CINTA BADBOY

CINTA BADBOY
episode 61


__ADS_3

Boy beneran menuruti saran dari Alenka.Dia ke rumah Gio karena,sudah beberapa hari Gio nggak ke basecamp.


"Gio nya di rumah Mbak?" tanya Boy ketika Mbak Ijah membukakan pintu.


"Eh Mas Boy? Mas Gio nya ada Mas,untung Mas Boy kesini,Mas Gio beberapa hari ini setiap pulang sekolah mengurung diri dikamar terus!" ucap Mbak Ijah sembari mempersilahkan Boy duduk.


"Yura sering kesini Mbak?" tanya Boy.


"Sering sih Mas,tapi Mas Gio kayak males malesan nemuin Non Yura nya,apa Mas Gio lagi ada masalah sama Non Alenka ya Mas?" tanya Mbak Ijah yang khawatir dengan keadaan anak majikannya.


"Gio sama Alenka nggak kenapa napa kok Mbak,bisa tolong panggilin Gio nya Mbak?!" ucap Boy.


"Iya Mas" jawab Mbak Ijah.


Mbak Ijah ke kamar Gio dan mengetuk pintu kamar Gio.Dikamar Gio cuma males malesan bahkan kamarnya sangat berantakan.


"Kenapa Mbak?" tanya Gio ketika membuka pintu kamarnya.


"Di bawah ada Mas Boy mau ketemu Mas Gio katanya" jawab Mbak Ijah.


"Boy? sama siapa?" tanya Gio.


"Sendiri Mas" jawab Mbak Ijah.


"Suruh kesini aja Mbak!" suruh Gio.


Mbak Ijah kemudian turun dan menyuruh Boy untuk langsung masuk ke kamar Gio.Sementara Mbak Ijah ke dapur bikin minuman dan camilan buat mereka.


"Kenapa Boy?" tanya Gio ketika Boy masuk ke kamarnya.


"Nggak kenapa napa cuma mau main aja" jawab Boy duduk di kasur Gio.


Boy melihat kamar Gio yang berantakan.Boy melihat ada beberapa botol minuman keras dan beberapa putung rokok berserakan.


"Lo minum minum lagi Gi?" tanya Boy.


"Iya" jawab Gio sambil menghidupkan rokok dan memberikan rokok ke Boy.


"Lo punya masalah apa sih Gi?" tanya Boy menerima rokok dari Gio dan juga menghidupkannya.


Gio tidak menjawab,pandangannya kosong sambil sesekali menghisap rokoknya.Mbak Ijah masuk menaruh minuman dan camilan buat mereka.

__ADS_1


"Makasih Mbak!" ucap Boy sebelum Mbak Ijah keluar kamar.


Boy menatap Gio dengan iba kemudian menepuk pundak Gio."Kalau lo punya masalah cerita ke gue Gi! kita kan temenan dah lama,jangan sembunyiin apapun dari gue!" ucap Boy.


Gio mematikan rokoknya dan mengambil botol minuman keras dan meminumnya kemudian dia menghela nafas panjang.


"Gue bingung Boy,gue masih cinta sama Alenka tapi gue harus gimana? gue kayak gini supaya bisa lupain Alenka tapi semakin gue mencoba tapi gue malah semakin ingat sama dia" ucap Gio sedih kemudian menenggak botol minuman yang dia pegang.


"Kenapa lo mau lupain Alenka? katanya lo masih cinta sama dia?" tanya Boy.


Gio menatap Boy yang penasaran kemudian Gio kembali menghela nafas dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi bener kecurigaan gue" ucap Boy sedikit geram.


"Lo udah sempet mikir kalau Yura bakal ngelakuin cara itu?" tanya Gio.


"Iya,tapi gue nggak yakin kemarin,ternyata Yura bisa selicik itu! gue benar benar nggak nyangka Yura bisa berubah seperti sekarang!" ucap Boy.


"Gue juga nggak nyangka Boy,tapi gue bersyukur gue sudah bisa lepasin dia,tapi malah sekarang malah kayak gini,gue pusing Boy!" ucap Gio.


"Gi,sebaiknya lo cerita sama anak anak masalh ini,gue yakin mereka bakal ngerti kok!" ucap Boy.


"Kalau mereka nggak bisa nerima lo setelah lo beritahu mereka,berarti mereka bukan teman yang baik buat lo! dan tenang gue akan tetap jadi sahabat lo Gi!" ucap Boy.


"Lo bener Boy gue harus ngomong duluan ke anak anak sebelum Yura yang kasih tahu nyar malah diprovokasi,mereka masih mau temanan ama gue atau nggak terserah mereka yang penting gue bakal kasih tahu mereka" ucap Gio yakin.


