
Gio pindah tempat duduk di samping Nita membuat Yura kesal.Gio juga senyum senyum sendiri,dia senang ternyata Alenka nggak pergi sama Alex.Dan Gio menebak kalau Refan tadi berbohong karena disuruh Alenka,biar supaya Gio cemburu.
"Lo ngapain Gi? senyum senyum sendiri?" tanya Nita.
"Eh,nggak apa apa kok!" jawab Gio tersenyum.
"Lupa minum kali lo!" ucap Nita.
"Siapa yang lupa minum obat?" sahut Kiara menoleh dan kaget Gio duduk di belakangnya,menempati bangku Alenka.
"Hus,berisik! Erka gimana kabarnya?" tanya Gio.
"Ayahnya masih sakit sih,dia juga belum tahu japan balik,mungkin nggak balik!" jawab Kiara sedih.
"Jangan sedih ah!" ucap Nita.
Purnama yang baru datang bersama Bayu penasaran apa yang terjadi kenapa Kiara dan Nita sedih,Alenka juga nggak kelihatan membuat Purnama berpikir kalau Alenka kenapa napa.
"Nggak kok,Alenka baik baik aja! gue cuma kangen aja sama Erka!" jawab Kiara.
"Syukurlah kalau Alenka baik baik aja,tapi kok dia nggak kelihatan?" tanya Purnama duduk di bangkunya.
"Di rumah,katanya lagi males ke sekolah" jawab Nita.
"Tumben tuh anak males ke sekolah!" ucap Purnama heran.
Sementara di rumah Alenka penasaran kenapa Refan beberapa hari nggak kerja.Alenka mendesak Refan untuk jujur ke dia.
"Abang udah resign dek!" jawab Refan jujur karena desakan Alenka.
"Emang ada masalah apa kok Abang resigb?" tanya Alrnka terkejut.
"Abang kan sayang sama lo!" jawab Refan memegang kepala Alenka.
"Maksud Abang gimana sih? Alenka nggak ngerti!" ucap Alenka.
Refan kemudian menceritakan kalau dia resign karena masalah Alenka dan Gio,Refan juga cerita kalau Imelda mau Refan tunangan sama dia kalau Refan nggak mau dikeluarin dan Alenka masih sama Gio.
"Gue sih udah tahu kalau Kak Imelda itu suka ama lo!" ucap Alenka.
"Tahu nya?" tanya Refan.
"Waktu lo sakit kan dia kesini! kelihatan banget kalau dia suka ama lo!" ucap Alenka.
"Sok tahu lo!" ucap Refanendorong kepala Alenka membuat Alenka mencak mencak.
"Terus Abang sekarang nggak kerja?" tanya Alenka.
"Abang udah kirim lamaran ke perusahaan lain tapi belum dapat panggilan" jawab Refan.
__ADS_1
"Maafin gue ya Bang? gara gara masalah gue,lo jadi ikut ikutan kena imbasnya!" ucap Alenka sedih.
"Kok mikir gitu sih? gue juga udah bosen kok kerja disana,lagian kan gue juga mau lihat lo bahagia!" jawab Refan menarik Alenka dan memeluknya.
"Makasih ya Bang? lo bela belain resign,tapi gue sama Gio malah nggak bisa bersatu!" ucap Alenka.
"Lo masih cinta kan sama Gio?" tanya Refan dan Alenka hanya mengangguk.
"Kalau lo cinta,lo dengerin dong penjeladan dia! Dek,Gio tuh cinta banget sama lo!" ucap Refan.
"Nggak tahu lah Bang! gue lapar mau makan!" ucap Alenka berjalan menuju dapur bermaksud mau bikin mie tapi kemudian ditarik oleh Refan diajakin makan diluar.
"Kita mau makan dimana Bang?" tanya Alenka.
"Deket kampusnya Ana gimana?" tanya Refan balik.
"Terserah Bang,yang penting lo traktir" jawab Alenka tertawa.
Kakak beradik itu kemudian makan di Kafe dekat kampusnya Ana.Refan juga mengajak Ana buat makan bareng karena Ana sudah tidak ada kelas.Refan diam diam memberitahu Gio kalau dia dan Alenka sedang makan di Kafe dekat kampus Ana dan menyuruh Gio buat kesana.
"Lo mau kemana Gi?" tanya Boy ketika bel istirahat dia membawa tas.
"Gue mau pulang,tolong izinin ya!" suruh Gio.
"Mau nemuin Alenka?" tanya Boy.Gio pun mengangguk kemudian pamit.
