
"Terus alasan yang lain?" tanya Alenka.
Gio menoleh dan menatap Alenka.Gio nggak nyangka ternyata Alenka tahu ada alasan lain yang membuat Gio menjauh.
"Kita ngobrol di danau bentar yuk Al!" ajak Gio.Dan Alenka menurut.
Mereka berdua kemudian ke danau.Di danau mereka masih saling berpegangan tangan.Gio menarik Alenka ke pelukannya.
"Gi,alasan yang lain apa?" tanya Alenka nggak sabar.
Gio menatap Alenka kemudian mengelus rambut Alenka.Dan tangan yang satu nya menggenggam tangan Alenka.
"Waktu itu malam sebelum Yura pergi ke Luar Negeri" ucap Gio.
#FLASHBACK#
"Emang harus pergi?" tanya Gio mengelus rambut Yura dalam pelukannya.
"Iya,kok nanya gitu? lo nggak mau kita berpisah?" tanya Yura balik.
"Gue takut lo bakal lupain gue" lirih Gio.
Yura melepas pelukannya kemudian menatap Gio yang sedih.Yura mencium bibir Gio untuk menenangkan Gio.Kemudian Yura mengajak Gio ke Villa keluarga nya buat habisin malam perpisahan mereka.
"Kita bermalam disini ya? besok pagi langsung anter gue ke Bandara?" ucap Yura.Gio hanya menurut.
"Gi,lo bakal kangen nggak kalau gue pergi?" tanya Yura.
"Pasti lah gue kangen" jawab Gio pelan.
"Lo takut nggak kehilangan gue?" tanya Yura.
"Itu nggak perlu gue jawab lo udah tahu jawabannya" jawab Gio.
Yura mendekatkan bibirnya ke bibir Gio dan mereka kembali berciuman sangat lama.Yura kemudian menarik Gio masuk ke kamar.
"Lo mau apa Ra?" tanya Gio gugup ketika melihat Yura mulai membuka bajunya.
"Kita kan akan berpisah lama Gi,kenapa kita nggak lakuin sesuatu yang akan selalu kita kenang?" tanya Yura mendekati Gio.
"Tapi kita masih belum cukup umur buat ngelakuin hal kayak gini Ra?" ucap Gio.
__ADS_1
"Kita saling mencintai apa salahnya?" tanya Yura memeluk Gio.
"Tapi Ra?"
"Ini malam perpisahan kita sayank,kita akan berpisah lama bahkan bertahun tahun,apa lo nggak mau bikin kesan yang nggak akan mungkin bisa kita lupakan?" tanya Yura mencium telinga Gio.
"Maaf gue nggak bi-"
Yura menarik Gio sehingga mereka berdua jatuh di atas kasur.Yura menciumi Gio membuat Gio terlena.Gio akhirnya juga membuka baju nya dan mencium bibir Yura.Tapi sebelum lebih lanjut Gio akhirnya tersadar dan langsung bangun kemudian memakai kembali pakaiannya.
"Maaf Ra gue nggak bisa lakuin itu!" ucap Gio.
"Kenapa? apa lo nggak cinta sama gue?" tanya Yura marah.
"Kita masih kecil untuk melakukan itu semua,gue cinta sama lo tapi bukan dengan cara seperti ini!" ucap Gio menegaskan.
Mereka kemudian ke Bandara dan menghabiskan malam di Bandara sebelum Yura pagi hari nya ke Luar Negeri.
#FLASH ON#
"Gi,lo?" tanya Alenka melepas pelukannya.
"Lo marah?" tanya Gio kaget.Alenka tak menjawab membuat Gio sedih.
"Kenapa lo cerita ke gue?" tanya Alenka.
"Karena gue nggak mau lo dengar dari Yura dan pasti Yura akan ngomong yang beda dari kenyataan,dan pasti itu akan membuat lo jauhin gue lagi!" jawab Gio meraih tangan Alenka.
"Bukankah waktu itu lo cinta banget sama dia,kenapa nolak?" tanya Alenka pelan.
"Gue emang cinta sama dia,tapi gue juga nggak mau merusak hidupnya,bagi seorang wanita keperawanan adalah hal yang sangat penting,gue nggak mau cinta gue justru merusak masa depan orang lain,gue juga nggak mau istri gue kelak dapat bekas!" jawab Gio serius.
