
Sore hari Alenka dan Gio ke Rumah Sakit buat jengukin Raymon lagi.Dan karena Raymon udah sembuh Dokter pun memperbolehkan Raymon buat pulang.
"Om,Amon kan udah sembuh kapan Om Gio mau ajakin Amon jalan jalan?" tanya Amon.
"Iya besok ya,hari Sabtu!" jawab Gio mendekati Raymon.
"Beneran lho Om?" tanya Raymon.
"Iya sayang!" jawab Gio memeluk Raymon.
Karena Raymon harus banyak istirahat akhirnya Gio dan Alenka pamitan pulang.Begitupun juga Refan.Gio mengajak Alenka buat pulang ke rumahnya.Dan Alenka mengiyakan.
"Duduk dulu Al,gue suruh Mbak Ijah buatin minum!" ucap Gio memanggil Mbak Ijah.
"Kok nggak lo aja sih yang buatin gue minum?" tanya Alenka tersenyum.
"Lo mau gue buatin minum apa?" tanya Gio balik.
"Apa aja yang penting bikinan lo pasti gue seneng" jawab Alenka.
"Oke deh gue buatin special buat calon istri gue!" ucap Gio tersenyum kemudian beranjak.
Alenka tersenyum melihat Gio yang berjalan ke dapur,kemudian berdiri dan melihat lihat tapi Alenka kemudian kaget karena melihat Yura di luar.
"Gi,ada Yura di depan!" ucap Alenka berlari ke dapur dengan panik.
"Yura?" tanya Gio.Alenka mengangguk kemudian Gio menarik Alenka ke atas dan membawa Alenka ke kamar Gio.
"Lo sembunyi di sini dulu ya!" ucap Gio.
"Tapi jangan disini dong Gi,ini kan kamar lo!" jawab Alenka.
"Nggak apa apa! lo disini aja dulu! tiduran atau nonton tivi juga boleh" ucap Gio.
"Tapi kan ini privasi lo Gi!" ucap Alenka tak enak hati sekaligus canggung karena baru pertama kali Alenka masuk ke kamar cowok.
"Nggak ada yang gue sembunyiin dari lo,jadi lo nggak usah nggak enak hati gitu" ucap Gio kemudian Gio keluar dan turun buat nemuin Yura.
"Mas ada Non Yura" ucap Mbak Ijah berpapasan dengan Gio di depan pintu kamar Gio.
"Iya,aku tahu kok Mbak,jangan ngomong kalau Alenka ada disini ya Mbak!" perintah Gio.
Mbak Ijah yang nggak tahu hanya bisa menurut dan mengatakan iya,kemudian turun ke dapur buat bikin minuman buat Yura.
"Ini pasti minuman buat Non Alenka" ucap Mbak Ijah ketika melihat minuman di dapur.
Mbak Ijah kemudian memberi minuman buat Yura.Gio menyuruh Mbak Ijah buat ambilin minuman yang tadi Gio buat di dapur.
__ADS_1
"Gi,keluar yuk!" ajak Yura.
"Nggak bisa Ra,gue capek banget!" jawab Gio.
"Gio ah gitu kalau gue ajakin keluar pasti alasan terus!" ucap Yura kesal.
"Ngapain harus keluar sih? kalau mau dua duaan kan di rumah juga bisa!" ucap Gio.
Yura senang mendengar perkataan Gio.Yura masih berpikir kalau Gio masih sama seperti yang dulu.Seorang pria yang sangat mencintainya bahkan bisa menerima dia apa adanya.
"Ya udah kalau gitu dirumah aja asal sama lo gue udah senang" ucap Yura memeluk Gio.
Gio mencoba buat melepas pelukan Yura tapi kemudian dia ingat mau ngorek informasi tentang kenapa Yura tiba tiba balik.
"Ra,dulu kenapa lo mutusin gue?" tanya Gio tiba tiba.
"Maafin gue Gi! gue nggak bisa jalani hubungan jarak jauh!" jawab Yura menatap Gio.
"Apa bukan karena seorang cowok yang bernama Peter?" tanya Gio.
"Lo tahu dari mana tentang Peter?" tanya Yura kaget.
"Nggak penting gue tahu darimana,yang pasti lo udah khianati gue kan?" tanya Gio lagi.
"Gi,maafin gue! gue nyesel Gi!" ucap Yura memohon.Gio hanya terdiam tapi kemudian mengangguk karena Yura terus terusan memohon.
"Makasih Gio,gue sayang sama lo! sekarang kita nggak akan pernah terpisah lagi,karena gue akan tinggal di Indonesia terus" ucap Yura makin memeluk Gio.
