CINTA BADBOY

CINTA BADBOY
episode 55


__ADS_3

"Al,lo bisa nggak usah terlalu dekat sama Yura?" tanya Boy yang melihat Alenka beberapa hari makin deket sama Yura.


"Kenapa Boy? Yura baik kok!" jawab Alenka.


"Apa lo nggak ngerasa aneh sih Al?" sahut Rama.


"Aneh gimana?" tanya Alenka.


"Ya Yura kan mantannya Gio tapi sekarang malah lebih dekat sama lo yang adalah pacarnya Gio!" jawab Boy.


Alenka tersenyum melihat kekhawatiran Boy dan Rama kepada dirinya.


"Kalian kira gue naif? nggak bisa lihat niat Yura?" tanya Alenka.


"Jadi lo udah tahu?" tanya Rama senang.


"Iya,gue tahu Yura punya niat mau misahin gue sama Gio,dia deketin gue biar bisa memprovokasi gue buat benci sama Gio,gue tahu semuanya!" jawab Alenka tersenyum.


"Syukur deh kalau lo tahu semua niat Yura" ucap Boy.


"Makasih ya kalian udah khawatir sama gue?" ucap Alenka tersenyum.


Sebenarnya dari awal Alenka juga paham maksud Yura mau berteman sama dia.Yura juga selalu ngomongin masa lalunya sama Gio ke Alenk.Dari situ Alenka mulai paham tapi bagi dia nggak masalah yang terpenting adalah Gio masih sayang dan perhatian ke dia.


Di sisi lain Yura yang sudah bingung gimana membuat Gio kembali ke dia,membuat sebuah rencana yang dia yakin akan bisa membuat Gio ninggalin Alenka.


"Lo ngapain kesini?" tanya Gio sewot ketika Yura bertamu ke rumahnya.


"Mainlah,udah lama banget nggak kesini" jawab Yura tersenyum.


"Ini Non minumnya" ucap Mbak Ijah.


"Taruh situ aja!" jawab Yura judes.


"Mbak Yura kapan pulang?" tanya Mbak Ijah.


"Seminggu yang lalu,Mbak Ijah udah nggak ada kerjaan?" tanya Yura ketus.


Mbak Ijah yang sangat paham dengan sikap judes Yura hanya tersenyum kemudian pamit untuk kembali ke dapur.

__ADS_1


"Masih aja judes kayak dulu" gumam Mbak Ijah begitu sampai dapur.


"Gi,di sini dulu gue sama lo melakukan ciuman pertama kita" ucap Yura mengenang masa pacaran sama Gio.


"Lupa!" ucap Gio ketus.


"Nggak mungkin semudah itu lo lupakan semuanya Gi,di sini lo bilang kalau lo hanya cinta sama gue dan hanya gue yang akan lo nikahi!" ucap Yura lagi.


Gio mengambil jaket dan helm bergegas mau pergi karena nggak mau meladeni Yura lebih lama lagi.Yura menahan tangan Gio kemudian memeluk Gio.


"Gi,gue kangen masa masa itu!" ucap Yura.


"Lepasin Ra!" pinta Gio.


"Nggak mau! lo dulu sering banget peluk gue kayak gini" ucap Yura.


"Lepasin!" bentak Gio mendorong Yura.


"Lo mau kemana?" tanya Yura.


"Mau ke rumah pacar gue!" ucap Gio.


Yura mengejar Gio sampai ke motornya dan mengatakan sesuatu kepada Gio.Membuat Gio mematikan motornya lagi.


"Coba aja pergi! kalau lo mau nyoba gue" ucap Yura tersenyum.


"Licik lo!" ucap Gio marah.


"Apapun akan gue lakuin demi dapatin lo lagi sayank" ucap Yura mencolek dagu Gio.


Gio terlihat sangat bingung.Dia nggak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.Di satu sisi dia nggak mau putus sama Alenka tapi dia juga punya ketakutan atas ancaman Yura.


"Akh!" gumam Gio memukul motornya dan nggak jadi ke rumah Alenka.


"Lo pikirin dulu! tapi lo cuma punya waktu sampai besok!" ucap Yura tersenyum dan kembali mencolek dagu Gio tapi Gio menepis tangan Yura.


Gio masuk kembali ke kamar dia melempar jaketnya dengan marah dan merebahkan tubuhnya diatas kasur,memijit keningnya karena merasa pusing.


"Gue harus gimana? gue nggak mau pisah sama Alenka tapi gue juga takut kalau dia tahu semua dia bakal ninggalin gue,akh!" gumam Gio melempar ponselnya.

__ADS_1


Di rumah Alenka yang sudah kencan sama Gio mau ke rumah Refi,menunggu Gio tapi nggak datang datang.Alenka menelepon Gio tapi hape Gio nggak aktif.


"Lo kemana sih Gi?" gumam Alenka panik.


Refi menelepon Alenka menanyakan apakah jadi ke rumahnya ngajak Raymon main,Alenka menjadi bingung mau ngomong apa sama Raymon karena dia sudah menangis saja saat telepon.


"Lo keterlaluan Gi,kalau lo nggak bisa harusnya lo kasih kabar,ini malah hape lo nggak aktif!" gumam Alenka lagi.


"Nggak jadi ke rumah Kak Refi Al?" tanya Ibu Alenka yang baru aja pulang.


"Nggak tahu Buk,Gio juga belum datang" jawab Alenka sedih.


Alenka kembali ke kamar dengan kecewa dan kemudian membaringkan tubuhnya ke kasur.


"Lo sebenarnya kenapa sih?" gumam Alenka menatap boneka yang dikasih Gio saat dia ulang tahun.


Di rumah,Gio melirik jam udah jam 8 malam lebih.Dia teringat janji nya kepada Alenka dan Raymon.Gio mengambil ponselnya dan menghidupkannya.Dia melihat banyak banget chat dan panggilan tak terjawab dari Alenka.


"Maafin gue Al!" gumam Gio meneteskan air mata.


Keesokan harinya Alenka menunggu Gio tapi ternyata sampai jam 7 kurang Gio nggak muncul.Karena takut terlambat akhirnya Alenka berangkat bareng sama Refan.


"Gio kemana dek? tumben nggak jemput?" tanya Refan.


"Nggak tahu Bang!" jawab Alenka yang juga bingung dengan ini semua.Ada apa dengan Gio?.


Begitu sampai di sekolah Alenka langsung ke kelas.Di kelas dia melihat Gio dan Yura sedang berduaan,karena yang lain masih pada di kantin.


"Gi,lo keterlaluan ya,kemarin lo kemana? gue tungguin lo sampai malam,Raymon sampai nangis karena lo ingkar janji!" tanya Alenka mendekati Gio dan Yura.


"Gue di rumah tidur,capek!" jawab Gio dingin.


"Lo kenapa sih? biasanya lo seneng kalau mau pergi sama Raymon?" tanya Alenka.


"Gue capek!" jawab Gio singkat.


"Lo kenapa sih Gi?" tanya Alenka marah.


"Lo nggak denger? Gio capek,lagian lo kira Gio pengasuh gitu? lo suruh dia mainan ama keponakan lo?" sahut Yura sinis.

__ADS_1


Gio kembali bercanda dengan Yura dan cuek ke Alenka yang masih berdiri di sampingnya.Alenka marah tapi dia menahan kemudian duduk di bangku sambil sesekali menoleh ke arah Gio yang asyik bercanda sama Yura.


"Maafin gue Al! gue sayang sama lo!" gumam Gio dalam hati sambil melirik Alenka yang terlihat bingung dengan sikap Gio.


__ADS_2