
Kiara dan yang lain nya kembali ke kelas.Mereka melihat Gio yang bercanda sama Yura sementara Alenka hanya duduk sendiri dan terdiam.
"Sabar ya Al!" ucap Boy.
"Iya Boy!" jawab Alenka pelan.
"Gio keterlaluan banget!" ucap Kiara sewot.
"Jadi Yura deketin lo cuma mau rebut Gio?" tanya Purnama.
"Terus lo gimana Al?" tanya Nita.
"Gue ikuti aja mau mereka!" jawab Alenka.
"Lo mau putus sama Gio?" tanya Nita.
"Nggak tahu Nit,gue udah terlanjur cinta sama dia!" jawab Alenka dengan mata berkaca kaca.
Berhari hari Gio nggak hubungi Alenka nggak main ke rumah Alenka.Terlihat jelas Gio murung tapi ketika ditanya teman temanya Gio tak mau menjawab.Hingga akhirnya Rama tak kuat melihat Alenka sedih.
"Gi,gimana hubungan lo ama Alenka?kayaknya sekarang kalian udah nggak deket lagi?" tanya Rama.
"Iya Gi gimana kejelasan hubungan kalian?" sahut Boy.
"Kalau lo emang sudah nggak cinta sama dia,lo lepasin Gi! biar gue yang jagain dia!" ucap Rama yang membuat Gio langsung menoleh.
"Lo masih suka sama Alenka?" tanya Gio.
"Ya" jawab Rama cepat.
Yura tiba tiba muncul dan memeluk Gio tapi Gio nggak menolak membuat teman temannya kaget dan bingung dengan sikap Gio.
"Lo pencundang Gi! lo bilang Yura hanya masa lalu lo,kalau gue tahu lo bakal sakiti Alenka,gue nggak akan ngalah waktu itu!" ucap Rama marah.
"Ram,sabar Ram!" ucap Boy.
"Mulai sekarang gue nggak akan pernah ngalah lagi! Gue akan kejar Alenka lagi!" ucap Rama yakin.
"Lo suka sama Alenka? apa yang lo suka dari cewek kayak dia?" tanya Yura tertawa.
"Setidaknya Alenka lebih baik dari cewek kayak lo!" ucap Rama menyeringai.
"Mau kemana?" tanya Boy menahan Rama.
"Pulang dan memikirkan rencana buat ngejar Alenka!" jawab Rama melirik Gio.
Gio mencoba menahan amarahnya karena di dalam hatinya dia masih sangat mencintai Alenka.Tanpa terasa tangan Gio mengepal ketika dengar Rama bilang bakal ngejar Alenka.
__ADS_1
Di rumah Alenka masih saja murung,dia nggak tahu kenapa Gio bisa berubah dan bahkan nggak kasih kejelasan apapun mau dibawa kemana hubungan mereka ini.
"Gi gue mau ketemu mau ngomong!" ketik Alenka mengirim pesan ke Gio.
"Gue di basecamp,kesini aja!" balas Gio.
Alenka bersiap siap ke basecamp,dia mau minta kejelasan tentang hubungan mereka.Alenka naik taksi kesana.Kebetulan juga sedang hujan.
"Gi,gue mau ngomong berdua sama lo!" pinta Alenka ketika sampai di basecamp.
Gio menurut dan mencari tempat berdua buat ngobrol sama Alenka.Mereka agak menjauh dari teman temannya.
"Lo kenapa sih Gi?" tanya Alenka.
"Kenapa apanya?" tanya Gio dingin.
"Lo ingkar janji pada waktu itu,terus lo jauhin gue dan deket sama Yura,lo mikirin nggak tentang perasaan gue?" tanya Alenka.
Gio menatap Alenka yang hampir menangis.Gio yang sebenarnya juga sangat kangen sama Alenka hanya bisa berpura pura dingin ke Alenka.
"Ngomong Gi! mau dibawa kemana hubungan kita ini?" tanya Alenka.
"Kita jalani aja kayak gini!" ucap Gio dingin.
"Jalani kayak gini? lo mikir nggak tentang perasaan gue?" tanya Alenka marah.
Plakkk Alenka menampar Gio.