"Ra,boleh nanya nggak?" tanya Gio.
"Tanya apa?" jawab Yura.
"Kok lo tiba tiba balik? Papa lo kan masih di Luar Negeri?" tanya Gio.
Yura melepas pelukannya kemudian menghela nafas dan bercerita kenapa Papanya ingin Yura pulang ke Indonesia.
"Jadi itu sebabnya lo selalu ngajak gue dugem tiap malam?" tanya Gio.
"Terus gue harus gimana Gi? gue udah terbiasa dengan kehidupan malam" jawab Yura.
"Tapi lo itu anak perempuan nggak baik terbiasa dengan kehidupan malam!" omel Gio.
"Kata Anggi setelah gue pergi lo juga sering kan ke Club malam buat mabuk mabukan?" tanya Yura.
"Karena waktu itu gue belum kenal Alenka!" jawab Gio.
"Kenapa jadi bahas Alenka sih? lo belum bisa move on dari dia?" tanya Yura marah.
__ADS_1
"Ya,dan gue nggak bisa bohongin hati gue sendiri kalau gue masih sangat mencintai Alenka!" jawab Gio yakin.
"Lo bohong kan Gi? lo bilang kayak gini karena lo kecewa kan gue udah nggak prawan lagi? lo kecewa kan Gi? lo masih cinta kan sama gue?" tanya Yura heboh.
"Cinta itu sudah hilang waktu lo khianati gue,dan sekarang cinta gue cuma buat Alenka!" jawab Gio.
Yura yang nggak terima dengan pengakuan Gio menjadi marah dan memukul Gio sambil menangis.Gio mencoba menenangkan Yura dengan memeluknya dan kembali mengatakan kalau Yura harus terima kenyataan kalau hatinya sudah tidak ada Yura lagi.
"Nggak! lo bohong!" teriak Yura sambil menangis.
Yura kemudian menarik Gio sehingga membuat Gio jatuh di atas tubuhnya.
"Ra,lepasin! jangan kayak gini!" pinta Gio.
Tapi Yura malah makin menarik Gio membuat Gio sulit buat berdiri.Bersamaan dengan itu Alenka yang mendengar keributan dibawah keluar dari kamar Gio dan melihat Gio yang menindih tubuh Yura di atas sofa.
"Gio!" seru Alenka sembari berjalan turun ke ruang tamu.
Yura dan Gio menoleh sama sama kaget.Gio kemudian bangun dengan cepat dan melepas tangan Yura yang menarik nya tadi.
"Alenka!" ucap Gio panik meraih tangan Alenka.
"Kok lo bisa disini? lo dari kamar Gio?" tanya Yura kaget melihat Alenka ada di rumah Gio.
Plakk Alenka menampar Gio.
"Gue harusnya nggak pernah percaya sama mulut buaya kayak lo!" ucap Alenka marah kemudian berlari keluar.
Gio yang kaget Alenka menamparnya dan marah kepadanya mengejar Alenka dan menarik tangan Alenka.
"Dengerin dulu lo salah paham Al!" ucap Gio.
"Jangan pernah temui gue lagi!" ucap Alenka menarik tangannya tapi Gio menggenggamnya dengan erat.
"Lo salah paham,itu semua nggak seperti yang lo bayangin!" ucap Gio memeluk Alenka tapi Alenka meronta.
"Lo dengerin gue dulu,lo harus percaya kalau gue cinta sama lo!" ucap Gio.
"Cinta? setelah apa yang gue lihat tadi lo masih bisa ngomong cinta sama gue? lo pikir gue bodoh? lo pikir hati gue mainan Gi?" ucap Alenka menangis.
"Kita kan udah sepakat buat rencanain ini semua yank!" ucap Gio menyentuh pipi Alenka.
"Lo yang rencanain semua ini supaya lo bisa dapatin dua duanya kan?supaya lo bisa kayak tadi kan?" tanya Alenka.
"Nggak kayak gitu!lo dengerin dulu penjelasan gue!" jawab Gio bingung karena Alenka salah paham.
"Gue nggak mau dengerin apa apa lagi tentang lo! jangan temui gue lagi! gue terlalu bodoh karena percaya sama mulut playboy kayak lo!" ucap Alenka kemudian dia menghempaskan tangan Gio dan kembali berlari,dia naik ojek di depan komplek rumah Gio.
__ADS_1
Gio yang panik kemudian masuk ke dalam buat ambil kunci motor,di dalam Yura senang sekaligus marah karena Gio memarahinya dan mengusirnya pergi dari rumah Gio.
"Lo harus dengerin gue Al!" gumam Gio panik dan melajukan motornya menyusul Alenka.