Nggak apa apa Mbak biar aku bantu!" jawab Alenka.
"Oh ya kenalin aku Ana,anak nya Mbak Ijah" ucap Ana mengulurkan tangan.Alenka menjabat tangan Ana dan memperkenalkan diri.
"Pacarnya Mas Gio ya Non?" tanya Ana.Alenka mengangguk pelan dan tersenyum.Alenka membantu Ana mencuci piring.Tak butuh waktu lama mereka sudah mulai akrab.
"Manggilnya jangan Non dong Mbak!Alenka aja kayaknya Mbak Ana juga agak sedikit lebih tua dari aku!" ucap Alenka.Ana menyetujui memanggil Alenka dengan sebutan nama.
"Lama banget?" tanya Gio begitu Alenka kembali ke ruang tamu.
"Iya,ngobrol dulu sama Mbak Ana" jawab Alenka.
"Oh,mau pulang apa nggak usah pulang?" tanya Gio tersenyum.
"Habis mahrib aja,kita sholat mahrib berjamaah sekalian!" jawab Alenka.
Gio hanya bisa nurut.Dia menatap kagum ke Alenka karena baru pertama kali ada yang mengingatkan dia buat sholat.Gio bahkan lupa kapan terakhir dia sholat.
Setelah selesai sholat,Alenka berpamitan kepada Mbak Ijah,suami Mbak Ijah dan Ana.Mbak Ijah sekeluarga tinggal di pondok halaman belakang rumah Gio.Suami Mbak Ijah adalah tukang kebun sekaligus sopir keluarga Gio.
Begitu sampai di rumah Alenka.Gio turun dan main sebentar.Gio duduk di teras dan Alenka ambil minum buat Gio.Alenka sudah mandi tadi dirumah Gio.
"Gi,apa lo masih keingat sama Yura?" tanya Alenka tiba tiba.
"Kalau inget sih masih,karena biar bagaimanapun dia pernah mengisi hati gue dan gue pernah cinta sama dia" jawab Gio.
"Kata orang,cinta pertama itu emang nggak mudah buat dilupain,bahkan ada yang bilang kalau cinta pertama itu dibawa sampai mati" ucap Alenka.
Gio menoleh ke Alenka dan kemudian meraih tangan Alenka dan menggenggamnya.
"Meskipun gue masih inget sama Yura tapi bukan berarti gue masih cinta sama dia" ucap Gio.Alenka menoleh dan menatap Gio.
"Cinta gue ke Yura sudah hilang sewaktu dia hianati gue,dan sekarang cinta gue cuma buat lo!" Gio melanjutkan perkataannya.
"Gue berharap lo nggak bakal hianati gue! karena lo tahu betul gimana sakitnya dihianati!" ucap Alenka menatap Gio.
"Gue janji sayang,gue nggak akan hianati lo! gue akan selalu jaga hati gue buat lo!" jawab Gio.
__ADS_1
Alenka mengangguk kemudian Gio menatap Alenka lekat lekat dan mendekatkan bibirnya ke bibir Alenka.Alenka menyambutnya dan bibir mereka saling terpaut.Malam itu menjadi malam tak terlupakan bagi muda mudi itu.
"Lo baru pertama ciuman?kok masih kaku gitu?" tanya Gio tersenyum.Alenka tersenyum malu dan memerah wajahnya.