Begitu Gio sampai di Kafe itu,Alenka ngomel ke Rdfan karena tahu pasti Refan yang memberitahu Gio mereka ada di situ.Gio menyapa Refan,Ana dan Alenka tapi Alenka cuek ke Gio.
"Mulut lo lemes banget sih Bang!" bentak Alenka memukul lengan Refan.
"Iya Al,pacaran itu berantem dikit nggak apa lah,anggap aja bumbu dalam percintaan" sahut Ana tersenyum.
"Duduk lo!" suruh Alenka ke Gio dengan sewot.Meskipun begitu Gio senang karena Alenka masih mau ketemu sama dia.
"Ya udah kalau gitu gue duluan,mau anter Ana pulang!" pamit Refan.
"Biar gue bayar sekalian aja nanti Bang!" ucap Gio dan Refan pun mengangguk dan berterimakasih.
"Tuh kan,lo pasti sengaja ini kan?" tanya Alenka sewot.
"Idih sok sok an sewot padahal dalam hatinya seneng tuh bisa dua duaan sama Gio!" jawab Refan tersenyum.
"Minggat sana lo!" seru Alenka mendorong Refan menjauh.
"Tuh udah nggak sabar kan pengen dua duaan!" goda Refan yang membuat Alenka mencak mencak,sementara Gio dan Ana tersenyum melihat tingkah Kakak Beradik itu.
"Sabar sabar kok bisa ya gue punya Abang kayak gitu!" ucap Alenka mengelus dadanya kemudian melirik Gio dengan tajam.
"Udah makannya?" tanya Gio.
__ADS_1
"Udah" jawab Alenka singkat.
"Kalau gitu temenin gue makan bentar ya!" pinta Gio.Alenka hanya diam tapi mengangguk pelan.
Setelah makan Gio mengajak Alenka buat nonton tapi Alenka nggak mau,dia mau pulang aja.Sampai di rumah Alenka juga langsung masuk ke kamar.
"Masih marah dia?" tanya Refan yang sudah ada di rumah.
"Masih Bang,dia masih nggak mau ngomong sama gue,masih nggak mau dengerin penjelasan gue!" jawab Gio.
"Udah biarin aja dulu,dia kan baru pertama pacaran jadi mungkin baru ngerasain yang namanya cemburu,nggak usah terlalu di pikir,kita main PS aja gimana?" tanya Refan.
"Boleh Bang!" jawab Gio senang.
Refan kemudian mengambil PS yang di ada di kamarnya dan memasangnya di ruang tamu.Gio dan Refan main PS dengan senang.
"Belum pulang lo?" tanya Alenka ketika keluar dari kamar melihat Gio main PS sama Refan.
"Belum yank!" jawab Gio tersenyum.
"Lo mau kemana Dek?" tanya Refan.
"Ambil minum!" jawab Alenka singkat.
"Ambilin buat gue sama Gio sekalian!" suruh Refan.
Alenka bersungut sungut tapi nurut juga.Dia mengambilkan minum biat Refan dan Gio beserta camilan,kemudian kembali masuk ke kamar.Setelah satu jam kemudian Alenka keluar lagi dari kamar melihat Refan sama Gio masih asyik main PS.
"Bang gantian dong!" ucap Alenka.
"Bentar,nanggung nih!" jawab Refan masih fokus.
Alenka merebut stick PS Refan dan membuat Refan ngomel ngomel.
"Emang lo bisa?" tanya Gio.
"Bisalah!" jawab Alenka cepat.
"Kalau gitu kita tanding aja,kalau lo kalah lo nggak boleh marah lagi sama gue,kalau gue kalah lo boleh ajak gue buat malam mingguan besok,gimana?" tanya Gio tersenyum.
"Eh,buset itu sih enak di lo semua! nggak mau gue!" jawab Alenka.
"Bilang aja kalau lo takut!" ucap Gio.
"Bukannya takut tapi itu sih enak di lo! gini aja kalau lo kalah lo balikan sama Yura,tapi kalau gue kalah gue pacarin Alex!" ucap Alenka membalas ucapan Gio sebelumnya.
"Nggak mau!" jawab Gio dengan cepat.
"Ah,bilang aja kalau takut!" ledek Alenka.
__ADS_1
"Emang gue takut! takut kehilangan lo!" jawab Gio menatap Alenka yang membuat Alenka jadi salah tingkah.Refan memperhatikan dengan tersenyum geli.
"Dasar anak anak!" gumam Refan tersenyum.