
"Makasih ya Lex?" ucap Alenka ketika sampai di rumahnya.
"Sama sama Al!" jawab Alex menerima helm dari Alenka.
Alex kemudian pulang dan Alenka masuk ke dalam.Tapi belum lama Alenka masuk pintu rumahnya kembali diketuk.
"Kenapa lagi sih Alex?" gumam Alenka ketika membuka sepatunya.Alenka berjalan, membuka pintu dan terkejut mendapati Gio di depan pintu.
"Ngapain lo kesini?" tanya Alenka di depan pintu.
"Seneng ya pulang dianter sama laki laki lain?" ucap Gio menyindir.
"Gue pulang sama siapapun bukan urusan lo!" ucap Alenka ketus.
"Al,gue nggak suka lo deket sama cowok lain!" ucap Gio meraih tangan Alenka.
"Lo harus inget,lo bukan pacar gue lagi! lo nggak berhak larang larang gue!" jawab Alenka menghempaskan tangan Gio.
"Hati gue sakit Al,lihat lo deket sama cowok lain!" ucap Gio pelan.
"Lo pikir hati gue nggak sakit saat lo jauhin gue dan deket lagi sama mantan lo? lo pikir hati gue sekuat apa?" ucap Alenka hampir menangis.
"Al,gue minta maaf,gue masih cinta sama lo!" ucap Gio.
"Simpan cinta lo buat mantan pacar lo yang paling lo cinta! gue nggak butuh!" jawab Alenka masuk ke rumah tapi Gio memeluk Alenka dari belakang.
"Lo pernah janji kalau lo nggak akan pernah tinggalin gue kan?" ucap Gio.
"Lepasin Gi!" suruh Alenka.
"Gue kangen sama lo Al!" lirih Gio.
"Gio lepasin!" bentak Alenka.
"Sebegitu nggak mau nya lo gue peluk?" tanya Gio.
"Ya,gue mohon lo jangan pernah ganggu gue lagi,lupain gue dan jangan pernah datang kesini lagi! antara gue sama lo udah nggak ada hubungan apa apa lagi!" ucap Alenka menahan tangisnya.
"Apa lo beneran udah nggak cinta sama gue? apa dihati lo sudah ada orang lain?" tanya Gio menatap Alenka.
"Ya" jawab Alenka singkat.
__ADS_1
"Kalau lo emang udah nggak cinta sama gue,lo bilang sambil tatap mata gue!" pinta Gio.Alenka diam sesaat setelah kemudian dia menatap Gio.
"Gue udah nggak cinta sama lo,jadi gue mohon jangan ganggu gue lagi,biarin gue juga bahagia dengan orang lain!" ucap Alenka menahan air matanya.
Gio menatap Alenka dengan marah,terlihat sangat marah tapi mencoba untuk menahannya.Mata Gio berkaca kaca,kemudian dia menghela nafas.
"Kalau itu mau lo,gue nggak akan pernah ganggu lo lagi,gue akan buka hati gue buat Yura lagi karena lo udah nggak cinta lagi sama gue!" ucap Gio marah.
"Semoga sukses dan bisa balikan lagi!" ucap Alenka tersenyum meski dipaksakan.
"Terserah!" ucap Gio marah kemudian pergi.Gio melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Begitu Gio pergi pecahlah tangisan Alenka.Dia nggak nyangka kalau kebahagiaan yang dia harapkan bersama Gio harus berakhir seperti ini.
"Semua sudah berakhir,gue harus kembali menata hati gue,gue nggak boleh kayak gini terus!" gumam Alenka kembali menangis.
****
Keesokan harinya Alenka kembali dianter sama Refan.Ketika balik dari nganter Alenka,Refan nggak sengaja melihat Gio yang berboncengan dengan cewek lain.
"Nggak heran sih kalau Gio gampang dapat cewek lagi setelah putus dari Alenka,dia kan ganteng,tajir lagi oasti banyak yang antri mau jadi ceweknya" gumam Refan menatap Gio yang berboncengan dengan cewek.