Alenka menatap Gio dan berpikir apa yang diucapkan Gio adalah tulus.Selama pacaran sama Alenka,Gio emang nggak pernah melakukan hal yang melewati batas,meskipun sekali dua kali mereka berciuman tapi Gio selalu berusaha menjaga dirinya.
"Apa lo nggak nyesel?" tanya Alenka.
"Gue justru akan lebih nyesel kalau waktu itu gue nggak sadar,gue emang playboy Al,gue suka mainin cewek tapi bukan berarti gue mau hancurin kehidupan seseorang!" jawab Gio.
"Seharusnya lo nggak perlu jelasin ini ke gue,kita kan juga udah putus" ucap Alenka.
"Tadi kan lo sendiri yang nanya" jawab Gio.
__ADS_1
"Kalau tahu ternyata kayak gitu mending gue nggak nanya" ucap Alenka.
"Kenapa? bukannya lo seharusnya seneng kalau gue jelasin semua? lo kan jadi tahu seberapa takut nya gue kehilangan lo?" ucap Gio.Sementara Alenka terdiam tak menjawab.
Gio merasa lega karena sudah jujur semua ke Alenka jadi dia udah tak perlu khawatir Yura akan mengancamnya lagi.
"Gue udah jujur semua ke lo,terserah lo masih mau dekat ama gue atau nggak yang terpenting sekarang gue udah bisa lepas dari ancaman Yura" ucap Gio tersenyum.
"Dulu bukannya lo cinta banget sama Yura? tapi kenapa sekarang dia ngajak balikan lo nggak mau?" tanya Alenka.
"Karena hati gue udah ada seseorang,dan dia satu satunya orang yang akan gue cintai selamanya!" jawab Gio menatap Alenka.
"Siapa?" tanya Alenka pelan.
Gio menatap Alenka yang menunduk,Gio tersenyum melihat Alenka yang malu malu.Gio tahu pasti Alenka mau Gio menyatakan cinta nya lagi.Kemudian Gio meraih tangan Alenka dan mencium tangan Alenka.
"Orang itu adalah lo!" ucap Gio.
"Masa? kan Yura udah pulang?" tanya Alenka.
Gio menatap Alenka lekat lekat kemudian menaruh tangan Alenka di dadanya.
"Rasain dengan hati lo! jantung gue hanya berdetak untuk lo" ucap Gio.Alenka mendongakan kepalanya kemudian menatap Gio.Mereka saling menatap dan kemudian mereka berciuman dengan mesra.
"Gue cinta sama lo Al,dan hanya akan mencintai lo!" bisik Gio.Alenka tersenyum senang kemudian memeluk Gio.Dan Gio pun membalas pelukan Alenka.
"Kita balikan ya?" tanya Gio.
"Tapi Yura?" tanya Alenka balik.
"Lo nggak perlu mikirin dia,karena gue udah nggak cinta sama dia,kita ikuti aja permainannya sampai gue tahu tujuan dia yang tiba tiba pulang,karena gue yakin ada sesuatu yang membuat dia pulang,karena gue tahu betul dia punya cita cita pengen kuliah di Luar Negeri!" jawab Gio.
Alenka mengangguk.Gio kemudian memberitahu rencana nya ke Alenka.Karena Gio penasaran kenapa Yura tiba tiba pulang dan kembali menetap di Indonesia.Padahal Gio tahu betul Yura dari kecil kepengen sekolah bahkan pengen jadi lulusan Luar Negeri.
"Tapi itu karena lo mau macari gue sama Yura sekaligus kan?" tanya Alenka sewot.
"Nggak sayank,lo tahu cuma lo yang gue mau,nggak ada yang lain!" ucap Gio menarik Alenka ke pelukannya dan mencium kening Alenka.
"Oke gue setuju,tapi awas aja kalau lo sampai beneran tergoda,gue bakal beneran lupain lo! dan bakal terima cinta nya Alex!" ancam Alenka.
"Iya sayank! cemburuan banget sih!" ucap Gio menarik hidung Alenka kemudian kembali memeluknya.
__ADS_1