"Lo pikir hati gue mainan? lo dengan gampang nyuruh gue buat cari laki laki lain yang lebih baik dari lo?" tanya Alenka semakin marah.
"Lo kenapa nampar Gio?" tanya Yura yang tiba tiba muncul.
"Lo nggak apa apa kan yank?" tanya Yura menyentuh pipi Gio.
"Yank?" tanya Alenka.
"Kenapa lo kaget? Gio belum ngomong sama lo kalau kita udah balikan?" ucap Yura.
"Gue makin kesini makin nggak kenal sama lo!" ucap Alenka geram.
"Karena hanya gue yang kenal luar dan dalamnya Gio!" sahut Yura.
Alenka menatap Gio yang juga menatapnya dengan tatapan seperti ingin meminta maaf.
"Gi,mulai hari ini kita putus!" ucap Alenka
"Nggak mau!" jawab Gio.Alenka kemudian menarik kalung yang dikasih Gio dan melempar ke Gio.
__ADS_1
Alenka berlari sambil menangis,Boy menahan Alenka dan mencoba menenangkan Alenka tapi Alenka masih terus berlari menerobos derasnya hujan.Gio menatap Alenka yang menangis kemudian berlari menyusul Alenka dengan membawa payung.
"Kalau lo pergi gue bakal ngomong semua ke Alenka!" ancam Yura tapi Gio tak peduli dengan ancaman Yura,Gio terus mengejar Alenka.
Alenka menangis di bawah hujan yang deras,dia berjongkok sambil menangis tapi tiba tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depannya.Orang yang naik mobil itu keluar berdiri di depan Alenka.
"Lo kenapa Al?" tanya orang itu.Alenka mendongakan kepalanya.
"Alex?" gumam Alenka.
Alex membuka jaketnya memberikan ke Alenka dan memayunginya.Alex membawa Alenka masuk ke mobilnya.Dari kejauhan Gio menatap sedih bercampur marah ketika Alenka masuk ke mobil Alex.Gio kembali ke basecamp dengan lemas.
"Alenka dimana Gi?" tanya Boy panik.Tapi Gio tak menjawab dia terlihat seperti orang marah dan kemudian memukul meja yang ada di depannya.
"Lo kenapa hujan hujan Al?" tanya Alex.
"Nggak kenapa kenapa kok!" jawab Alenka dengan suara serak.
"Udah gue bilangin kan Al,Gio sama Yura itu masih saling suka!" ucap Alex.
"Lo tahu dari mana gue nangis karena Gio?" tanya Alenka.
"Lo nangis deket basecamp Gio,kalau bukan karena Gio terus lo nangis karena siapa? gue kenal lo Al,lo nggak akan nangis kalau nggak bener bener sakit hati" jawab Alex.
Alenka tak menjawab malah menangis.Alenka benar benar bingung dengan Gio.Bahkan tadi ketika Alenka meminta putus Gio menjawab nggak mau.
"Makasih ya Lex?" ucap Alenka mengembalikan jaket Alex.
"Iya Al!" jawab Alex.
Alenka duduk di kursi teras masih dengan terisak.Alex ikut duduk di samping Alenka.
"Gue putus sama Gio!" ucap Alenka.
"Karena Gio balik sama Yura?" tanya Alex.
"Iya,gue bodoh! nggak seharusnya gue jatuh cinta sama Gio,nggak seharusnya gue percaya sama mulut manisnya!" ucap Alenka sedih.
"Lupain Gio Al! biar gue yang bahagiain lo!" ucap Alex meraih tangan Alenka.
"Maaf Lex,gue nggak mau ngomongin ini dulu,gue capek mau istirahat!" ucap Alenka.
"Ya udah lo istirahat,ganti baju biar nggak masuk angin!" ucap Alex.Alenka mengangguk dan masuk ke rumah.Setelah ganti baju Alenka ke kamar,mengambil boneka yang dikasih Gio.
"Kenapa lo jahat sama gue Gi? gue kira lo beneran cinta sama gue tapi ternyata gue hanya salah satu korban lo!" ucap Alenka menangis sambil memukuli boneka itu.
Alenka melempar boneka itu kemudian berbaring dengan memeluk guling sambil menangis teringat masa masa indahnya bersama Gio.Alenka memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.
__ADS_1