Sementara di sekolah,Alenka dan Nita ngobrol berdua di kelas karena Kiara dan Purnama pada pacaran.
"Iya" jawab Alenka mengangguk.
"Ternyata Gio masih playboy,gue kira dia serius sama lo" ucap Nita manyun.
"Gue aja yang bodoh,udah tahu playboy masih aja jatuh cinta" ucap Alenka tersenyum tapi terlihat jelas kesedihannya.
"Sabar ya Al!" ucap Nita memeluk Alenka.
"Iya,gue santai kok cowok kan bukan dia doang" jawab Alenka menepuk nepuk punggung Nita.
Kiara dan Purnama berlarian dari kantin dengan heboh membuat Alenka dan Nita memutar bola mata mereka.
"Al,lo tahu nggak? Gio deketin cewek lain?" tanya Kiara.
"Tahu! Yura kan? kan beberapa hari ini dia emang deket sama Yura" jawab Alenka.
"Bukan Al! bukan Yura" ucap Kiara.
__ADS_1
"Bukan Yura?" tanya Alenka terkejut karena Gio kemarin bilang mau buka hati buat Yura.
"Lo mau tahu nggak?" tanya Purnama.
"Nggak! bukan urusan gue,Gio mau deket sama siapapun juga!" jawab Alenka tertawa kecil.
Alenka sebenarnya penasaran siapa yang dideketin sama Gio karena yang dia tahu Gio deket cuma sama Yura.Tapi Alenka berpura pura cuek karena nggak mau tahu tentang Gio lagi.
"Lo udah beneran nggak cinta sama Gio?" tanya Kiara.Alenka tersenyum dan mengangguk,membohongi perasaannya sendiri.
Gio masuk ke kelas bersama Lala teman sekelas Erka dan Rama.Karena Yura nggak masuk jadi Gio menggunakan Lala untuk membuat Alenka cemburu.Lala emang udah suka sama Gio dari dulu.
"Tuh Al lihat Gio sama cewek lain bukan Yura!" ucap Kiara.
"Biarin aja Ki,namanya juga playboy pasti gampang buat dapat cewek baru" ucap Alenka.
"Gio kok kayak gitu lagi sih?" tanya Bayu.
"Nggak tahu gue Bay,kok dia bisa jadi playboy lagi kayak dulu" jawab Boy menatap Gio kemudian menoleh ke Alenka yang terlihat biasa saja melihat Gio dengan cewek lain.
Gio ngobrol dan bercanda sama Lala.Sesekali Alenka dan teman temannya melirik dan tersenyum sinis ke arah mereka.
"Al,lo kok kayak nggak suka gue disini,lo cemburu sekarang Gio jalan sama gue?" seru Lala.
"Lo ngomong apaan sih? gue biasa aja tuh" jawab Alenka tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Dari tadi gue lihat lo noleh kesini mulu,jujur aja kalau lo cemburu sama gue kan? Gio lebih milih gue daripada lo!" ucap Lala lagi.
"Ya ampun Miss Drama PEDE banget sih lo? kalau lo mau sama dia,ambil aja! kalau perlu di rantai tuh biar nggak kemana mana! emang cowok cuma dia doang? masih banyak yang lebih cakep yang paling penting setia!" ucap Alenka tersenyum sinis.
"Betul tuh Al! masih banyak yang lebih setia!" sahut Kiara melirik ke Gio.
Lala marah dan berdiri tapi Gio menahannya dan menyuruh Lala buat kembali ke kelas nya supaya nggak terjadi keributan.
"Kalau gitu gue balik dulu ya Gi?" ucap Lala centil.Gio hanya mengangguk.
Lala melotot ke arah Alenka dan teman temannya tapi Alenka dan teman temannya malah menyorakinya dan mengatai nya lebay.
"Huuu dasar Miss Drama!" ledek Alenka.
Kiara menoleh ke belakang dan melihat Gio sedang menatap Alenka kemudian menyenggol tangan Purnama dan menggerakan kepalanya mengisyaratkan supaya Purnama menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Biarin aja,sekali playboy tetap playboy!" sewot Purnama kembali menghadap depan.