"Bener Gi,lo juga harus kasih tahu Alenka alasan lo ngajauh dari dia biar dia nggak mikir kalau lo cuma mainin dia!" ucap Boy lagi.


"Iya gue juga bakal jujur ke dia tapi nunggu waktu yang pas dulu buat ngomong" jawab Gio.


Boy menepuk pundak Gio dan menasehati Gio supaya jangan mabuk mabukan lagi.Boy berkata Gio harus menjadi lebih baik lagi.Gio berterimakasih kepada Boy dan merangkul Boy dengan senang.


"Ya udah lo istirahat aja,gue pulang dulu!" ucap Bay berpamitan.


"Tidur sini aja Boy! udah lama kan nggak tidur sini ajak anak anak sekalian gue bilang ke mereka!" ucap Gio.


"Gue WA mereka dulu biar nyusul kesini" ucap Boy mengeluarkan hape nya dan menyuruh teman temannya ke rumah Gio.


Setelah setengah jam Bayu,Erka dan Rama sampai di rumah Gio.Mbak Ijah kemudian menyuruh mereka untuk langsung naik ke kamar Gio.Mereka bertiga kemudian ke kamar Gio.Mereka mengetutkan kening ketika melihat kamar Gio banyak botol minuman keras.


"Udah datang kalian?" tanya Gio sembari main PS dengan Boy.

__ADS_1


"Gi,lo mabuk mabukan lagi?" tanya Rama curiga.


Gio mengangguk dan masih fokus ke PS setelah kemudian Gio mematikan PS nya dan mulai bercerita kepada teman temannya apa yang sebenarnya terjadi.Mereka bertiga sempat kaget tapi kemudian mereka menjadi iba kepada Gio.


"Jadi lo pikir setelah kita tahu masalah keluarga lo ini,kita bakal ngejauhi lo?" tanya Bayu.


"Iya" jawab Gio pelan.


"Lo keterlaluan Gi! kita udah berteman cukup lama lo bisa bisa nya punya pemikiran kayak gitu ke kita! kita tulus Gi temanan ama lo nggak peduli gimana masa lalu keluarga lo!" ucap Rama marah memukul tangan Gio tapi kemudian memeluk Gio.


"Iya Gi,gue nggak peduli tentang masa lalu keluarga lo,yang gue tahu lo sahabat gue!" ucap Erka ikutan memeluk Gio,di susul Boy dan Bayu.


"Makasih ya guys! kalian emang sahabat terbaik gue!" ucap Gio dengan mata berkaca kaca.


"Lain kali kalau punya masalah harus cerita ke kita jangan kayak gini lagi!" ucap Rama.


"Iya gue janji!" jawab Gio tersenyum.


"Terus kenapa lo ngejauhi Alenka? apa juga karena masalah ini?" tanya Bayu.


Gio mengiyakan tapi Gio juga bilang bukan hanya masalah ini tapi ada masalah lain yang mengharuskan Gio ambil jalan buat ngejauhi Alenka.


"Gue nggak nyangka Yura selicik itu!" ucap Rama geram.


"Gue juga bingung Ram,gue cinta sama Alenka tapi gue juga nggak mau keluarganya ikut terseret dalam permasalahan gue sama Yura" jawab Gio sedih.


"Alenka pasti ngerti kok kalau lo jelasin ke dia,kalau lo cuma diam aja Alenka akan semakin menjauh dari lo Gio!" ucap Rama.


"Tapi bukannya lo juga mau ngejar dia kok lo malah kasih saran ke gue buat ngejelasin ke Alenka?" tanya Gio.


"Gue mau saingan sama lo dengan sportif Gi!" jawab Rama tersenyum


"Apa yang lo suka dari Alenka?" tanya Gio pelan.


"Nggak tahu ya Gi,perasaan itu muncul secara tiba tiba,tapi yang jelas dia beda dengan cewek lain!" jawab Rama tersenyum lebar.


"Kalau gue minta lo buat ngalah lagi apa lo mau Ram?" tanya Gio.


"Kali ini gue nggak akan ngalah lagi Gi! gue bakal kejar dia tapi kalau dia nggak mau ama gue,gue bakal lepasin dia karena bagi gue kebahagian dia lebih penting!" jawab Rama yakin.


Gio mengangguk pelan tapi di dalam hatinya dia takut kalau Alenka akan melupakannya dan akan menerima Rama.Apalagi sekarang mereka juga sudah putus dan Alenka benci sama dia karena berpikir Gio cuma mainin Alenka.

__ADS_1


__ADS_2